Imarah Islam Afghanistan: Helmand, Masih Sama Seperti Dulu
Oleh Althaf pada Sabtu 14 November 2009, 11:47 AM
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih,
Tahun ini, Helmand, sebuah provinsi yang terletak di bagian selatan Afghanistan, menjadi target serangan mengerikan oleh penjajah Inggris dan Amerika. Pasukan Amerika dikirim ke Afghanistan sesuai strategi baru Obama yang dikerahkan di provinsi ini sebagai bagian dari upaya penguasa Amerika untuk meningkatkan semangat tentara Inggris yang mulai mengendur di sana.
Sebelum meluncurkan serangan terhadap Mujahidin di provinsi Helmand, media Amerika sudah mulai melancarkan propaganda mereka sendiri. Mereka menyebut operasi tersebut, operasi militer terbesar yang pernah diluncurkan oleh marinir AS pasca Perang Vietnam, diklaim akan memberangus semua Mujahidin di daerah yang mereka duduki dengan strategi "genggam dan bangun" (hold and build strategy). Berbagai helikopter dan pesawat-pesawat tempur menyerbu Helmand, termasuk tank militer Humvees menuju ke beberapa distrik seperti Khan shin, Nad Ali, Garam Sir, Gereshk dan sekitarnya di wilayah Lashkar Gah, ibukota provinsi Helmand.
Menurut rencana taktis yang disusun oleh Mujahidin, Mujahidin mundur dari daerah-daerah tertentu untuk mendorong pasukan musuh memasuki daerah-daerah di mana mereka akan menjadi sasaran empuk bagi Mujahidin. Ketika tentara musuh tersebar di daerah tersebut, terjebaklah, dam korban dari pihak mereka meningkat setiap harinya. Secara bersamaan, media Barat pun semakin menurun dalam menggembar-gemborkan misi perang AS ini karena mereka tidak siap untuk melaporkan kematian yang semakin tinggi dalam tubuh militer asing yang menderita di tangan Mujahidin setiap harinya. Bagi banyak orang, mungkin masih merupakan misteri bahwa mengapa media barat seolah membungkam Helmand. Namun, Inggris dan tentara Amerika yang berbasis di Helmand tahu jawaban atas pertanyaan ini karena mereka menjadi saksi atas jatuhnya korban setiap hari dengan mata mereka sendiri.
Di utara Helmand, semua distrik, yang berada di tangan Mujahidin sebelum awal operasi, masih di tangan mereka. Di selatan di mana operasi terkonsentrasi, Mujahidin telah kembali ke distrik Khanshin, Marji dan Garam Sir. Musuh mampu membangun sebuah pangkalan militer di padang pasir sana, tapi sekarang mereka tidak akan mampu menjadikannya sebagai jalur logistik. Mereka harus bergantung hanya pada transportasi udara untuk pengiriman logistik. Di Nad Ali, mereka dipaksa untuk mengevakuasi basis mereka, yang telah mereka bangun pada awal serangan. Di Garam Sir, mereka mencoba untuk membangun bekas basis mereka. Sehingga tidak ada basis baru yang mereka bangun di sana.
Tentara Inggris menduduki beberapa daerah di Babaji, Pashak dan Masjid Putih tapi mereka tidak mampu mempertahankan untuk jangka waktu yang lama dalam menghadapi serangan intensif Mujahidin. Jadi mereka menarik diri dari semua daerah. Masalah utama mereka adalah pasokan logistiknya. Ketika tank dan kendaraan logistik keluar dari pangkalan militer mereka untuk patroli dan pengiriman logistik, mereka menjadi sasaran empuk bagi Mujahidin. Di sisi lain, bom pinggir jalan selalu mengincar musuh, menjadikan jalanan sebagai kuburan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka menggunakan pesawat transportasi untuk pasokan logistik daripada menggunakan rute darat.
Singkatnya, di Helmand, strategi baru jenderal Amerika di Afghanistan, McCrystal telah menghadapi kegagalan yang sempurna. Operasi Pedang dan Cakar Harimau tidak bisa diimbangi oleh para penjajah itu.
Kekalahan pasukan asing ini membuktikan bahwa pendekatan militer yang dipilih oleh penjajah sebagai strategi itu tidak pernah bisa cukup. Mereka harus kembali merenggut untuk merenungkan pilihan lain seperti penarikan mundur pasukan dari Afghanistan dan mengabulkan hak-hak fitrah rakyat Afghan atas kemerdekaan dan pembentukan sebuah pemerintahan Islam. Jika tidak, perekonomian dan sosial mereka (AS) akan terus terluka dan hancur seperti negara almarhum Uni Soviet yang hancur setelah menduduki Afghanistan selama sepuluh tahun.
Imarah Islam Afghanistan
25 Dzulkaidah 1430 H / 13 November 2009
(althaf/tum/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
ALLAHU AKBAR….!!!....semoga mujahidin taliban & alqaeda selalu dalm lindungan NYA
Subhanallah…kebesaran dan kekuatan hanya milik allah,siapa yg berperang karna allah pasti allah akan memuliakan mereka,allahu akbar..allahu akbar
allohuakbar..1jt x
Ya Robanna, Ya Robbal Alamin berilah para Mujahid di bumiMu ini kesabaran, ketentraman dan keikhlasan, sebarkanlah tentaraMu untuk membantu mereka dan cerai beraikanlah musuh2 agama yang telah Enkau Ridhoi untuk umat ini.
Amin Ya Mujibasailin
Allahu akbar…! sayangnya aku masih di indonesia. padahal tak sabar jiwa ini ingin menyertai jihaad2 barokah antum wahai mujaahidien thaliban.. wallahul muwafiq…!!!
Si @kamen mana nih, kok nggak keliatan..apa dah masuk RSJ mendengar tuannya rugiii melulu melawan mujahidin. Tp aku salut ama si@kamen ini, sbg budak siamrik, dia betul2 gigih menyerang mujahidin wlupun lewat dunia maya..
Takbir!
Namun penyebutan “negara almarhum uni soviet” kurang tepat kayaknya.
harusnya mantan negara adikuasa ya..??hehehehehehehe,,,,
kereeenn!!! Allahu Akbar!!
yang ditulis ternyata lain dari yang sebenarnya ya..setahu ana thaliban dan al qaeda itu sdh ga diminati lg sama orang2 afghan..
@halo goblok, analisa mata picak, nyatanya mujahidin masih eksis, sepuluh tahun Amerika tidak ada apa-apanya…
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Aku Seorang dari 85 BURON DPO Ingin Menyerahkan Diri
- Teknologi Baru Cegah Baterai Ponsel & Laptop Meledak
- Baasyir: Pakai Sistem Islam, Tak Ada Penzaliman
- Ekstrimis Yahudi Amerika Diseret Ke Pengadilan
- 5 Tentara Pakistan Tewas di Waziristan Selatan
- Clinton Dukung Filipina Melawan 'Terorisme'
- Penahanan Ilegal, FBI Digugat
- Ilaa Ukhtinaa Al-Habiibah..
- KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat
- Australia Puji Daya Tahan RI Dalam Krisis (?)
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- NATO Menyeru Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Untuk Menyerah?
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
- AS-Rusia Kurangi Hulu Ledak Nuklir Hingga 1.000 Unit
. on 14/11/09 12:11 PM said:
salut buat mujahidin afghan!