Australia Larang Warganya ke RI, Serangan Berikutnya Bisa Terjadi
Oleh Althaf pada Jum'at 17 Juli 2009, 04:40 PM
CANBERRA (Arrahmah.com) - Pemerintah Australia mengeluarkan imbauan kepada seluruh warga negaranya untuk menunda kepergian ke Indonesia. Imbauan itu dikeluarkan menyusul serangan bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton di Jakarta.
Bahkan menurut Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), serangan-serangan berikutnya bisa kembali terjadi di Indonesia.
"Kami menasihati Anda untuk mempertimbangkan kembali keperluan Anda untuk bepergian ke Indonesia, termasuk Bali, pada saat ini dikarenakan adanya ancaman serangan teroris yang sangat kuat," demikian pengumuman Departemen Urusan Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT) dalam situsnya seperti dilansir media Australia, News.com.au , Jumat (17/7).
"Kami terus menerima informasi kredibel bahwa para teroris mungkin sedang merencanakan serangan-serangan di Indonesia dan bahwa Bali tetap menjadi target menarik untuk para teroris," demikian DFAT.
"Jika kalian tetap memutuskan untuk pergi ke Indonesia, kalian harus menerapkan kewaspadaan ekstra," demikian DFAT.
Serangan bom di Marriott dan Ritz Carlton menewaskan setidaknya 9 orang termasuk beberapa warga asing. Puluhan lainnya luka-luka dalam pengeboman itu. (dtk/arrahmah.com)
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
semua adalah permainan anda(australia/sekutu) laknatullah
Austr dah indikasi mo intimidasi Indonesia, dia dibelakang malaysia di kasus ambalat. Dasar keparat…
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- SBY Tuding Ledakan Kuningan Berkaitan dengan Hasil Pemilu
- Gates Tidak Berharap AS Kembali Tambah Pasukan Ke Afghanistan
- Gejala Eksodus Mulai Tampak
- Ledakan Berhasil Menghancurkan Dua Truk Tangki NATO di Pakistan
- Penelitian Mengatakan 1/3 Dari Veteran Irak dan Afghanistan Mengalami Gangguan Mental
- Serangan di Basis Militer AS di Basra Menewaskan 3 Tentara Kafir AS
- Gempar, Tiga Ledakan Dalam Satu Hari Terjadi Di Jakarta
- Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Meledak
- Di Afghanistan, Bom-bom AS Hanya Untuk Membunuh Sipil
- Tentara Uni Afrika Latih Penduduk Somalia Tuk Perangi Mujahidin
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
. on 17/07/09 04:55 PM said:
Then it’s clear for all of us, whenever there will be another attack, Australia is envolve in this bombing attack!!!