KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat

Oleh Althaf pada Rabu 11 November 2009, 08:04 AM

Print Recommend (0) Comment (6)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Banyaknya iklan produk atau promosi yang beredar di stasiun televisi mengundang perhatian khusus dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Ketua KPI Prof Sasa Djuarsa Sendjaja mengaku prihatin dengan kondisi tersebut, pasalnya iklan bersifat non-edukatif dan seolah-olah mengelabui masyarakat.

“Sekarang ini, banyak iklan-iklan berkedok SMS gratis dengan pola reg-unreg yang menciptakan fenomena baru di tengah masyarakat karena animonya cukup baik,” kata Sasa, saat ditemui usai penandatanganan nota kesepahaman PPPI dan KPI di Jakarta, Selasa (10/11). “Padahal, ada syarat di mana layanan gratis itu baru bisa dinikmati setelah memenuhi syarat tertentu,” ucapnya.

“Kalau tidak diberitahu secara jelas pada iklan tersebut, masyarakat tentu tidak tahu dan merasa dirugikan. Ini yang menjadi concern kami,” ucap Sasa.

Menurutnya, kalau memang produk tersebut berbayar, hal itu perlu diperjelas. “Informasikan secara detail, jangan asal bilang gratis. Beritahukan masyarakat tarif yang sebenarnya,” ucap Sasa.

Untuk mengurangi keresahan masyarakat, Sasa mengatakan, KPI mengambil inisiatif untuk membuat Standar Program Siaran, yang mana akan ada sanksi administratif bagi pengiklan yang terbukti melakukan pelanggaran sesuai UU No 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

Dari hasil temuan di sepanjang tahun 2005-2008, ditemukan 346 iklan bermasalah. Sebanyak 277 iklan di antaranya telah melanggar etika pariwara, yakni berasal dari industri rokok dan telekomunikasi.

“Untuk iklan rokok, masalahnya seringkali pada jam tayang. Seharusnya ditayangkan pada pukul 22.00 - 03.00, tetapi pada kenyataannya banyak yang bergeser,” kata Harris Thajeb, Ketua Umum Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia PPPI, pada kesempatan yang sama.

“Kalau iklan dari industri telekomunikasi, dulu sempat ramai ketika perang tarif. Isinya kurang jelas, seakan-akan memberi tarif murah, ternyata ada syarat yang harus dipenuhi terlebih dulu. Ujung-ujungnya sama saja, tidak semurah yang digembargemborkan di iklan. Tetapi, belakangan ini, sudah agak mendingan,” ucapnya. (viva/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

jundullah_online on 11/11/09 08:37 AM said:

Iklan gituan sj dipermasalhkan…!!!
klu cuma sms sih g masalah tp coba ditindak dg keras iklan yg ttg ramalan bintan/nasib/jodoh krn itu merupakan kesyirikan…!!!

jundullah_online on 11/11/09 08:39 AM said:

Dan g kalah penting knp KPI g tindak pr jurkam kemarin yg banyak janji ternyata pas kepilih malah lupa sm masyarakat,apa itu g penipuan yg sangat nyata…...........!!???

. on 11/11/09 02:13 PM said:

dasar berpijaknya bkn keimanan kpd akhirat seh, jd yg untung rugi duit yg dimasalahkan, bkn untung rugi pahala-dosa di akhirat krn tayangan, yang dituju; selama azasnya demokrasi, kebebasan berexpresi, bkn supremasi Allaah dan dien, mk tdk akan beres

. on 12/11/09 07:56 AM said:

Koq bingung? Kalau untuk tukang sihir cukup diberi hujjah. Kalau kepala batu ya penggal.

fathoni011 on 12/11/09 07:26 PM said:

apa untungnya liat TV! berita aja udah gak penting krn datang dr kaum fasiqun..ya fasiqun!

. on 13/11/09 04:33 PM said:

uang uang dan uang yang ada di otak dan hati mereka

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?