Pemerkosaan Keji Oleh Otoritas Terhadap Muslimah Rohingya
Oleh Hanin Mazaya pada Rabu 05 Agustus 2009, 06:47 AM
MAUNGDAW (Arrahmah.com) - Beberapa waktu lalu, tepatnya 21 Juli 2009, seorang Muslimah Rohingya diperkosa oleh salah satu anggota keluarga otoritas di desa Naribill (Kyaukpinseik).
Muslimah tersebut, Zahida Begum, belum menikah dan tinggal bersama ibunya. Seorang pemuda desa dimana ia tinggal selalu mengunjungi rumahnya dan membuat keributan atas hal-hal yang tidak dimengerti oleh Zahida dan ibunya. Ia mendatangi otoritas desa dan bertemu dengan Nawzir Hussain, putra Sultan dan mengadukan permasalahan yang ia alami serta mengatakan di rumahnya tidak ada anggota keluarga laki-laki.
Nawzir memintanya untuk memberikan sejumlah uang yang akan dibagikan kepada seluruh anggota otoritas di desa tersebut. Ia mengatakan tidak memiliki uang untuk diberikan kepada anggota otoritas karena ia miskin, dan akhirnya ia memberikan anting-anting miliknya, satu-satunya perhiasan yang ia miliki.
Esoknya, Nawzir mendatangi tambak udang yang dimiliki muslimah tersebut, yang menjadi sumber pencaharian keluarganya, dengan dalih akan menyelesaikan masalah. Merasa tidak ada orang lain di sana, muslimah tersebut pamit untuk pulang dan mengatakan hari hampir malam, ia harus pulang ke rumah untuk menemani ibunya yang sendirian di rumah. Tapi, Nawzir memaksanya untuk tetap berada di sana dan mengatakan anggota otoritas yang akan menyelesaikan masalahnya akan segera datang.
Namun, Nawzir tiba-tiba menyerangnya dan memperkosanya seperti binatang. Zahida berusaha berteriak minta tolong, tetapi tidak ada seorangpun di tambak tersebut yang letaknya di luar desa.
Setelah memperkosanya, Nawzir memberikan 20 gram emas dan memintanya untuk diam, tidak membicarakan hal tersebut ke penduduk desa.
Zahida pulang dengan wajah yang penuh air mata dan ia mengadukan apa yang dialaminya kepada ibunya. Ibunya lalu mengadukan masalah tersebut ke sejumlah sesepuh desa dan mengirimkan kasusnya ke Dewan Pembangunan Distrik (DPDC).
Kasus tersebut telah sampai ke tangan kepolisian setempat untuk dilakukan investigasi. Tapi otoritas desa tersebut membuat makar dan menyogok aparat kepolisian yang akhirnya membuat kasus Zahida berbalik menyerangnya.
Kini Zahida berada dalam persembunyian karena dirinya menjadi "buronan" yang tengah dicari-cari polisi atas kasus yang dibuat-buat. Semoga Allah memberi kesabaran padanya dan melindungi dirinya. Amien. (haninmazaya/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Bersabarlah…. Kita Lihat Apa Yang Akan TerJadi 2 Tahun Lagi….......!!!! Saat nya Makar Kuffar Ter Balass…
Iblis dan teman Yahudi, Nasrani dan musyrik lainnya telah berhasil merasuk ke dalam tubuh2 MUNAFIK di sekeliling kita, mgk itu yang mereka maksud demokrasi dan HAM atau bahkan modrenisasi.
Ya ALLAH, Turunkan lah azabMu yang sangat pedih untuk para kuffar itu,
amin
amin
amin
YaRobbal Alamien
Amin…........dan Allah SWT memberiakan kesabaran pd sodara qta.Amin
bukankah yg lalu, pemerinth negri kufur indonesia ini tidak mau membantu pengungsi rohingya? wahai para pemuja demokrasi dan pemerintahan kufur ini, belum mengertikah antum kenapa negri ini masuk ke dalam kemurtadan? dan kenapa diperangi mujahid?
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Jaringan Mafia AS – Israel Dalam Penipuan Jutaan Dolar
- Glenton: Inggris Jadi 'Jongos' Kepentingan AS Di Afghanistan
- Serangan Hacker Pro-Islam Rubah Wilders Jadi Monyet!
- Intel Stop Produksi 'Atom' Generasi Pertama
- 22 Persen Penduduk NTT Dalam Kategori Sangat Miskin
- Syeikh Ayman Al-Zawahiri: Obama Dukung Penyelesaian Masalah Palestina Demi Kepentingan Israel
- Perang Afghan Bisa Menghabiskan Waktu Berpuluh-puluh Tahun
- Memalukan, Dua Tentara Somalia Saling Tembak Gara-Gara Ponsel
- Saeed Bebas, India Sebut Pakistan Menguji Kesabaran
- Gaji Kecil, Banyak Peneliti Indonesia Hengkang ke Luar Negeri
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- Masa Depan Islam di Wondama di Ujung Tanduk
- Aksi Rasisme Kembali Renggut Nyawa Seorang Muslim Di Inggris
- Seorang Perempuan Di Inggris Dipenjara Karena Memeras Muslimah
- Merusak Toko Buku, Anggota Kelompok Zionis Militan Ditangkap Di Paris
- Myanmar Bersedia Repatriasi Manusia Perahu Rohingya
- MER-C: Pengungsi Muslim Rohingnya Bisa Diasimilasi
- Rohingya Harus Diselesaikan Secara Regional
- Muslim Rohingya, Diperlakukan Sewenang-wenang di “Rumah” Mereka, Meninggal di Lautan
- Pengungsi Rohingya Enggan Kembali Ke Myanmar
. on 05/08/09 12:13 PM said:
BANGSAT…...........................tertawalah kalian nantikan pasukan ‘itu’ kan mendatangi kalian