Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman

Oleh Althaf pada Senin 09 November 2009, 11:36 AM

Print Recommend (0) Comment (7)

BANDUNG (Arrahmah.com) - Peradaban Islam wujud dari buah keimanan umat Islam dalam berbagai segi kehidupan. Peradaban Islam sedikit banyak ditentukan oleh kultur sosial umatnya, dan Indonesia sendiri diprediksi akan menjadi pusat kebangkitan Islam di masa depan.

Demikian kesimpulan dalam “Seminar Peradaban Islam” di masjid Asy’ari Universitas Islam Bandung (UNISBA). Acara ini menghadirkan Dr. Abdul Manan (Ketua DPP Hidayatullah) dan Dr. H. Irfan Safrudin, M,Ag (Sekretaris umum Yayasan Unisba). Kegiatan yang diselenggarakan oleh BEM Unisba dan DPW Hidayatullah Jabar ini mampu menarik ratusan peserta mahasiswa dan umum.

Dr. Irfan yang menggantikan Prof. Dr. KH.Miftah Faridl, mengulas tentang sejarah peradaban Islam. Menurut Irfan, peradaban Islam sangat dipengaruhi oleh kondisi sosial budaya masyarakat dan pengamalan keislaman saat itu.

”Peradaban sendiri sebenarnya buah dari budaya manusia," katanya.

Ia pun sangat setuju jika peradaban juga lahir dari majunya ilmu pengetahuan. Banyak ilmuwan lahir dari kaum muslim yang hingga kini masih menjadi rujukan.

Lebih jauh Dekan Fakultas Dakwah Unisba ini memaparkan, Indonesia sangat cocok menerapkan syariat. ”Dulu peradilan agama dan juga Undang-Undang Perkawinan belum Islami, namun berkat karunia Allah dan perjuangan umat, sekarang lembaga dan aturan syariat itu telah ada, walaupun belum semua sesuai syariat. Namun patut kita syukuri,” imbuhnya.

Sementara pembicara kedua Abdul Manan yang begitu berapi-api dan sesekali diselingi gurauan mengatakan, “Peradaban sendiri terlalu banyak definisinya,  akan tetapi bagi saya peradaban Islam adalah manifestasi iman dalam semua aspek kehidupan,” paparnya. Ia berkeyakinan, Islam akan bangkit dari Indonesia.

Keyakinan ini ditandai dengan beberapa hal, di antaranya, semakin banyaknya anak muda yang aktif mempelajari dan bergerak dalam Islam, sementara Indonesia sendiri merupakan negeri berpenduduk mayoritas muslim terbesar di dunia.

"Dan satu hal yang sangat menarik adalah, ternyata perilaku bawaan orang Indonesia sangat dekat dengan akhlak seorang muslim," imbuhnya. (hdytlh/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Peradaban Islam Sangat Dipengaruhi Kondisi dan Pengamalan Keislaman

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 09/11/09 11:11 PM said:

Pertanyaannya: Islam mempengaruhi kebudayaan or budaya mempengaruhi Islam, Jk yg pertama berlaku di negeri ini asumsinya benar namun jika sebaliknya asumsinya ngawur, nah skrg lihat realita mana yg berlaku? yg kedua kan, jd jls ngawur

fathoni011 on 10/11/09 04:00 AM said:

kebangkitan islam dimulai dr indonesia??ya klo tauhid nya pd lurus!ldemocrazy,bid’ah,sekulerisme,asobiah di no 1 kan..mungkinkah???

Manuel on 10/11/09 05:17 AM said:

Sambil menyruput kopi yg msh panas, bang jablaypun berkomentar= ‘mau bangkit di indonesia kek, diarab kek, cina kek, tekek kek.. Yg penting cepat bangkit dan bersatu..titik..’

. on 10/11/09 07:10 AM said:

peradaban Islam adlh terima Islam seluruhnya, kaaffaah, tdk separo2, tdk campur dg kekafiran; Allaah tlh sabda dlm Quran 5:68 bhw kita tidak dianggap beragama sedikitpun sampai hukum Allaah dilaksanakan; jadi, Islam 100% atau tdk Islam sama sekali!

. on 10/11/09 11:18 AM said:

Peradaban Islam adalah pelaksanaan hukum Islam secara kaffah. Jika sepotong akan ngawur seperti di Aceh. Satu sisi Aceh menerapkan syari’at Islam tapi disatu sisi Aceh masih “mengekor RI” yang sudah jelas asasnya “PANCASILA” bukan “Islam”.

. on 10/11/09 11:23 AM said:

Jangan sampai “Talbis”, seperti banyak partai berasas Islam TAPI negaranya berasas “Pancasila”. Itulah kalau seorang Muslim tidak melaksanakan “Iman, Hijrah dan Jihad”.
http://abuqital1.wordpress.com

. on 12/11/09 07:58 AM said:

Yang dikatakan abu.muwahhid benar. Bangkit dengan bertauhid dan bersatu dalam Islam bukan bersatu dalam Kafir.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?