Pertemuan Obama-Netanyahu Picu Kemarahan Palestina
Oleh Althaf pada Senin 09 November 2009, 01:21 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Pertemuan antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada 9 November mendatang kemungkinan akan lebih memicu kemarahan Palestina.
Palestina sudah frustrasi dengan pergeseran kebijakan Obama untuk mengandungkan kemungkinan perluasan permukiman Israel di Tepi Barat, yang dikatakan oleh kalangan internasional sebagai aktivitas ilegal.
Palestina mengatakan Israel sudah terlalu jauh dan semena-mena menerobos ke dalam tanah Palestina untuk masa depan negaranya.
Baru-baru ini, seorang penasihat Perdana Menteri Otoritas Palestina, Salam Fayyad, menuduh menteri luar negeri AS, Hillary Clinton, diberi kompensasi oleh Israel untuk mendesak pihak Palestina melanjutkan perundingan damai tanpa prasyarat.
Pada 4 November, Omar al-ghul Hilmi mengatakan bahwa Clinton disuap oleh "Zionis" untuk mendukung kepentingan mereka dalam upaya menghidupkan kembali pembicaraan damai Palestina-Israel yang sempat terhenti.
Obama dan Netanyahu dijadwalkan untuk bertemu di Gedung Putih pada Senin malam (9/11) ini, tetapi tidak ada informasi lengkap mengenai agenda diskusi kedua orang tersebut.
Netanyahu telah secara terang-terangan menolak seruan untuk membekukan pembangunan pemukiman dan mengatakan bahwa hal itu tidak seharusnya menjadi prasyarat untuk memulai kembali perundingan damai.
Pembangunan pemukiman Yahudi ini diklaim menjadi hambatan besar dalam proses perdamaian dan telah menjadi salah satu bukti bahwa AS memiliki hubungan khusus dan serius dengan Israel. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
bertemunya 2 setan besar untuk apa? kesepakatan kejahatan tentunya..terkutuklah mrk(baca org amrik,yahudi dan antek2nya)
dua tanduk setan
sudah nggak usah rundang-runding segala. mereka cuma ingin mempermainkan rakyat Palestina.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Mantan Penguasa Soviet Desak AS Mangkat Dari Afghanistan
- Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman
- Ponsel China Bersiap Menguasai Dunia
- Tentara Inggris Tewas Di Afghanistan Selatan
- Polisi Musyrik India Brutal, 21 Orang Cedera
- Goldstone Kecewa Pada Reaksi AS
- Anggota DPR: Tidak Pernah Merasa Melawan Suara Rakyat?
- Sambutan Hangat Untuk Motorola Droid
- Presiden Somalia Jalan-Jalan Ke Kenya Cari Bantuan
- Kerjasama Nuklir AS-Rusia Dimulai Akhir Tahun
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Polisi Zionis Israel Serang Jerusalem Timur
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Pasukan Israel Tangkap 2 Warga Asing di Tepi Barat
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
. on 09/11/09 10:48 PM said:
Only the idiot people who believe that justice polecy will be coming from The liar State (United State and Israel)