Penelitian Mengatakan 1/3 Dari Veteran Irak dan Afghanistan Mengalami Gangguan Mental
Oleh Hanin Mazaya pada Jum'at 17 Juli 2009, 03:29 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Lebih dari 1/3 veteran Irak dan Afghanistan yang pulang ke Amerika Serikat didiagnosa mengalami penyakit mental, termasuk stress, depresi dan alkoholik, setelah kembali dari perang Irak dan Afghanistan.
Penelitian dilakukan kepada 300.000 veteran perang Irak dan Afghanistan. Jumlah tentara yang mengalami depresi meningkat setiap waktunya.
Hampir 37 persen dari para veteran yang berada di pusat-pusat medis, menderita tekanan mental di awal waktu kedatangannya, menurut penelitian yang dipublikasikan di website American Journal of Public Health hari ini (17/7).
Setelah perang Vietnam, 10 persen veteran mendatangi pusat medis untuk para veteran. Kini (setelah perang Irak dan Afghanistan), tercatat 40 persen dari para veteran AS mendatangi tempat tersebut untuk mendapatkan bantuan medis.
Para pekerja medis mulai kewalahan menghadapi pasien yang terus meningkat setiap waktunya.
Penelitian juga menyatakan, kebanyakan dari mereka yang mengalami stres dan depresi adalah para tentara yang berusia muda. Mereka mengalihkan tekanan mental yang mereka alami dengan menggunakan obat-obatan dan alkohol. sedangkan para tentara yang berusia hampir 40-an kebanyakan menderita trauma dan depresi. (haninmazaya/nj/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Serangan di Basis Militer AS di Basra Menewaskan 3 Tentara Kafir AS
- Gempar, Tiga Ledakan Dalam Satu Hari Terjadi Di Jakarta
- Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton Meledak
- Di Afghanistan, Bom-bom AS Hanya Untuk Membunuh Sipil
- Tentara Uni Afrika Latih Penduduk Somalia Tuk Perangi Mujahidin
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 16 Juli 2009
- Mujahidin Somalia Terus Merangsek Ke Gedung Pemerintahan
- AS Puji Islamabad Atas Penanganan Krisis Swat?
- RI Bangun Sistem Pengaman Internet
- Puluhan Dai dan Guru Pesantren Sudah Pernah ke Amerika
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
. on 17/07/09 08:38 PM said:
mampuslah kalian
jadi bangkailah kalian
neraka jahannam tempat kembali kalian kalau tidak tobat
makanlah bara api dunia dan akhirat
majulah mujahidin
kobarkan semangat
tentara ALLAH SWT AMIN