Pakistan Sangkal Adanya Kesepakatan Perlindungan Nuklir
Oleh Althaf pada Senin 09 November 2009, 01:21 PM
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Islamabad menolak mentah-mentah sebuah laporan yang mengatakan bahwa AS telah menegosiasikan kesepakatan dengan militer Pakistan mengenai keamanan senjata nuklir negaranya.
Departemen Luar Negeri Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Minggu (8/11) bahwa bahan nuklirnya ada dalam keadaan yang aman.
"Pakistan, sebagai negara berdaulat, tidak akan pernah membiarkan negara mana pun untuk langsung atau tidak langsung memiliki akses ke fasilitas nuklir dan strategisnya," kata pernyataan.
Sebuah laporan yang muncul di edisi terbaru majalah The New Yorker mengatakan bahwa pejabat AS telah menegosiasikan perjanjian dengan Pakistan untuk memberikan keamanan bagi senjata nuklir di tengah meningkatnya militansi di seluruh pelosok negeri tersebut.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa ancaman terhadap keamanan fasilitas nuklir mungkin berasal dari "pemberontakan" elemen-elemen ekstremis melalui kekuatan militer.
Gelombang serangan terhadap sasaran-sasaran militer selama beberapa minggu ini telah meningkatkan keprihatinan AS atas keamanan senjata nuklir Pakistan.
Namun, pejabat tinggi sipil dan militer di Islamabad telah menganggap remeh keprihatinan tersebut, dengan mengatakan bahwa senjata nuklir Pakistan berada di tangan yang aman. (althaf/prtv/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
dasar munafik
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Mantan Penguasa Soviet Desak AS Mangkat Dari Afghanistan
- Pertemuan Obama-Netanyahu Picu Kemarahan Palestina
- Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman
- Ponsel China Bersiap Menguasai Dunia
- Tentara Inggris Tewas Di Afghanistan Selatan
- Polisi Musyrik India Brutal, 21 Orang Cedera
- Goldstone Kecewa Pada Reaksi AS
- Anggota DPR: Tidak Pernah Merasa Melawan Suara Rakyat?
- Sambutan Hangat Untuk Motorola Droid
- Presiden Somalia Jalan-Jalan Ke Kenya Cari Bantuan
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
. on 09/11/09 10:55 PM said:
Pmrnth Pakistan dan negara2 islam yang lemah idiologi islamnya telah masuk dalam perangkap dan terjebak pada sistem keamanan global Amerika yang licik. Mereka siap menjual kedaulatan sistem keamanan nasional mrk. Inilah musibah era abad ini!!!