Hasyim Muzadi: Liberalisasi Agama Menjadi Tren Kalangan Muda
Oleh Althaf pada Rabu 19 Agustus 2009, 07:36 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, menilai, saat ini muncul kecenderungan maraknya fundamentalisasi dan liberalisasi agama. Keduanya seperti menjadi tren wacana pemikiran di kalangan anak muda.
“Mereka yang di kampus-kampus umum, karena kurangnya pengetahuan terhadap agama, malah lebih menyukai pemikiran Islam yang cenderung keras, radikal dan ekstrim,” terang Hasyim dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar NU dan PP Ikatan Pelajar Putri NU periode 2009-2012 di Gedung Smesco, Jakarta.
Di sisi lain, kalangan muda yang berada di kampus-kampus berbasis agama, lebih tertarik terhadap wacana Islam liberal.
“Mereka, mungkin saja karena sebelumnya sudah terlalu paham agama; lulusan pesantren, lalu bosan, akhirnya mencari pemikiran yang lain yang baru,” jelas Pengasuh Pesantren Al Hikam, Depok, Jawa Barat, itu.
Keberadaan organisasi kemahasiswaan yang berpaham Islam moderat, seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) atau Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), menurut Hasyim, justru tidak bisa diharapkan lagi perannya. “Terutama PMII, yang sudah lama ‘meninggalkan’ kampus dan lebih banyak di ‘jalanan’ (aksi demonstrasi),” tandasnya.
Kondisi demikian, imbuh Hasyim, tentu malah menyuburkan keberadaan paham Islam radikal atau sebaliknya: Islam liberal. Pasalnya, organisasi semacam PMII atau HMI tak lagi memperhatikan pengkaderan mahasiswa yang muslim.
Hasyim menilai, IPNU dan IPPNU yang berpaham Islam moderat ala Ahlussunnah wal Jamaah, masih berada di jalur semestinya. Karena itu, ia meminta kedua organisasi tersebut lebih berkonsentrasi mengurus pengkaderan di tingkat pelajar dan santri yang diharapkan dapat menjadi generasi NU masa depan.
Selain itu, IPNU dan IPPNU diwanti-wanti agar tidak terlibat dalam politik praktis. Keduanya harus bisa bermanfaat di tengah ketidakberdayaan organisasi-organisasi pemuda lainnya. Caranya, menyiapkan kader-kader yang mampu bekerja untuk masyarakat.
"Tugas utama IPNU dan IPPNU adalah menyiapkan kader bangsa yang berkualitas dan ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan bangsa. Jangan terburu-buru ikut politik praktis," pinta Hasyim. (hdytlh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
pa hasyim anda termakan dengan yg namanya islam garis keras/fundamentalis yg ad islam yg mengajarkan ketegasan untuk menerapkan perntah ALLAH SWT.
knp anda menolak menerapkan isalm kaffah dan saat anda di undang acara konferensi khilafah internasional anda tdk dtng malah membuat isu ditengah masyarakat.
dan membuat acara tandingan istighosah,tp anda melihat sndri bahwa orang” NU dah pd sadar bhwa satu” nya solusi bg ummat islam adalah khilafah.bukan NKRI yg saat ini anda banggakan
demokrasi,kapitalis,sekulerisme,liberalisme adlh yg jlas” haram.anda khwatir dngan tmbuhnya liberalisme di NU,tp anda menolak khilafah&syariah; yg akan memberangus ide” demokrasi,liberalisme,kapitalisme,sekulerisme (SPILIS).
KHILAFAH adlah wadah untuk menerapkan syariah,dan melindungi umat islam dari orang” kafir yg menyerang,islam adlh rahmat sluruh alam bukan hanya orang” islam sj yg merskan tp jg non muslim yg berlindung dalam daulah khilafah.
