Paham Liberalis Akan Jadi Pembahasan dalam Muktamar NU ke-32
Oleh Althaf pada Selasa 20 Oktober 2009, 09:13 AM
KEDIRI (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, banyaknya liberalisasi pemahaman melahirkan gerakan yang berujung ekstrem.
"Gerakan liberalisme dan ekstremisme di Indonesia perlu disikapi, oleh karena itu kami akan membahasnya dalam muktamar mendatang," katanya di Kediri, Jawa Timur, Ahad kemarin.
Hasyim yang ditemui dalam kegiatan silaturahmi dan halalbihalal para Masyaikh, PWNU dan PCNU se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut mengatakan, berbagai gerakan liberal tersebut perlu diwaspadai. "Dikhawatirkan, ke depan dapat mengganggu kestabilan negara," katanya.
Menyikapi masalah tersebut, saat ini pihaknya sedang merumuskan konsep tentang antisipasi gerakan liberalisme serta ekstremisme, dan saat itu masih dibahas oleh PWNU Jawa Timur dan Jawa Tengah, sebagai bahan dalam Muktamar ke-32 pada Januari 2010 di Makassar.
Sementara itu, Ketua PWNU PWNU Jatim Kiai Mutawakil Alallah yang juga datang ke lokasi mengatakan, berbagai gerakan liberal dan ekstrem tersebut perlu diwaspadai, sehingga, diperlukan upaya untuk proteksi, terutama segi akidahnya.
"Saat ini, diperlukan upaya proteksi dan perumusan kaderisasi yang tepat dengan melakukan doktrinasi, bukan hanya orientasi saja," katanya menegaskan.
Ia mengatakan, dampak yang disebabkan karena pemahaman yang cenderung liberal tersebut, sangat hebat, di antaranya dapat merusak moral maupun akidah umat. Bahkan, dampak yang perlu dihindari aliran tersebut dapat merusak konstitusi.
"Jika itu dibiarkan, dampaknya juga dapat merusak tatanan konstitusi yang dapat mengancam NKRI," katanya.
Selain melakukan upaya doktrinasi, pihaknya juga akan intensif melakukan pencerahan, di antaranya dengan pembuatan buku, sosialisasi ke media, terjun langsung untuk memberi pencerahan ke cabang-cabang, serta agenda lainnya.
Melanggar Khittah NU
Sebelum ini, KH Hasyim Muzadi juga mengatakan, visi dan pola perjuangan NU menggunakan garis moderat, tidak ekstrim. Karena itu, ekstremisasi agama dan liberalisasi pemikiran juga bertentangan Khittah NU, bahkan keluar dari prinsip-prinsip ajaran NU.
”Jadi, melanggar Khittah itu nggak hanya rangkap jabatan di partai politik atau soal politik. Yang liberal dan ekstrim kanan juga bertentangan dengan khittah,” kata Hasyim di Jakarta, Agustus lalu.
Menurut dia, khittah NU terdiri dari tiga bagian penting, yakni, pertama, bagian yang mengatur jati diri NU. ”NU menganut ajaran Islam Ahslusunnah wal Jamaah. Fikihnya menganut salah satu dari Imam empat. Dalam bidang tasawuf mengikuti Junaid Al Baghdadi dan Imam Ghazali. Dalam bidang Akidah mengikuti Al Asy’ari dan Al Maturidi,” jelasnya.
Karena itu, lanjutnya, ekstremisasi agama dan liberalisasi pemikiran sama-sama melanggar Khittah, karena bertentangan dengan visi NU dan pola perjuangan NU. Bahkan, jika tidak sesuai dengan dengan jati diri NU, bisa keluar dari prinsip-prinsip ajaran NU. (hdytlh/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
kalo emang jagoan gausa pake internet.. internet bikinan amerika ma yahudi kan? kirim2an surat pake **** terbang sana lo semua
eh mujatron, jaga mulutmu. kalo kamu muslim, kamu sudah sangat berdosa dgn ucapanmu. kalo kamu nonmuslim..mudah2an azab dari Allah segera menghampirimu..
mujatron jaga mulut kamu! Nabi SAW dulu jg beli baju diantaranya dr yahudi. kalo kita pake internet, komputer itu krn beli produk2 ini, bkn jasa org kafir atau kelemahan muslim, ini jual beli! bkn wala’ pd kafir. masing2 dpt manfaat n sesuai syar’i
jd penjual n pembeli sama dpt manfaat; dan itu sesuai syari’at, kecuali jual beli brg haram ato scr haram; jk tiada pembeli, tiada penjualan; jual beli tdk tunjukkan loyalitas, krn ada hitungan modal n profit yg wajar, kecuali lebihi batas, menipu
@mujatron anna maklum kenapa kamu cakap seperti itu lah orang ta punya aturan (dien) pegangan nya hawa nafsu jadi untuk saudara2 ku maklumi dia(daripada dongkol hehe)berbeda kalau dia cakap di depan muka kita halal darah nya kita tumpahkan
@mujatron..kamu jangan buta.80% industri makanan non muslim butuh label HALAL untuk tetap eksis,bank dunia mulai melirik sistem syariah.komputer & internet itu sistem jual beli,label HALAL & sistem syariah itu ketergantungan.sudah tampak yang lemah!
