Tentara AS Ngamuk ; Senjata makan tuan
Oleh M. Fachry pada Selasa 10 November 2009, 11:17 AM
"Mereka membuat Makar dan Allah pun membuat Makar. Dan Allah itu Maha Pembuat Makar". (QS. Ali Imron : 54).
Seorang tentara AS dengan pangkat mayor mengamuk dan menembaki barak militer di Texas, AS, Kamis (5/11). Sebelas orang semula dilaporkan tewas namun seorang yang terluka kemudian meninggal sehingga jumlahnya mencapai 12 orang.
Pria bersenjata itu adalah Mayor Nidal Malik Hasan.Mayor Hasan dilaporkan sebagai seorang psikiater militer berusia akhir 30-an atau awal 40-an. Dia sekarang terluka setelah ditembak beberapa kali namun dalam kondisi stabil di tahanan. "Nyawanya tidak terancam," kata Letjen Cone.
Dua tentara ditangkap setelah penembakan tersebut dan dijadikan tersangka, ujar Letjen Bob Cone, Komandan di Ford Hood, markas militer AS terbesar di dunia.
Dengan menggunakan dua pistol, Hasan menembak para tentara yang sedang melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum ditempatkan di Irak dan Afghanistan. "Seorang penembak melepaskan tembakan dan responsnya adalah tewasnya pasukan polisi," ujar Cone.
Ia menambahkan, motif penembakan yang dilakukan oleh Hasan masih belum jelas. Presiden AS Barack Obama yang terus mengikuti perkembangan penembakan bak drama ini mengutuk serangan itu sebagai sebuah ledakan kekerasan yang mengerikan.
"Situasi ini cukup sulit ketika kita kehilangan para pemberani Amerika yang seharusnya bertarung di luar negeri. Hal ini mengerikan, bahwa mereka harus bertarung di sebuah pangkalan militer di wilayah Amerika," kata Obama.
Senator negara bagian Texas, Kay Bailey Hutchison, mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan dari para jendera di Fort Hood, Hasan tengah disiapkan untuk dikirim ke luar negeri, entah Irak atau Afghanistan.
Menurut Lee, Hasan pernah berharap kepada dirinya agar Presiden Barack Obama akan menarik pasukan Amerika dari Afganistan dan Irak. Nyatanya, Obama justru ingin menambah pasukan ke Afganistan. Harapan Hasan itu juga mendapat kritikan dari para koleganya, yang mendukung perang.
Hasan diketahui masih berstatus lajang dan tidak memiliki anak. Dia lulusan Universitas Virginia Tech dengan gelar sarjana bidang biokimia pada 1997.
"Saya syok dan sedih oleh kekerasan yang meletup di Ford Hood yang menghilangkan sejumlah nyawa para pemberani kita dan yang juga melukai yang lainnya. Hati saya berada bersama orang- orang yang mereka kasihi. Saya tahu semua warga AS memberikan perhatian terhadap para tentara dan keluarga mereka yang mengalami tragedi ini," ujar Hutchison.
Fort Hood, dekat kota Killeen adalah pangkalan terbesar Amerika di dunia. Pangkalan yang menampung 40.000 tentara ini terletak antara Austin dan Waco sekitar 100 kilometer dari kedua kota.
Letjen Cone menjelaskan, penembakan dimulai sekitar pukul 1330 waktu setempat di pusat personalia dan kesehatan di Fort Hood dimana tentara siap-siap untuk dikirimkan buat pemeriksaan terakhir kesehatan.
Pria bersenjata memiliki dua senjata, satu senjata semi otomatis yang "mungkin menjelaskan tingkat penembakan," Letjen Cone.
Wartawan BBC Adam Brookes di Washington mengatakan kesatuan di Fort Hood termasuk yang akan dikirim ke Irak dan Afghanistan dan sebagian harus pulang dari sana. Pangkalan itu merupakan pusat yang menangani stress akibat perang, kata wartawan BBC
[AFP/N-3]
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
amazing
lanjutkan ???
good! Hopefully major Nidal Malik Hassan got his husnul khotimah (happy ending)
“SESUNGGUHNYA BUKAN KAMU YANG MEMBUNUH MELAINKAN ALLOH, TANGAN ALLOH DIATAS TANGAN KAMU, ini merupakan Pukulan besar bagi PEMIMPIN YAHUDI DUNIA siapa lagi kalau bukan OBAMA
ini msh pemanasan tunggu saatnya kmu akan kaget dgn ledakan yg lbh besar n korban yg sangat banyak
alhamdulilah semoga pasukan marinir al amirikiah yang berlatih di indonesia juga saling membunuh yah, amin…
nidal malik hasan berumur 39 tahun,di sering shalat dimasjid walau masih memakai seragam militer AS. menurut imam di masjid itu,NIDAL MALIK HASAN pernah mengungkapkan pada imam kalau dia ingin menikah dengan wanita muslimah.
di tembak peluru tapi tidak mati,...allah maha besar….
andai nidal hasan bergabung dengan mujahideen…..
good luck mr hasan we always sport you…. don’t worry and no change for sad….it’s jihad….
takbeer every body…...Allahu Akbar…..
Semenjak 9/11, hingga peristiwa Nidal Hasan, berarti telah tercatat aksi jihadi sejenis yang melanda Amerika paska 9/11. Sebelum Nidal Hasan, ada seorang mualaf negro Amerika yang juga tentara, melakukan aksi serupa, namanya Abdul Hakim Mujahid.
Sungguh, ini adalah satu seri contoh bagi kita semua. Jihad akan sentiasa berlangsung hingga hari kiamat, sebagai sebuah aksi semesta, tanpa dibatasi lagi oleh sekat-sekat. Allahu Akbar!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Mantan Penguasa Soviet Desak AS Mangkat Dari Afghanistan
- Pertemuan Obama-Netanyahu Picu Kemarahan Palestina
- Pakistan Sangkal Adanya Kesepakatan Perlindungan Nuklir
- Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman
- Ponsel China Bersiap Menguasai Dunia
- Tentara Inggris Tewas Di Afghanistan Selatan
- Polisi Musyrik India Brutal, 21 Orang Cedera
- Goldstone Kecewa Pada Reaksi AS
- Anggota DPR: Tidak Pernah Merasa Melawan Suara Rakyat?
- Sambutan Hangat Untuk Motorola Droid
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
- AS-Rusia Kurangi Hulu Ledak Nuklir Hingga 1.000 Unit
- Konflik India-Pakistan, Dilema AS
. on 10/11/09 02:04 PM said:
baguslah kalau begitu,