Australia Ingin Cepat Hengkang Dari Afghanistan
Oleh Althaf pada Kamis 22 Oktober 2009, 08:09 AM
SYDNEY (Arrahmah.com) - Australia pada Rabu (21/10) mengatakan ingin melepaskan diri dari keterlibatan militer di Afghanistan dan mengakhirinya dengan cepat, meskipun AS dan NATO meminta lebih banyak pasukan untuk menopang misi melawan Taliban yang kembali bangkit.
Menteri Pertahanan Australia, John Faulkner, mengatakan Australia sedang belajar bagaimana untuk menyelesaikan misi dalam "jangka waktu sesingkat mungkin". Australia memiliki sekitar 1.550 tentara di Afghanistan tanpa ada tanggal yang ditetapkan bagi penarikan mundur mereka.
"Saya sudah bertanya kepada Angkatan Pertahanan Australia agar memberi rekomendasi tentang apa yang bisa menjamin kami menyelesaikan peran penting dan tanggung jawab secara efektif, tetapi dalam jangka waktu sesingkat mungkin," katanya kepada radio ABC.
Faulkner mengakui langkah Australia akan mempengaruhi tekanan yang diberikan oleh Jenderal Stanley McChrystal, komandan AS dan NATO di Afghanistan, agar memakai gaya Irak menghadapi Taliban yang semakin kuat.
"Saya pun sudah mendiskusikan masalah ini dengan Kepala Angkatan Pertahanan, Marsekal Angus Houston, dan jelas ini adalah masalah penting bagi saya," katanya.
"Saya tidak akan berbicara secara khusus tentang pendekatan apa yang akan kami ambil tapi saya mengakui bahwa akan ada dampak atas pendekatan yang menyebabkan mitra NATO dan ISAF mengambil tindakan sebagai akibat dari assessment 60 hari Jenderal McChrystal."
McChrystal bulan lalu memperingatkan bahwa perang bisa kalah dalam waktu satu tahun tanpa sumber daya tambahan untuk melawan Taliban, yang terusir dari kekuasaannya tahun 2001 oleh invasi Amerika.
Presiden Barack Obama saat ini sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan pasukan AS sekitar 40.000 sampai sekitar 100.000 orang, di tengah-tengah penentangan publik yang tumbuh di Amerika Serikat.
Kekhawatiran atas legitimasi kampanye ini semakin didukung oleh penipuan Presiden Hamid Karzai pada penipuan hasil pemilu Agustus.Dan saat ini Karzai harus kembali bertaruh dengan saingannya Abdullah Abdullah.
Australia bergabung dengan negara-negara Barat lainnya dalam menyambut pemilihan presiden putaran kedua dan telah menyiapkan 120 pasukan tambahan untuk meningkatkan keamanan saat pemilihan berlangsung.
"Pemerintah memuji orang-orang dan para kandidat atas kesabaran yang mereka perlihatkan dalam mendukung proses hukum dan konstitusional Afghanistan," kata pernyataan itu.
Faulkner juga menekankan bahwa Australia tidak akan mulai mengurangi jumlah pasukannya, jika Perdana Menteri Kevin Rudd belum menentukan keputusannya untuk tetap tinggal di Afghanistan.
"Kami tidak bisa membiarkan negara itu kembali pada keadaan tahun 2001," Rudd mengatakan kepada parlemen. "Kami tidak ingin negara itu menjadi tempat pelatihan bagi teroris."
Australia, yang ada di peringkat ke-9 penyumbang pasukan terbesar, telah kehilangan 11 tentara di Afghanistan. Rudd mengatakan komitmennya adalah konsisten pasca kematian terbaru pada bulan Juli, tetapi juga mengakui perang Afghanistan sudah tak lagi populer.
Kepala angkatan bersenjata, Houston, menyatakan harapan bahwa pasukan internasional bisa menyerahkan tanggung jawab pada pasukan Afghanistan dalam tiga sampai empat tahun, meskipun ia tetap memperingatkan akan bahaya penarikan awal.
Pemerintah Australia sebelumnya, di bawah pimpinan John Howard, berkomitmen untuk selalu menyediakan bantuan pasukan ke Afghanistan tapi jajak pendapat menunjukkan opini publik yang justru menentang konflik Afghanistan.
Ada sekitar 100.000 pasukan internasional saat ini di Afghanistan, termasuk utusan AS yang akan mencapai jumlah 68.000 orang pada akhir tahun ini. (althaf/afp/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Mrk akan mempertanggung jawabkan perbuatanya pd hari pengadilan akbar..
Hari pengadilan Allah swt
Kok cepet banget pulangnya, takut mengalami kekalahan yg lebih parah ya?
siapa bilang Kristen AGAMA DAMAI DAN PENUH KASIH??? COBA JAWAB SIAPA YANG MENYALIB NABI KAMI ISA ALAI SALAM?? PENYALIBAN YANG KELIRU INI ADL BENTUK KEKEJAMAN NO. ! DIDUNIA ..EVER TIME??dilakukan oleh org romawi yg munafik dan ortodoks BANGET!!
SIAPA bilang KRISTEN AGAMA DAMAI?? SIAPA yang membantai PLATO, Aristoteles, dan MEMBURU ISSAC NEWTON hanya karena penemuan ilmu dasar bumi kalau bukan Perintah PEnguasa GEREJA dan akhirnya Terjungkal krn REVOLUSI INDUSTRI
begitulah hati orang2 kafir kalau allah sudah membutakan dan menutup segala kebenaran dan mencabutnya maka mereka orang2 ahli NARR itu bagaikan petir menyabar tubuhnya utk dibakar hidup2
Sambut datangnya KEBENARAN.
lho kok terbirit-birit amat. sabar dulu lha australia, wong belum merasakan manisnya kemenangan sudah pulang dulluan. boro-boro menang, tinggal di afganistan aja dah mati kekeringan.sebelum pulang, kasih oleh-oleh aj wahai mujahidin!!
IKAN SEPAT IKAN GABUS IKAN LELE…....lebih cepat lebih bagus jangan bertele tele…...pulanglah dengan kekalahanmu….wahai Thogut…
LOWONGAN:
dibutuhkan segera, bagi yg ingin segera membusuk di neraka, harap segera masuk ke afghanistan dan bergabung dgn amrik..
NATO KAFIR KELAUT AJEH…
Tentara Australia itu terkenal sebagai tentara tak bernyali. Pulang dan kumpul bersama keluarga jauh lebih baik. semoga.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pornografi Internet Diberangus Tifatul?
- LSM Feminis Meradang Lahirnya Klub Poligami
- Taliban Mengambil Alih Kota Kotkai
- Pentagon Kirim Tiga Tim Angkatan Perangnya Ke Afghanistan
- Marah Pada Laporan Goldstone, Israel Ingin Mengubah Hukum Perang Internasional
- Obama Janji Tepati Batas Waktu Penarikan Pasukan Dari Irak
- Lapan Siapkan Satelit Kembar untuk Mitigasi Bencana
- Israel Berjanji Akan “Melawan” Keputusan PBB
- Paham Liberalis Akan Jadi Pembahasan dalam Muktamar NU ke-32
- "Anti-Ekstrimisme" Dalih Inggris Mata-Matai Muslim
Berita Terbaru
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
Berita Terkait
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
. on 22/10/09 08:33 AM said:
licik banget yah. udah buat porak-poranda negeri orang, trus mau kabur. bukannya tanggungjawab atas kerusakan yg udah dibuat. mudah2an militer2 penginvasi itu matinya membusuk & berulat..