63 Santri di Surabaya Diduga Terjangkit H1N1

Oleh Althaf pada Selasa 28 Juli 2009, 09:22 AM

Print Recommend (0) Comment (6)

SURABAYA (Arrahmah.com) - Sedikitnya 63 santri Pondok Pesantren (PP) Salafiah Alfitra, Kali Kedinding, Surabaya ditempatkan di ruang isolasi khusus RSUD Haji Surabaya, Senin, karena diduga terjangkit virus H1N1 tipe A (A-H1N1).

"Mereka ini masih `suspect` (diduga). Untuk memastikan, mereka positif flu babi atau tidak, kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Selasa (28/7) besok," kata Direktur RSUD Haji Surabaya, dr. Sukamto, Sp.O.G.

Menurut dia, sebelum masuk rumah sakit yang berlokasi di sekitar Asrama Haji Sukolilo, Surabaya itu, para santri di pondok pesantren asuhan K.H. Asrori tersebut mengikuti serangkaian acara haul, Sabtu (25/7) hingga Ahad (26/7) malam.

Kegiatan haul itu dihadiri sekitar 200 orang dari Singapura dan Malaysia. Setelah acara selesai, sebagian santri mengalami demam dan suhu badan terasa panas.

Sesuai standar penanganan wabah flu babi, lanjut Sukamto, seseorang yang panas badannya di atas 38 derajat Celsius harus dirawat di rumah sakit. Kurang dari 38 derajat Celsius disarankan rawat jalan.

"Dilatarbelakangi kekhawatiran adanya orang asing dalam acara itu, maka 63 santri pondok tersebut diharuskan menginap," katanya.

Menurut dia, dalam perkembangan selanjutnya, sebagian santri itu sudah ada yang panas tubuhnya menurun. "Tapi mereka tidak mau kembali ke pondoknya karena khawatir menular ke santri lainnya," katanya.

Pihak RSUD Haji Surabaya telah mengirimkan sampel darah tujuh santri yang dipilih secara acak itu ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.

Sementara itu, sejumlah pengelola rumah sakit, baik pemerintah maupun swasta di Jawa Timur, menggelar pertemuan tertutup di RSUD dr. Soetomo untuk membahas masalah penanganan wabah flu babi yang semakin hari semakin meluas.

Sayangnya hingga penjelasan usai tidak ada penjelasan dari pihak rumah sakit mengenai hasil pertemuan yang berlangsung tertutup itu. (antara/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

63 Santri di Surabaya Diduga Terjangkit H1N1

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 28/07/09 10:43 AM said:

semoga Allah menyembuhkan mereka, Allahummarabbanas adhibil basya wasfyi, anta syafii laa syifaan illa syifauka, syifaan laa yughadiru saqaman…

amsar on 28/07/09 05:45 PM said:

89. Al Fajr
15. Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.”

amsar on 28/07/09 05:46 PM said:

89. Al Fajr
16. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku”[1575].

amsar on 28/07/09 05:49 PM said:

[1575] maksudnya Allah menyalahkan orang-orang yang mengatakan kekayaan itu adalah suatu kemuliaan dan kemiskinan adalah suatu kehinaan seperti pada ayat 15 dan 16. Tetapi sebenarnya kekayaan dan kemiskinan adalah ujian Tuhan bagi hamba-hamba-Nya.

. on 29/07/09 07:37 AM said:

Brothers, hati-hati jaga tempat wudlu dr upaya antek thoghut memasukkan kuman virus ke dalamnya, jaga..jaga… terutama tempat2 wudlu di pesantren, masjid-masjid yg tdk berasal dr saluran air umum, sumber air diawasi

ZR70 on 06/08/09 10:35 AM said:

Aneh, pesantren yang jauh dari kontak dengan orang Kafir bisa terkana virus ini.
Sepertinya ada Grand design oleh oknum Kafir tertentu agar menjauhi ponpes, menjauhi tholabul ‘ilm. Waspadalah !

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?