Obama Sangat Berharap Belanda Dapat Terus Mendukung Misi AS di Afghanistan
Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 16 Juli 2009, 07:18 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden negara penjajah AS, Barack Obama mengatakan bahwa dirinya berharap Belanda akan meneruskan dukungannya di Afghanistan, dimana pertempuran antara tentara asing (AS dan sekutunya) melawan Taliban tengah memanas.
"Saya menyadari bahwa melanjutkan partisipasi dalam koalisi di Afghanistan akan melahirkan kontroversi di Belanda," ujar Obama setelah bertemu dengan Perdana Menteri Jan Peter Balkenende di Gedung Putih.
"Apa yang saya bicarakan dengan Perdana Menteri Belanda adalah harapan bahwa hingga musim panas mendatang Belanda masih meneruskan dukungannya dan bergabung dengan tentara koalisi di Afghanistan."
Sedikitnya 2.000 tentara kafir Belanda disebar di Afghanistan, kebanyakan dari mereka berada di provinsi Uruzgan di bawah NATO. Misi mereka di Afghanistan berakhir pada 2010 mendatang.
Obama mengatakan strategi AS di Afghanistan akan mengedepankan 3D, salah satunya pembangunan (Development) dan diplomasi, untuk mengefektifkan penyebaran pasukannya di sana.
"Saya yakin kita memiliki banyak kesamaan, kita dapat bekerja bersama. Kalian siap memerintahkan kami di Afghanistan, termasuk di daerah-daerah berbahaya," ujar Perdana Menteri Belanda.
Selama sesi tanya jawab dengan wartawan, Belkenende meyakinkan bahwa negaranya akan "berhenti menjadi negeri terdepan" di provinsi Uruzgan, dimana para tentara Belanda berkonsentrasi di sana.
"Kami merasa sangat bertanggungjawab. Kami akan pergi dengan kooperatif," lanjutnya.
"Obama sangat mengetahui bahwa Belanda akan meninggalkan Uruzgan pada 2010 mendatang dan ini adalah sesuatu yang telah diketahui sejak beberapa tahun lalu," ujar Floris van Hovell, jurubicara kedutaan Belanda di Washington. (haninmazaya/AFP/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Zionis Tangkap Kru Palestinian TV Dan 19 Warga Sipil Di Tepi Barat
- Pemerintah Syi'ah Iran Bantai 13 Mujahidin Jundullah
- AS Bentuk Brigade Baru Untuk Misinya Di Irak
- Intelektual Cina Menuntut Pembebasan Prof. Tohti
- Keluarga Marwa Al-Sharbini Tuntut Polisi Jerman
- Helikopter Nato Jatuh Di Helmand, Afghanistan
- AS Dukung Blogger RI (???)
- Anggaran Naik, TNI Siapkan Pengadaan Alutsista Baru
- Pakistan, Bentrokan Terjadi dan Sebuah Tanker NATO Meledak
- Angkatan Perang Islami Gedo Dikirim Ke Mogadishu
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
- NATO Menyeru Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Untuk Menyerah?
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
. on 16/07/09 08:19 AM said:
belanda mah sukaknya di negara “kondusif” kayak Indonesia