Akankah Obama ‘Mengubah’ Doktrin Perang Bush?
Oleh Althaf pada Sabtu 17 Oktober 2009, 06:54 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Departemen Pertahanan Amerika Serikat sedang meninjau ulang doktrin serangan militer 'preemptive' pemerintahan Bush yang mengizinkan Washington untuk menyerang negara-negara yang diyakini akan menjadi ancaman di masa yang akan datang.
Dunia menjadi semakin kompleks dibanding tahun 2002 ketika mantan presiden George W. Bush mengumumkan kebijakan tersebut, kata Kathleen Hick, deputi strategi pertahanan.
Kebijakan masih dikaji, dan jika doktrin tersebut dirasa tidak lagi sesuai untuk keadaan sekarang, maka Pentagon akan mencabutnya dalam Quadrennial Defense Review, tambahnya.
"Kami benar-benar ingin memperbarui kita doktrin militer untuk mulai memperhitungkan sikap selanjutnya untuk itu," kata Hicks pada hari Kamis (15/10).
Dalam upacara kelulusan Akademi Militer West Point tahun 2002, Bush mengumumkan doktrin serangan pembuka untuk membuka jalan agar bisa menginvasi Irak tahun 2003 di atas dalih bahwa negara tersebut menyimpan senjata pemusnah massal.
Washington telah menghabiskan miliaran dolar untuk peperangan di Afghanistan dan Irak yang tidak lagi popular, namun tetap saja tidak mampu menangani militansi yang terus meningkat di negara-negara tersebut.
Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh COngressional Research Sevices memperlihatkan bahwa AS menghabiskan biaya sebesar $3,6 miliar per bulan di Afghanistan sejak invasi AS dimulai tahun 2001.
Selain itu, banyak tentara AS dan NATO tewas dalam wilayah perang dan tidak sedikit warga sipil yang harus kehilangan hidupnya dalam perang Afghanistan dan Irak yang telah berlangsung selama hampir satu dekade. Banyak orang juga terpaksa untuk mengevakuasi rumah mereka.
Kongres menuntut pemerintah agar melaporkan strategi keamanan nasional setiap tahunnya, dan untuk itu Pentagon pun perlu menilai kembali kebijakan-kebijakan dan berbagai doktrin perang setiap empat tahun.
Administrasi Obama akan membeberkan doktrin keamanan untuk pertama kalinya sebagai bagian dari pengkajian Pentagon, yang akan diberikan kepada Kongres pada bulan Februari tahun depan.
Para pengamat mengatakan Obama mungkin akan mempertahankan doktrin warisan Bush ini untuk melancarkan agenda perang melawan terorisme di masa depan, meskipun berdalih untuk mempersempit penggunaannya agar tidak terlihat sebagaimana kebijakan luar negeri Bush yang terkenal 'jahat'. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
ALLAH akan menghinakan salibis melalui tangan 2 para mujahid,itu janji ALLAH..
Bersatulah kalian negara2 kafir!!Islam tdk akan pernah gentar,Allahu Akbar…!!
death kuffar!!
Islam tdk mengenal kata “MENYERAH” amerika sebentar lagi akan hancur, Insya Allah…!
Klo udah bangkrut aja dan banyak tentaranya yang mati baru bilang akan meninjau ulang…
bilang aja nyerah…gak sanggup gitu…:D
Assalmua’alaikum
Ya Alloh, berikanlah kekuatan, teguhkanlah iman para mujahidin ya Alloh. Agar senantiasa berada di jalan-Mu.
Wassalmu’alaikum
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Kadin Desak Perbankan Modali Industri Kreatif
- MUI Sulsel Larang Pin Nabi Muhammad
- Lebih Dari 85,000 Warga Irak Tewas Sejak 2004 Hingga 2008
- Libya Bebaskan 88 Tahanan Muslim Yang Diduga Akan Mengkudeta Ghadafi
- Berbagai Markas Militer Pakistan Diserang
- AS Akan Pindahkan Tahanan Guantanamo Ke Arab Saudi
- Bom Zionis Kembali Berulah, Hantam Terowongan Gaza
- Brown Janji Kirim Pasukan Lagi Ke Afghanistan
- Umat Islam Menolak, Bintang Porno Batal Datang
- Laser Terkuat di Dunia Dibangun di Rumania
Berita Terbaru
- Koalisi dengan PDS, PKS Dicemooh
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
Berita Terkait
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
. on 17/10/09 01:43 PM said:
tidak ada presiden dari salibis kafir amerika yang tidak melindungi kepentingan zionis israel semua di lakukannya atas keinganan kaum laknat zionis mudah2an allah cepat mengirimkan bencana dan menghancurkan ke2 negara laknat itu amin ya rob