Kaltim Penghasil Migas, Batu Bara Namun Justru Krisis Listrik

Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 20 Agustus 2009, 09:50 AM

Print Recommend (0) Comment (12)

SAMARINDA (Arrahmah.com) - Hal cukup ironis menimpa Provinsi Kalimantan Timur karena meskipun dikenal sebagai daerah penghasil energi karena terdapat Migas dan batu bara dengan potensi cukup besar namun masih bergelut dengan persoalan krisis listrik.

"Ironis sekali, Kaltim mampu memproduksi batu bara sekitar 120 juta matrik ton per tahun namun untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang hanya diperlukan batu bara 400 ribu ton saja masih sulit," ujar Anggota DPRD Kaltim Siti Qomariyah di Samarinda, Rabu (19/8).

"Anehnya, Kaltim sebagai penghasil utama batu bara nasional, malah juga mengalami kekurangan pasokan batu bara untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap, jadi lebih banyak diperdagangkan antarpulau dan ekspor," papar dia.

Dari dulu hingga kini, lanjutnya, persoalan listrik seakan tidak ada habisnya, padahal fenomena seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun lamanya.

"Lucunya lagi, Kaltim merupakan daerah yang mampu memproduksi batu bara dengan jumlah besar dan salah satu penghasil Migas utama nasional namun untuk memenuhi kebutuhan energi listrik saja tidak mampu," ujar dia.

Menurutnya, bukan hanya warga pedesaan dan di kawasan perbatasan saja yang tidak mendapat pelayanan listrik namun daerah perkotaan Seperti Samarinda dan Balikpapan juga masih banyak yang belum mendapatkan listrik. Bahkan, listrik di perkotaan masih byar-pet (sering padam).

Sejauh ini, lanjutnya, daftar tunggu permintaan di PLN yang ingin mendapat sambungan listrik lebih dari 113 ribu pelanggan.

Di samping itu, pertumbuhan pemukiman juga cukup tinggi, yakni mencapai 17 persen per tahun yang berimbas pada penambahan listrik.

"Ini merupakan masalah yang harus mendapat perhatian. Memang penyelesaian itu tidak bisa dalam waktu singkat tetapi paling tidak harus ada perencanaan matang hingga beberapa tahun ke depan agar bisa tuntas, mulai dari melayani daftar tunggu hingga prediksi pertambahan pemukiman penduduk," katanya.

Dikatakan, PLTGU Sambera berkapasitas 2X20 MW telah diresmikan Presiden SBY Juli lalu. Ia sempat menduga bahwa keberadaan PLTGU tersebut akan menambah daya dukung kebutuhan listrik Kaltim yang sejak beberapa tahun terakhir mengalami krisis listrik.

Namun, harapannya ternyata meleset karena hingga saat ini belum mampu memuaskan warga.

Meski demikian, ia tetap berharap PLTU berbahan bakar batu bara dengan kapasitas 2X25 MW di Tenggarong Seberang dan PLTGU Senipah, Penajam Paser Utara berkapasitas 2X60 MW, kelak bisa mengatasi persoalan listrik.

"Saya meminta kepada pemerintah agar lebih bijak dalam mengontrol distribusi bata bara ke luar daerah atau ke luar negeri. Hal ini perlu dilakukan supaya sumber energi yang dikeruk dari bumi sendiri bisa memenuhi kebutuhan listrik bagi warga setempat," demikian Siti Qomariyah.(antara/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Kaltim Penghasil Migas, Batu Bara Namun Justru Krisis Listrik

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 20/08/09 10:40 AM said:

Buah cengkaraman kapitalis ya seperti ini, sudah saatnya sistem sampah ini dilenyapkan dari muka bumi, dan kita terapkan sistem islam yg kaffah dibawah naungan khilafah Islamiyah. Allahu Akbar

. on 20/08/09 12:51 PM said:

Sunnguh ironi….. namun perlu disikapi dengan perubahan sistem ekonomi yg islami tetapi harus disiapkan SDM yg bekualitas yg berakhlak mulia dan Penguasaan IPTEK serta suasana yg damai sehingga kita terus berfikir ke masa yg akan datang

. on 20/08/09 01:30 PM said:

resiko jk ridho bernaung dibwh negri kafir, bohongi rakyat dg biarkan kapitalisme berkuasa; smbr daya milik Allaah dieksploitasi utk megahnya segelintir org (pemegang shm/modal); sdg umat hanya dpt manfaat dr gaji dan royalti, yg amat sedikit

. on 20/08/09 01:36 PM said:

voting demokrasi kan hasilkan pemimpin yg cenderung pd animo kekuatan pasar, bkn kpd kbenaran; krn sistemnya kompromistis; mk rakyat terabaikan krn tdk miliki kekuatan pasar; Umar ktk jd khalifah ia kata,“yg lemah diantara kalian kan kuat disisiku”

. on 20/08/09 01:43 PM said:

“dan yg kuat diantara kalian, kan lemah disisiku”; Umar ra tegakkan kebenaran, keadilan; pemimpin spt para khalifah Rasul SAW hanya mungkin dr hsl musyawarah org2 yg terbaik imannya, wala’ kpd dien Allaah, bara’ kpd sistem syetan, jihadnya

. on 20/08/09 01:51 PM said:

demokrasi ini, spt bejana isi air yg kedlmnya dimasukan yg baik, yg buruk, yg segar,yg busuk,yg suci,tahi; meski sedikit yg buruk, yg busuk, tahi yg dimasukkan, pasti org benci minum airnya; walau dimasukan pnjernih air, anti kuman kedlmnya

. on 20/08/09 03:05 PM said:

Kasihan lagi-lagi rakyat dikorbankan demi uang

minna on 20/08/09 03:43 PM said:

Untuk orang2 yang masih enjoy aja dg sistem kufur negaranya, dan orang2 yg masih mau berkorban untuk negara: Apa sih gunanya negara, kalau bukan untuk mengorbankan rakyatnya.

. on 20/08/09 03:49 PM said:

yg kaya makin kaya,
yg miskin makin miskin…
tapi kok klo yg masalah ginian densus 88 ga berAKSI? dapat komisi x ya?!

. on 20/08/09 04:23 PM said:

@irhabi0411> kya lagu bung Roma hehehe,,,,,,,,

. on 21/08/09 02:59 AM said:

Di tempat gue juga begitu, sejak tahun 1999 sampai sekarang listrik tidak pernah normal!

. on 21/08/09 08:44 AM said:

dasar republik godong gedang sing bosok. boneka penjajah, penghisap darah, habis manes sepah di injak2.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?