Kerjasama Nuklir AS-Rusia Dimulai Akhir Tahun
Oleh Althaf pada Ahad 08 November 2009, 06:20 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Seiring dengan masuknya hubungan Washington dan Moskow pada fase baru, pemimpin Rusia mengatakan kedua negara akan menandatangani kesepakatan pengawasan senjata nuklir baru akhir tahun ini.
Dalam wawancara dengan Der Spiegel yang diterbitkan Sabtu (7/11), Dmitry Medvedev mengatakan pembicaraan AS-Rusia dalam pengawasan senjata telah berlangsung dengan baik.
Kedua negara menginginkan kesepakatan baru karena Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis dikenal sebagai START-1 akan berakhir pada 5 Desember. Perjanjian tahun 1991 ini menyebabkan kedua belah pihak tidak leluasa untuk melakukan kerjasama nuklir.
Pada bulan Juli, Medvedev dan mitranya dari AS, Barack Obama, sepakat dengan generalisasi dari perjanjian awal untuk mengganti START-1, tapi negosiator masih harus bekerja menyelesaikan beberapa masalah teknis.
Rusia dan Amerika Serikat akan memulai perundingan putaran kedelapan mengenai pengurangan senjata nuklir di Genewa pada hari Senin. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia telah menyatakan harapan bahwa pembicaraan itu akan sangat meyakinkan dan sangat menentukan nasib kedua negara ke depannya.
START-1 mewajibkan Amerika Serikat dan Rusia untuk mengurangi hingga 6.000 hulu ledak nuklir dan pengiriman kendaraan sampai 1,600. (althaf/der/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Lagi, Klaim Militer Pakistan Atas 'Kegagahan'-nya Di Waziristan
- Norwegia Tolak Gugatan Yang Menyeret Pejabat Israel Atas Kejahatan Perang Di Jalur Gaza
- PBB Tidak 'Mangkat' Dari Afghanistan
- NATO Berikan Sinyal Peringatan Pada Karzai
- Polandia Minta Perlindungan AS Untuk Menghadapi Agresi Rusia
- Brown Peringatkan Afghanistan Bisa Kehilangan Dukungan Dunia
- Advan Tawarkan 5 Pilihan Bundel Produk
- Sengketa Batas RI-Timor Leste Semakin Memanas
- M Jibriel, Tersangka Imajinatif Kepolisian
- Perusahaan “Yahudi” Terbukti Lakukan Monopoli
Berita Terbaru
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Polres Pastikan Mamuju Steril dari Aksi, Persembunyian Teroris
- Putri Munawaroh Akan Diadili
- Penjahat Cyber ‘Bonceng’ Info Windows Update Palsu
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
Berita Terkait
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
fathoni011 on 08/11/09 07:25 PM said:
tuh kaum kafir nuklirnya banyak!!