...stuju… Allahuakbar…
Rasul SAW menentang penghambaan manusia atas manusia & seru kpd penghambaan kpd Allaah sj; ini tdk keras, tidak liberal, tp spt itu harusnya; keras & permusuhan ditujukan kpd yg menentang penghambaan kpd Allaah saja; mmg spt itu harusnya
manusia disebut menghamba kpd manusia, jk manusia taat dan patuh terhadap hukum yang dibuat manusia (baik dirinya atau orang lain) dan hukum menentang, mengganti, merendahkan seluruh atau sebagian hukum Allaah
jk ada yg jihadi thoghut yg tegakkan hkm manusia,itu krn perintah Allaah:“perangi mrk yg tdk imani Allaah….tdk haramkan yg Allaah & RasulNya haramkan, bragama tdk dg agama yg benar..”; perhatikan sebab2 jihad bs krn hukum Allaah tdk tegak
jd jihad bkn hanya kalo muslim diperangi fisik tp banyak sebab lain; jgn tuduh muslim yg jalankan perintah Allaah sbg muslim ekstrim,muslim keras, krn itu perintahNya; spt itu harusnya; keras mgkn bg yg tdk ngerti ato tdk mau brjalan sesuai perintah
Dasar Wali syaitan, ane sudah sering pernyataanya bahwa NKRI adalah FINAL dan Hukum isLam belum/ tidak layak dijalankan di Indonesia dan agar bangsa waspada penuh terhadap grakan islam trans-nasional. Dasar kaki tangan penjajah !!
” Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah tehadap mereka. Tempat mereka ialah Jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS.At-Taubah : 73 )
HASYIM MUZADI SETALI TIGA UANG DENGAN SYAFI’I MA’ARIF, ULIL, KOMARUDIN HIDAYAT, AZUMARDI AZRA. KLOP WIS . . .(ISLAM VERSI PANCASILA)
menolak liberalisme tapi menolak radikalisme, maunya gimana nio kiayi???? Islam memng harus radikal. kenapa? karena radikal itu artinya mendasar, artinya Islam yang tidak akan pernah kompromi dengan hukum selain hukum Allah.!
Islam tu memang harus fundmental. kenapa? karena fundamental artinya kebutuhan mendasar dan penting. artinya umat islam harus memahami dasar-dasar islam dan menjauhi dasar yang lain. mengerti pak?
Pk kyai yg dimaksud dg ahlu sunah waljamaah itu aqidahnya bermanhaj salafus sholih
Amaliahnya didasarkan kpd hadist yg shohih
apakh tau berdirinya NU&MUHAMMADIYAH; adlh respon dr kehancuran khilafah di turky,kasihan pendiri NU&MUHAMMADIYAH; generasi penerusnya menjadi antek musuh” pendiri NU&MUHAMMADIYAH;.
NU&MUHAMMADIYAH; berdiri untuk menegakkan kmbli khilafah islam yg telah runtuh di turky oleh pengkhianat murtadin at-tarturk.dan skrang gnerasi pnerusnya malah menjadi antek” musuh pndiri NU&MUHAMMADIYAH;.
Jadi tdk sibuk menggelar istigotsah, doa bersama, yasinan, tahlillah ziarah kemakam wali..
ini namanya ahlu bid’ah bukan ahlu sunah wal jamaah
Dasar Kyai WAHN
Payah deh…. si dia ini, apa mungkin dia yang pikun? Apa dia lupa kalau Islam itu hanya satu dan tugas kita adalah menegakkannya dimanapun kita berada, WALAU DI INDONESIA SEKALIPUN.
assalamu’laiku, saling mengingatkan lakukan dg cara yang islami, saya setuju dengan khilafah. tp capailah dengan cara2 islami. liberal dan radikal cuma sebutan manusia, hanya ALLAH yang berhak ngomong seseorang adalah ahlussunah atau bukan. wassalam
Islam Fundamentalis atau radikal adalah Istilah yang dihembuskan oleh kafir penjajah, Hadist Rasulullah ttg kondisi umat akhir jaman begitu jelas terjadi dihadapan kita. Inilah contoh Ulama yg disebut dalam hadist tersebut!