@mujatron yang makan BABI tuch siapa???? ente yg doyan..,tercermin ucapan dan kelakuan ente seperti BABI.
Mujatron : Mulut jelek jarang dipatron (jahit) ..........
mujatron…persiapkanlah diri loh ke neraka bersama ibu, bapak dan anak loh. Untuk . mohon nama mujatron untuk di blocked tidak pantas n gunanya orang itu nongol disini
mujatron siap2lah loh mati dalam keadaan hina, suatu hari nanti akan terkuak siapa profil diri loh dan kami tak segan2 untuk membantai loh. Halal darahmu karena telah menghina nabi kami. Nah para mujahid…mujatron inilah musuh kita.
penemu algoritma siapa? orang islam. kalo gak ada islam. gak akan ada yg namanya komputer apalagi internet.
orang kayak mujatron mahh braninya disini dowang… cemen dia klo di luar… besok pake daster coyy… mangkal sono di taman lawang…. bencong !!!
mujatron=muja tronton sih..OMG
capeeeeeeeee deeeeeeeeeeehhhhh
kok gak nyambung sama topik diatas. emangnya kata2 yg disensor ***itu apaan sih?? kok @UF13 tau itu kata babi ? kan itu cuma tanda ****(bintang2). mujatron emang lu ketik apaansih?
Aneh kalian semua…..ga nyambung…!!
Al-mahdi2009 n masterpiece bukannya aneh dan gak nyambung…semua itu karena mujatron berkomentar yang tidak nyambung dan menghina nabi shg semua bertuju menepis dan melaknat ke komentarnya
mujatron udah di penggal… case closed
ulama ulama di Nu itu tergolung ulama apa ya…?
ya allah sadarkan orang kaya mujatron
kalo gitu mujatron udah jelas kafir harbi dan pantes dipenggal
segampang itukah memenggal kepala orang? benar2 ada yg salah ini…
@jamaludin lu tau ga sich dlm islam dah ada semua hukum tinggal menjalankan aja ya gampang lah ta macam agama ente apa2 harus pikir2 dulu (di pilih2 supaya sesuai dgn hawa nafsu)
@kelate masalahnya ga semua orang mau nenerima hukuman itu coy, ini negara demokrasi dan ada UU dan hukum di negara ini, bkn asal penggal kaya orang bar2 aja ente.
semoga para kyai dan ulama nu benar2 lurus dalam menjaga agama,bukan menjadi sarana bercokolnya kaum liberalis muda.
Kita tetap membutuhkan organisasi Islam yang harus eksis untuk selalu memberikan pencerahan kepada kita semua. Amin
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- "Anti-Ekstrimisme" Dalih Inggris Mata-Matai Muslim
- Pakistan: Tentara Hadapi Perlawanan Sengit Taliban
- Pesawat Mata-Mata AS Kandas Akibat Tembakan Mujahidin Somalia
- AS Minta Pakistan Perketat Pengawasan Terhadap 'Militan'
- Amerika Serikat Habiskan 1,3 Milyar Dolar Di Afghanistan
- Kanada Bantu 13,5 Juta Dolar untuk UIN dan IAIN
- Hacker Korut Curi Rahasia Korsel
- Lagi, Pelecehan Terhadap Masjid di Perancis
- Senapan Dan Granat, Hadiah Kuis Ramadhan Somalia
- Angkatan Darat Pakistan Akan Sulit Menghadapi Taliban
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- ICMI Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Islami
- Nasib UU No. 1/PNPS/1965 Akan “Digantung”
- Ansor Dukung Pengembangan Yogyakarta Sebagai Kota Toleransi
- Ratna Sarumpaet Roadshow Diskusi Nikah Sirri (??)
- Pemerintah Harus Membuat UU Perzinaan
- April, Putusan Final Sidang UU Penodaan Agama
- MK Serius Kaji UU Penodaan Agama
- MUI Bangka Haramkan “Valentine Day” bagi Muslim
- Muzadi: Gus Dur Mampu Menjadikan Islam “Rahmatan lil Alamin”
- MK Janji Independen Soal Uji Materi UU Penodaan Agama
. on 20/10/09 11:33 AM said:
muhamad makan **** sampa lu semua