Kepolisian Instanbul Mengopresi Hizbut Tahrir Dengan Tuduhan Makar Terhadap Pemerintah Sekuler Turki
Oleh Althaf pada Rabu 29 Juli 2009, 10:16 AM
ISTANBUL (Arrahmah.com) - Departemen Kepolisian Istanbul memberikan tuduhan terhadap Hizbut Tahrir bahwa kelompok ini memiliki keterkaitan dengan organisasi milik Ergenekon, yang melakukan perencanaan dan strategi militer untuk melawan pemerintah.
Berdasarkan keterangan, Ergenekon merupakan pemimpin yang memanfaatkan pergerakan-pergerakan dari berbagai latar belakang di Turki, baik latar politik ataupun ideologi, untuk menciptakan kekacauan di Turki dengan lebih mudah seiring dengan tujuan mereka untuk memicu intervensi militer di Turki.
Sebelumnya, pada Jumat (24/7) lalu, pihak kepolisian Turki telah menangkap sedikitnya 200 orang anggota HT secara serentak di 23 provinsi yang ada di Turki. Pada penangkapan itu polisi mendapatkan dua pistol tangan, sebuah Kalashnikov, empat senapan, 240 peluru, dokumen-dokumen penting, dan 550 kaos dengan kalimat "Satu Negara di bawah Khilafah."
Ergenekon diketahui mempunyai hubungan dekat dengan beberapa pergerakan, termasuk HT cabang Turki. Hubungan tersebut diketahui pada persidangan kedua yang mendakwa puluhan orang termasuk di antaranya adalah pensiunan aktif, personil militer, dan wartawan.
Sejauh ini, Ergenekon diketahui memiliki hubungan dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), Front Pembebasan dan Revolusi Rakyat (DHKP/c) yang merupakan sayap ekstrim kiri, Hizbullah, Brigade Perlawan Turki (TIT), Persatuan Pekerja dan Petani (TIKKO), Partai Komunis Marxis-Leninis (MLKP), dan juga HIzbut Tahrir (HT).
HT awalnya dibentuk di Palestina oleh seorang cendekiawan muslim Taqiuddin al-Nabhani pada 1953 di Jerusalem. Pembentukan ini didorong oleh rasa kecewa Nabhani atas sikap beberapa negara Arab yang seakan "meninggalkan" Palestina dijajah oleh Israel. Sejak saat itu, HT telah menyebar di lebih dari 40 negara. HT cabang Turki bermarkas di Bahçelievler, sebuah distrik di Istanbul.
Polisi menyatakan bahwa kelompok tersebut tengah berencana untuk membuat kekacauan besar di Istanbul pada perayaan tumbangnya Khilafah. Khilafah terakhir, yaitu Utsmani, ditumbangkan oleh Kemal Atatürk, pendiri Republik Turki, pada 3 Maret 1924. Ia kemudian membentuk Turki sebagai negara Sekular.
Sebuah tuduhan yang tidak mendasar, kalau melihat dari asas perjuangan Hizbut Tahrir sendiri yang sangat anti kekerasan.
Pihak kepolisian Istanbul juga menuduh bahwa pimpinan HT Turki, Cemalettin B., mulai memimpin kelompoknya itu dari Israel, setelah ia lepas dari penjara di Turki. Cemelettin mengirimkan sekian e-mail kepada kawan-kawannya di Israel dan menyiapkan kelompoknya untuk melakukan kekacauan di Turki.
Saat ini, polisi Turki tengah memfokuskan diri pada relasi antara pimpinan HT Turki dengan Israel. Namun, belum ada tindakan hukum dari kepolisian kepada Cemalettin karena posisinya saat ini yang tengah berada di Israel.
Turki merupakan kekhilafahan terakhir, sebelum akhirnya diobok-obok oleh seorang yahudi bernama Musthafa Kamal, dan sejak runtuhnya ke Khilafahan Utsmani Turki, Turki menjadi negara sekuler dan sangat anti dengan yang berbau agama khususnya Islam. Menurut militer Turki mengangkat isu-isu keagamaan sama saja melakukan tindakan subversif untuk meruntuhkan ke sekuleran Turki. (era/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Berita sebelumnya disebut pemerintah munafik Turki, apakah itu sebutannya untuk Presiden dan PM nya juga? Jadi bingung…Bukankah baru kali ini ibu negara Turki sejak khilafah Ustmaniyah runtuh, ada yang menutup auratnya secara syar’i?
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Status Kewarganegaraan Presiden AS Dipertanyakan
- Pemerintah Afghanistan Klaim Melakukan Gencatan Senjata Dengan Mujahidin Taliban Setempat?
- 'Nazi' Hinggapi Situs Open Source ?
- Isi Email Andi Malarangeng Bocor?
- Presiden Nigeria: Kekerasan Di Nigeria Bisa Dikendalikan (???)
- Tujuh Orang Palestina Tewas Dalam Terowongan Gaza
- Gates Selamati Prestasi Pasukan Irak Pasca Penarikan Pasukan AS
- Mujahidin Nigeria Memperluas Serangan
- Rehman Malik: Pimpinan Taliban Di Swat Akan Ditangkap Dalam Waktu Dekat (???)
- Demi Bush, AS Vonis Penjara Seumur Hidup Pada Seseorang Yang Disinyalir Anggota Al-Qaidah
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- Menteri-Menteri Pertahanan NATO Berkumpul Di Turki, Bahas Operasi Afghanistan
- Bobol Media Zionis, Mujahid Turki Kibarkan Bendera Palestina
- Dalih Memperbaiki Relasi, Barak Rangkul Turki
- “Muslim Tak Akan Dihargai Sebelum Memiliki Negara Sendiri”
- Erdogan: Perlu Usaha Bersama Dalam Agenda ‘War on Terror’
- Turki Akan Ambil Alih Komando ISAF Di Kabul
- Kaum Uighur Gelar Protes di Istanbul, Mengecam Cina
- Pemerintah Munafik Turki Tangkap 200 Anggota Hizbut Tahrir
- Komandan Turki Tewas di Afghanistan
- Obama: “AS Tidak Berperang Dengan Islam” (???)
. on 29/07/09 09:19 PM said:
Yang melakukan penangkapan adalah pihak keamanan yang tidak pernah mendukung PM Erdogan sejak awal, dan ingin segera menggulingkan sang PM yang berhaluan islam ini. tapi kenapa, Erdogan yang dicaci maki yaaa?