Mujahidin Taliban Pakistan: Pemboman Itu Adalah Hadiah Bagi Utusan AS
Oleh Althaf pada Selasa 18 Agustus 2009, 09:34 AM
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Mujahidin Taliban mengaku bertangung jawab atas serangkaian pemboman yang terjadi selama dua minggu ini di lembah Swat dan mengatakan bahwa pemboman terakhir yang terjadi pada hari Senin (17/8) merupakan sebuah pesan yang khusus diberikan pada utusan AS yang sedang berkunjung ke Pakistan bahwa mujahidin masih memiliki kekuatan meskipun angkatan bersenjata Pakistan telah merebut wilayahnya.
Serangan tersebut, yang terjadi bersamaan dengan serangan serupa di sudut lain di barat laut Pakistan, memperlihatkan bahwa mujahidin masih mampu untuk menebar ketakutan bagi para murtadin dan orang-orang kafir, meskipun mereka harus menghadapi tekanan yang cukup besar dari pemerintah maupun media, termasuk pemberitaan mengenai tewasnya pimpinan mujahidin akibat serangan AS pada 5 Agustus lalu.
Perayaan hari kemerdekaan Pakistan oleh penduduk yang kembali ke Swat minggu lalu diwarnai oleh dua ledakan pada Sabtu (15/8) dan Minggu (16/8), adalah yang pertama sejak tentara pemerintah merebut kembali kontrol atas Swat pada Juli silam. Pemboman pertama terjadi di pos
pemeriksaan keamanan, menewaskan lima orang. Dua tentara lainnya meninggal dalam serangan serupa setelah salah seorang mujahidin melakukan
aksi isytisyhad.
Juru bicara Taliban di Swat mengatakan pada hari Senin (17/8) bahwa mujahidin mengatur waktu serangan agar bertepatan dengan kunjungan utusan AS, Richard Holbrooke, yang sudah ditugaskan untuk mendesak Islamabad melakukan penumpasan terhadap para mujahidin yang mengancam Pakistan dan Afganistan.
"Pemboman ini adalah hadiah untuk Holbrooke," kata Muslim Khan. "Taliban tidak bisa disisihkan."
Holbrooke, yang tiba Jumat malam pekan lalu, sudah dijadwalkan untuk pergi ke Mingora, kota utama Swat, pada hari Minggu (16/8) tetapi
membatalkannya, dengan dalih cuaca yang tidak bersahabat.
Holbrook bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan, Yousuf Raza Gilani, pada hari Senin (17/8) dan memuji 'keberhasilan' tentara pemerintah di
Swat dan daerah sekitarnya, berdasarkan keterangan dari staf Gilani.
Gilani berulang kali memohon pada Washington untuk menyediakan pemerintahnya pesawat tempur tanpa awak yang disinyalir ampuh karena
telah berhasil membunuh pimpinan tertinggi Taliban Pakistan, Baitullah Mehsud, di tempat bertahannya di Waziristan Selatan awal bulan ini.
Namun, menurut laporan, AS menolak usulan tersebut.
Pada Senin (17/8), polisi mengklaim mereka menangkap seorang asisten terdekat Mehsud yang sedang diobati di rumah sakit pribadi di Islamabad.
Kebohongan lainnya yang dibuat oleh para murtadin mengenai mujahidin adalah bahwa panglima Qari Saifullah cedera akibat serangan AS Waziristan
Selatan, kata dua orang pejabat polisi.
Letnan Kolonel Akhtar Abbas, panglima tentara di Swat, menyangkal tentaranya membunuh mujahidin yang ada di dalam tahanan.
Abbas mengklaim bahwa aksi isytisyhad mujahidin adalah tanda bahwa Taliban frustrasi dan tidak memiliki kekuatan.
"Mereka lari. Mereka bersembunyi. Jika Tuhan berkehendak, kami akan memberangus mereka habis-habisan," kata Abbas terlalu optimis.
(Althaf/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
ALLahuakbar !! ALLahuakbar !!
Tidak ada ketenangan dan kedamaian bagi kaum yang memerangi ALLah n RasuL-Nya !!
” ketahuilah olehmu bahwa Syorga itu berada di bawah naungan pedang. ” ( HR. Bukhari-Muslim)
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Panglima AS Di Irak Menginginkan Penempatan Pasukan Di Wilayah Yang Diperselisihkan
- Serangan Syahid Pada Basis Kepolisian Boneka Di Nazran
- MILF : AFP Tidak Pernah Berkoordinasi dengan MILF Untuk Menyerang Abu Sayyaf
- Mashaal: Hamas (Yang Sekular -Red.) Bisa Melakukan Pembicaraan Dengan Obama
- Taliban Semakin Tak Terkalahkan di Afghanistan
- Otoritas Nigeria Tangkap 600 Muslim Sipil
- Tiga Lagi Tentara Kafir Inggris Tewas di Afghanistan
- Jam BlackBerry Siap Dirilis?
- Perburuan Noordin Masih Berlangsung, Pengurus Masjid Diimbau Tidak Menerima Tamu Menginap (?)
- Tentara Penjajah AS Bunuh 3 Bocah Irak
Berita Terbaru
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
Berita Terkait
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
. on 18/08/09 03:08 PM said:
Katanya menang dan menguasai wilayah lho kok masih bisa dijadikan bulan-bulanan mujahidin, dasar munafik kebohongan telah tersingkap jelas.