Trauma, Mahasiswa Indonesia Ogah Kerja di Mesir
Oleh Althaf pada Ahad 12 Juli 2009, 06:12 AM
PEKANBARU (Arrahmah.com) - Empat mahasiswa yang kini sedang dalam proses perkuliahan di Universitas Al Azhar mengaku masih trauma berat akan penyiksaan yang pernah dialami. Mereka mengaku ingin cepat kembali ke Tanah Air.
Mereka mangaku tidak mau berlama-lama di Mesir apalagi untuk mencari rezeki di negeri berjuluk seribu piramid tersebut.
"Adik saya Faturahman mungkin paling lama sampai September 2009 ini diwisuda. Dia curhat dengan saya kalau ingin cepat pulang begitu juga dengan lainnya. Adik saya mengaku tidak ingin lagi tinggal di Mesir apalagi untuk kerja di sana, mereka katanya sudah kapok," kata Raudatul Firdaus, kakak salah seorang korban penyiksaan di Mesir, Sabtu (11/7).
Khusus adik Raudatul yaitu Faturahman yang kini duduk dibangku semester IV jurusan Tarwiyah, usai wisuda rencananya akan kerja atau melanjutkan kuliah di Indonesia.
"Jikapun tidak, mungkin adik saya akan melamar di klub-klub bola di Tanah Air, karena memang kepandaiannya sejak kecil adalah main bola kaki dan di Mesir juga dia selalu menjadi pemain andalan," puji Roudatul pada adiknya.
Sementara menurutnya sampai hari ini juga keempat mahasiswa korban penyiksaan masih mengalami syok. Setiap malam mereka susah tidur dan selalu teringat atas insiden penyiksan.
Empat mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al Ahzar yakni Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi. Mereka sempat ditangkap polisi setempat karena dituduh terlibat dengan jaringan teroris. Selama ditahan mereka sempat mengalami penyiksaan. (okz/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Tentara Penjajah AS Tembak Mati Seorang Supir Irak
- Berlin Tak Kunjung Merespon Pembunuhan Marwa al-Sherbini
- Serangan AS Kembali Merenggut Hidup Penduduk Sipil Pakistan
- Xinjiang Berdarah, Ummat Digugah
- Cina Larang Media Asing Liput Xinjiang
- Tingginya Jumlah Kematian, Inggris Ragu Mempertaruhkan Pasukannya Di Afghanistan
- Zionis Israel Me-reshuffle Tubuh Militernya
- Ulama Mesjid 'Merah' Lal Memperingatkan Adanya Revolusi Berdarah Bagi Penguasa Pakistan
- Tingkat Bunuh Diri Tentara Salibis AS Meningkat
- 16 Negara Serang Jaringan Komputer Korsel-AS
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Sidang Pendiri dan Pemilik Arrahmah Media Akan Kembali Digelar
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Ba’asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi?
- Saksi: Tersangka Ditembak dari Jarak Dekat
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Wawan Purwanto: Sidik Jarinya Cocok dengan Dulmatin
- “Ulama” Inggris Keluarkan Fatwa Anti-Teror, Katakan Bom Syahid Tidak Ada Dalam Islam