Netanyahu Desak Negosiasi Dengan Palestina
Oleh Althaf pada Selasa 10 November 2009, 12:15 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Pada hari Senin (9/11), perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan segera dimulainya kembali pembicaraan damai dengan Palestina dan menjanjikan langkah-langkah untuk memperbaiki kondisi ekonomi di wilayah Palestina.
Netanyahu menegaskan kepada majelis kelompok Yahudi pandangan tentang perundingan perdamaian harus dimulai tanpa perlu prasyarat. Ia tetap tidak membahas topik mengenai membatasi pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
Para pejabat Palestina bersikeras bahwa Israel harus membekukan aktivitas pemukiman sebelum melanjutkan perundingan damai.
"Saya yakin tidak boleh ada waktu yang terbuang; kita harus segera menuju perdamaian," katanya dalam pidato di hadapan Federasi Yahudi Amerika Utara. "Saya ingin kembali menegaskan bahwa tujuan saya adalah ingin mweujudkan negosiasi yang tanpa akhir, bukan mewujudkan perundingan demi perundingan. Tujuan saya adalah untuk mencapai perjanjian perdamaian yang permanen antara Israel dan Palestina."
Dia juga mengatakan Israel bersedia membuat "konsesi besar untuk perdamaian" tanpa mengorbankan keamanannya.
Netanyahu mengatakan telah terjadi ledakan kegiatan ekonomi yang tak tertandingi di Tepi Barat, dan hal ini, menurutnya, yang akan membuat hidup warga Palestina lebih baik. Ia menyatakan untuk pertama kalinya selama bertahun-tahun, bisnis, bank, dan industri mulai tumbuh. Restoran, teater, dan pusat perbelanjaan mulai menjamur. Ribuan lapangan pekerjaan di Palestina tercipta.
"Saya pikir kita bisa melakukan lebih banyak lagi dan saya berniat untuk melakukan yang lebih dari itu," kata Netanyahu.
Perdana menteri mengatakan pemerintahnya akan berupaya mengambil langkah-langkah luar biasa untuk membatasi aktivitas pemukiman Yahudi di Tepi Barat.
"Tidak ada satupun pemerintah Israel yang begitu bersedia untuk mengendalikan kegiatan permukiman sebagai bagian dari upaya untuk melakukan kembali perundingan damai," katanya.
Dialamatkan pada pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, Netanyahu menambahkan: "Marilah kita memanfaatkan waktu untuk mencapai kesepakatan yang sangat bersejarah. Mari kita mulai pembicaraan (damai) ini segera."
Abbas mengumumkan pekan lalu bahwa ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan umum yang dijadwalkan Januari tahun mendatang, berhubung menurut Abbas, ia merasa gagal untuk menghidupkan kembali perundingan damai.
Palestina bersikeras bahwa mereka tidak akan terlibat dalam perundingan damai sampai Israel memenuhi komitmennya untuk membekukan - tidak hanya membatasi - aktivitas pemukiman di tanah Palestina.
Mengenai hal ini, Administrasi Obama mengatakan berada di pihak yang menentang perluasan terus-menerus permukiman Israel. Namun menteri luar negeri AS Hillary Rodham Clinton berpendapat dalam kunjungannya ke Timur Tengah pekan lalu bahwa sikap keras kepala Israel bisa dilihat sebagai langkah pertama menuju negosiasi yang nantinya memungkinkan dilakukannya penghentian aktivitas pemukiman.
Atas pernyataannya itu, Clinton telah meningkatkan kemarahan dari negara-negara Arab.
Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Menteri Pertahanan Israel, Ehud Barak mengatakan dia bertemu di Washington dengan sejumlah pejabat pertahanan AS. Barak mengatakan Israel sedang berusaha keras agar dapat segera memperbarui pembicaraan damai dengan Palestina.
"Israel harus bertindak dengan semua kekuatan untuk mencapai kesepakatan dengan negara tetangga," kata Barak.
"Sangat penting untuk meminta Presiden Obama dan Amerika Serikat segera membuka negosiasi. Amerika Serikat merupakan negara yang sangat berkuasa dan presiden Obama memiliki kesempatan yang terbilang langka untuk mencapai perdamaian. Semua alternatif lain mungkin akan jauh lebih buruk."
Menurut sumber yang sama, Barak direncanakan untuk bertemu dengan menteri pertahanan AS, Robert Gates, Senin depan. (althaf/ansr/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Puluhan Resolusi PBB saja ga di gubris ama Zionis, apalagi dgn bangsa Palestina. 42 thn Negosiasi tak satu pun yg bs d pegang. Jangan berunding dgn Bangsa Pengkhianat Hanya Perlawanan yg bisa mengubah nasib. bukan di meja runding
tdk ada negosiasi damai jk pembangunan restoran, teater, bank, mall digunakan sebagai patokan kemajuan; jk kalian bangsa kera dan babi tinggalkan tanah palestina shg kami bisa tegakkan dan dakwahkan dienul Islam kpd kalian, baru kita damai!
Zionis itu iblis kerjanya nipu. Jadi nggak usah dituruti
Belum ada sejarahnya berunding dengan Israel membawa manfaat. Buktinya Amerika saja yg mati2an membela Israel masih dikadalin juga, mestinya itu contoh bagi hati2 yg masih buta untuk sadar.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Jelang Keputusan Tentang Pengiriman Pasukan Afghanistan
- Tentara AS Ngamuk ; Senjata makan tuan
- Mantan Penguasa Soviet Desak AS Mangkat Dari Afghanistan
- Pertemuan Obama-Netanyahu Picu Kemarahan Palestina
- Pakistan Sangkal Adanya Kesepakatan Perlindungan Nuklir
- Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman
- Ponsel China Bersiap Menguasai Dunia
- Tentara Inggris Tewas Di Afghanistan Selatan
- Polisi Musyrik India Brutal, 21 Orang Cedera
- Goldstone Kecewa Pada Reaksi AS
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Polisi Zionis Israel Serang Jerusalem Timur
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Pasukan Israel Tangkap 2 Warga Asing di Tepi Barat
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
. on 10/11/09 02:25 PM said:
tidak ada nego apalagi perdaimaian untukmu wahai anak keturunan kera dan babi. yang kami inginkan memotong leher kalian.