Muslim Filipina Diekstradisi Ke AS Atas Tuduhan Penculikan
Oleh Althaf pada Ahad 30 Agustus 2009, 02:06 PM
MANILA (Arrahmah.com) – Salah seorang muslim Filipina yang disinyalir tergabung dalam sebuah kelompok ‘ekstrimis’ diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan penculikan empat orang warganegara AS, sebagaimana diungkapkan dalam pernyataan kedutaan besar AS di Manila pada Sabtu (29/8).
Madhatta Haipe, yang juga dikenal sebagai Komander Haipe, dikirim ke Amerika Serikat pada Kamis atas tuduhan melakukan penyanderaan dan tuduhan lainnya. Kemungkinan ia akan menerima hukuman penjara seumur hidup, kata pernyataan kedutaan besar.
Duta besar AS untuk Filipina, Kristie Kenney, mencurigai Haipe sebagai seorang anggota Abu Sayyaf, kelompok yang sering dihubungkan oleh agen intelejen dengan jaringan al Qaidah.
Departemen Keadilan AS mengatakan pada Jumat (28/8) bahwa Haipe, yang juga merupakan mantan profesor universitas untu studi Islam, diduga memimpin sekelompok laki-laki bersenjata dalam menculik 16 orang, termasuk empat orang warga negara Amerika, dari tempat wisata air terjun di pulau selatan Mindanao pada 27 Desember 1995.
“Melalui ekstradisi ini, kami berharap akan membawa keadilan bagi korban penyanderaan, baik dari pihak Amerika maupun Filipina,” kata David Kris, asisten pengacara keamanan nasional Filipina pada hari Jumat.
Belum jelas kapan dan bagaimana pemerintah Filipina menahan Haipe.
Charlene Thornton, agen istimewa FBI di Honolulu, mengatakan pihaknya menyelidiki kasus ini dan berkoordinasi dengan pemerintah Filipina selama 15 tahun.
Haipe harus menghadapi tujuh tuntutan dalam persidangan sejak November 2000, termasuk tuduhan penyanderaan, menggunakan senjata api, dan persekongkolan. Masing-masing kasus dituntut hukuman maksimum yang bervariasi dari lima tahun sampai hukuman penjara seumur hidup. (althaf/afp/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Tentara Ethiopia Dan Tentara Somalia Resahkan Penduduk Balad Weyn
- Brown Berjanji Akan Memberikan Bantuan Lebih Banyak Untuk Memerangi Taliban
- Pesawat Israel Serang Sebuah Bangunan di Gaza
- Kendaraan Militer India Brutal, Muslimah Kashmir Dan Anak Perempuan 6 Tahun Tewas
- Inggris Kucurkan 1 Miliar Dolar Untuk Pakistan
- Syaikh Ayman al-Zawahiri Serukan Jihad Di Pakistan
- NATO Melihat Adanya Sinyal Positif Dalam Hubungannya Dengan Rusia
- Mullen: Kami Akan Selalu Memihak Israel
- Taliban Klaim Bertanggungjawab Atas Serangan di Khyber
- Dua Lagi Tentara Penjajah AS Tewas di Irak
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel