Clinton Dukung Filipina Melawan ‘Terorisme’
Oleh Althaf pada Jum'at 13 November 2009, 07:05 AM
MANILA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton pada hari Kamis (12/11) bersumpah memberi dukungan pada Filipina untuk memerangi kelompok-kelompok Islam yang menurutnya terkait dengan jaringan al-Qaidah dan menyoroti peran militer AS dalam membantu negara tersebut.
Clinton sampai ke Filipina dalam kunjungan dua harinya setelah negara itu dilanda bencana mematikan bulan lalu yang menewaskan hampir 1.000 orang.
Ratusan tentara AS belum lama ini terlibat dalam latihan gabungan kontraterorisme dengan Filipina yang dilengkapi alat-alat berat, kapal dan helikopter, membantu Filipina melakukan pembersihan jalan, dan mengangkut makanan ke desa-desa terpencil.
"Kami sangat senang bahwa kami dapat merespon dengan cepat masalah ini (bencana) dengan aset militer yang kami miliki," kata Clinton kepada wartawan.
"Para dokter dari Filipina dan Amerika bekerja berdampingan untuk membantu ribuan korban banjir. Kekuatan militer kami bekerja sama untuk pengangkutan ribuan ton makanan, peralatan dan barang penting lainnya, melalui udara."
Selama kunjungannya ke beberapa sekolah yang rusak berat akibat banjir di kota Marikina Manila, Clinton mengumumkan tambahan bantuan 5 juta dolar.
"Kami sangat terpukul. Saya berharap mereka (AS) akan melihat berapa banyak kerusakan yang diakibatkan," kata Kim Osorio, senior Sekolah Tinggi Nasional Malanday.
Clinton mengemukakan pakta militer AS-Filipina yang memungkinkan pengerahan pasukan AS dalam berbagai macam situasi merupakan salah satu pengejawantahan dari kerjasama AS yang berlandaskan saling menghormati dan dilakukan untuk kepentingan bersama.
Pasukan Amerika akan terus memberikan bantuan di Filipina, Clinton mengatakan, merujuk pada Visiting Force Agreement, perjanjian aliansi militer yang banyak ditentang oleh sayap kiri Filipina dan kekuatan nasionalis lainnya.
Senat Filipina baru-baru ini mengeluarkan sebuah resolusi yang menyerukan ketidakterikatan Manila untuk menegosiasikan kembali kesepakatan yang memungkinkan sekitar 600 pasukan AS untuk melatih dan mendampingi tentara Filipina memerangi Abu Sayyaf yang menurut AS terkait dengan al-Qaidah di selatan negara itu.
"Saya hanya akan menegaskan kembali bahwa Amerika Serikat siap membantu rekan kami di Filipina yang berusaha untuk melawan ancaman terorisme dan ekstremisme dan kami bersedia mendukung mereka dengan cara apapun yang sesuai permintaan mereka," kata Clinton. (althaf/ansr/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Bismillah. Iya….emang. Teroris emang dukung teroris. Tuh..namanya sohib. Tapi kan namanya teroris. Ampe die pade…lupa. Yang teroris beneran tu siape…ye ??? Teroris koq ade yang keriting juga…ye. Item lagi !
Cuuoocook..aku jg dukung, perangi terus teroris smpai keakar2nya, terutama biangnya teroris si amrik dan budaknya ...
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- 5 Tentara Pakistan Tewas di Waziristan Selatan
- Penahanan Ilegal, FBI Digugat
- Ilaa Ukhtinaa Al-Habiibah..
- KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat
- Australia Puji Daya Tahan RI Dalam Krisis (?)
- APHC: India Selalu Mencari Cara Untuk Memperpanjang Penjajahannya Di Kashmir
- Penduduk Setempat: Polisi Afghanistan Yang Menewaskan Lima Tentara AS Adalah Pahlawan
- Seorang Rabi Israel Dukung Pembunuhan Non-Yahudi
- Teroris CIA Kembali Berulah, 34 Sipil Pakistan Di Charsadda Tewas
- Sistem Rudal Israel Memukau India
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Pentagon Kembangkan ‘Organisme Abadi’
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
- AS-Rusia Kurangi Hulu Ledak Nuklir Hingga 1.000 Unit
. on 13/11/09 07:57 AM said:
nona clinton… anda mau ber-sumpah, ber-sungkem, ber-jungkir balik, ber-semedi, ber-tapa… EGP.. boleh kan ana ber-cita-cita…. memetik kepala nona.. bos nona… dan semua budak-budak setia nona….