Intelektual Cina Menuntut Pembebasan Prof. Tohti
Oleh Prince of Jihad pada Rabu 15 Juli 2009, 12:48 PM
Lebih dari 100 penulis dan intelektual Cina menandatangani sebuah petisi bagi pembebasan seorang intelektual dan ekonom Profesor Ilham Tohti. “Profesor Ilham Tohti adalah seorang intelektual yang mengabdikan diri bagi persahabatan untuk kelompok ethnik dan mencoba menghilangkan konflik antara mereka. Tohti tidak semestinya dijadikan tersangka kriminal”, tulis surat itu.
Tohti diketahui hilang dari rumahnya akhir pekan lalu, dan dikabarkan telah ditangkap pihak berwenang. Setidaknya lebih dari 1500 orang telah diculik pihak aparat Cina, yang ingin memberangus gerakan rakyat muslim Uigur, yang menuntut keadilan dari pemerintah pusat Cina. “Kalau pemerintah ingin mengajukan tuntutan hukum terhadap Ilham Tohti, mereka harus melakukannya dengan terbuka dan yang lebih penting lagi mendapat kepercayaan dari warga Uigur”, demikian isi pernyataan 100 orang intelektual Cina.
Sebenarnya, Tohti mengelola situs Uigur.cn, merupakan situs penting untuk terjadinya dialog antara suku Han dengan Uigur. Namun, dalam sebuah pidatonya di telivisi yang disiarkan 16 Juli, Gugernur Xinjiang Nur Bekri, menuduh situs itu membantu mengatur pembrontakan rakyat dan menghasut, dan menentang pemerintah serta menyebarluaskan propaganda. Para intelektual Cina itu, juga meminta pemerintah pusat di Beijing melakukan intropeksi dengan terjadinya ‘pembrontakan’ di Uigur,yang hakekatnya rakyat di wilayah itu menuntut keadilan.
Awal terjadinya peristiwea, tak lain dipicu konflik antara suku Han dengan Uigur, yang meyebabkan tewasnya dua orang suku Uigur, dan menimbulkan protes yang meluas di seluruh wilayah itu. Terutama di ibukota Urumqi. Protes yang berlangsung 5 Juli itu, mengakibatkan tewasnya lebih dari 600 orang penduduk muslim di Propinsi Xinjiang, dan ribuan lainnya yang ditangkap dan ditahan serta luka-luka, akibat kekerasan aparat keamanan.
Belakangan pemerintah Cina menuntut Perdana Menteri Turki, Recep Tayyib Erdogan, yang telah mengeluarkan pernyataan keras, dan menuduh pihak militer Cina melakukan ‘genosida’, dan menuduh Turki telah melakukan campur tangan ke dalam urusan dalam negeri Cina. Yang Jiechi, juru bicara kementerian luar negeri Cina, mengatakan, ‘Peristiwa di Urumqi merupakan kejahatan yang tidak termaafkan’, ucapnya. (eramuslim/bbc/arrahmah)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Keluarga Marwa Al-Sharbini Tuntut Polisi Jerman
- Helikopter Nato Jatuh Di Helmand, Afghanistan
- AS Dukung Blogger RI (???)
- Anggaran Naik, TNI Siapkan Pengadaan Alutsista Baru
- Pakistan, Bentrokan Terjadi dan Sebuah Tanker NATO Meledak
- Angkatan Perang Islami Gedo Dikirim Ke Mogadishu
- Target Jihad Seterusnya, Negara Komunis China!
- Meninggalnya Ulama' Besar Syaikh Abdullah Al-Jibrin -rahimahullah-
- Kompetisi Qiro’atil Qur’an SKI Poltek Perkapalan ITS 2009 “Alhamdulillah Luar Biasa!”
- Sok Pahlawan, Mullen Desak Irak Selesaikan Perselisihan Internalnya
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Mahkamah AS Menolak Permohonan Tahanan Uighur
- China Mata-matai 4,65 Juta Komputer
- Kesepakatan Kopenhagen, AS Tetap Diuntungkan, Negara Dunia Ketiga Tetap Jadi Korban
- Cina Eksekusi Mati Delapan Muslim Uighur
- Muslim Cina Tahanan Guantanamo Ditampung Di Palau
- Perjuangan Menghadang Pornografi di China
- Marak Aksi Penyuntikan Misterius Di Urumqi, Xinjiang Kembali Bergolak
- Ramadhan Ini Muslim Uighur Kembali Jadi Korban Kekejian Pemerintah Cina
- Munafikin Zardari Membenarkan Pembantaian Muslim Uighur
- Muslim Uighur Di Guantanamo Akan Dipindahkan Ke Kepulauan Palau?