“Pasukan Koalisi Asing Terlibat Perdagangan Obat”
Oleh Althaf pada Ahad 01 November 2009, 09:58 AM
KABUL (Arrahmah.com) - Menteri Afghanistan yang bertugas menangani permasalahan narkotika mengatakan bahwa pasukan koalisi asing memperoleh keuntungan dari produksi candu di Afghanistan.
Jenderal Khodaidad Khodaidad mengatakan bahwa mayoritas obat-obatan haram itu distok dari dua provinsi yang ada di bawah kendali pasukan asing dari AS, Inggris, dan Kanada, lapor IRNA pada Sabtu (31/10).
Ia pun mengatakan bahwa angkatan perang NATO mengambil pajak dari produksi opium di beberapa wilayah yang ada di bawah kontrol mereka.
Afghanistan merupakan negara penyuplai opium terbesar di dunia.
Produksi obat-obatan haram di negara Asia Tengah ini terus meningkat dengan pesat sejak invasi yang dipimpin oleh AS, delapan tahun yang lalu.
Laporan yang baru-baru ini dieluarkan oleh PBB bahwa opium Afghanistan memiliki pengaruh yang buruk bagi dunia, membunuh ribuan orang penggunanya di berbagai negara.
Sementara itu, The New York Times melaporkan pada Rabu bahwa Ahmad Wali Karzai, saudara kandung presiden Afghanistan, terlibat dalam perdagangan opium dan juga merupakan perpanjangan tangan CIA. (althaf/nwt/irna/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
nauzubbiLLAHi mindzalik. Pembunuhan massal lewat opium. menjauhkan dari aqidah agama islam sejauh2nya, itulah tujuan yahudi bani isrooil. termasuk bandar2 narkoba di negri ini di dalangi kaum2 perusak akidah.
bangsa amrik yang bertangan kotor biasa makan kotoran. hidup dari sampah sumber penyakit dunia.
ohh yee..??
@hallo..hallo gegirangan bgt,ada apa ya?yg pasti jelek sukanya ama jelek,buruk ma buruk,setan ya pro ma setan
@hallo: yeee..udah tau kan bahwa pemerintah AS itu kotor? antum mau ikut?
hallo anjing,,, masih idup…???
gerah ya ga bs nyabu kl taliban berkuasa….???
mampus aja loe dgn kebusukan elo…..
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Bush Minta India Mendukung AS Dalam Perang Afghanistan
- Blackwater, Dalang Ledakan Peshawar
- Pentagon Kecolongan Dana Besar-Besaran
- Pemimpin Aliran "Nyeleneh" di Mojokerto Sudah Diamankan Polisi
- Perjuangan Menghadang Pornografi di China
- Israel Dan AS Adakan Latihan Perang Gabungan Terbesar
- Taliban: Perang Afghanistan Berakhir Dengan Mundurnya AS
- Pakistan Didesak Untuk Melarang Kelompok-Kelompok Islam
- Clinton Hadapi Kemarahan Pakistan Atas Serangan Predator
- AS Greget Pada Langkah Pakistan Tangani 'Terorisme'
Berita Terbaru
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
Berita Terkait
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
Al-Faruq 'Umar on 01/11/09 01:00 PM said:
Bisnis CIA itu kotor