@ Ladon : setuju, mrka2 ini pasti lbih pintar dari Allah, shingga bisa memutuskan ssuatu zat allah, hbat mrka smua, ya… Allah hindarilah istri dan anakku dari pengaruh umatmu yang memiliki sifat takabur, karena ssungguhnya itu hanya milik syetan
Ah Hasyim Muzadi kan juga termasuk orang2 yang cinta dunia, dan selalu mencari selamat serta penentang penegakan syariat islam untuk negara. Kayaknya dia lebih nyaman dengan Pancasila yang ambivalen. Pantas lah kalo dia omong gitu!
@aya miza, di surat attaubah jelas2 disebutkan kata2 MELAWAN, bukan memulai bagaimana anda membuat kurasakan ditempat yang jelas2 orang kuffar tidak melakukan penyerangan, melawan bersifat reaktif bukan memulai menyerang. maha benar ALLAH
ladon dan ali imron, kami menilai dari apa yang kami lihat bukan apa yang di hati mereka.
Hak Allahlah menyesatkn & memberikan hidayah kpd sypa yang Dia kehendaki, byarlah yg sesat, sesat dengan jalannya padahal telah jelas Allah gambarkn ptunjuk dihadapannya! isLam hanya bisa tegak dgn Da’wah wal Jihad. tdak dgn diplomasi ala YAHUDI !!!
” Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas.” ( HR. Bukhari-Muslim )
@Hasyim Muzadi :.inget kata kata ente bahwa “pancasila adalah final”...itu sudah menunjukkan siapa ente sebenarnya…
ya semoga indonesia tetap damai aja lah karena kemerdekaan dah susah kita untuk mencapainya
YA IKHWAH FILLAH,
HASYIM MUZADI YANG JADI RUJUKAN… ATAU DI DENGAR…
DULU.. WAKTU JADI CALON WAKIL THAGUT NKRI ATAU
WAKILNYA MEGAWATI DALAM PEMILU PRESIDEN THAGUT
MAKA SUDAH JELAS SIAPA DIA,
TAK PUNYA HARGA DIRI
Menjadi liberalis… Na’udzubillah… ga punya dasar iman.
Menjadi fundamentalis… Alhamdulillah… berarti dasar imannya mantap!
cape deh .. dari halaman ke halaman isinya cuma sumpah serapah ... tidak ada kesejukan .. dendam membara terus, hancurkan, habiskan, bunuh, atas nama Alloh .. apakah Alloh punya sifat seperti itu ya ...
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Rusia Gunakan Facebook untuk Perang
- Mubarak Temui Obama Untuk Menyelesaikan Isu Timur Tengah?
- NATO Menghentikan Operasinya Pada Hari Pemilihan Afghanistan
- Tentara Zionis Israel Tangkap Muslim Palestina Tuk Diambil Organ Tubuhnya
- Taliban Memperketat Serangannya Jelang Pemilihan Afghanistan
- Proposal Kerjasama Ramadhan 1430 H
- Roket Mendarat di Istana Kepresidenan di Kabul
- 12 Pengikut Jamaah Tabligh Diciduk Polisi
- Pangdam Diponegoro: Lihat Orang Bersorban, Laporkan Saja!
- Netbook Rp 1 Juta Siap Banjiri Pasar
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- ICMI Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Islami
- Nasib UU No. 1/PNPS/1965 Akan “Digantung”
- Ansor Dukung Pengembangan Yogyakarta Sebagai Kota Toleransi
- Ratna Sarumpaet Roadshow Diskusi Nikah Sirri (??)
- April, Putusan Final Sidang UU Penodaan Agama
- MK Serius Kaji UU Penodaan Agama
- MUI Bangka Haramkan “Valentine Day” bagi Muslim
- Muzadi: Gus Dur Mampu Menjadikan Islam “Rahmatan lil Alamin”
- MK Janji Independen Soal Uji Materi UU Penodaan Agama
- Menag: Ada yang Menginginkan Kebebasan Agama Tanpa Batas
. on 19/08/09 08:12 AM said:
Bukan, radikal & ekstrim kyai.. Tapi mencintai jihad fii sabilillah. Tegas terhadap kafir harby. Sekaligus saling mengasihi sesama mukmin..Kalau nyang liberal sih itu mah dah kebablasan. JIL (Jaringan Iblis Laknatullah).