Serangan AS Kembali Merenggut Hidup Penduduk Sipil Pakistan
Oleh Althaf pada Sabtu 11 Juli 2009, 02:48 PM
PAINDA KHEL (Arrahmah.com) - Lima orang penduduk sipil harus kehilangan hidupnya akibat kembali berulahnya pesawat tanpa awak AS di Waziristan Selatan, kata pejabt intelejen. AS berdalih menyerang wilayah yang dijadikan sebagai pusat komunikasi mujahidin Taliban.
Pesawat tempur tersebut menembakkan dua misil selama penyerangan hari Jumat (10/7) kemarin untuk menyerang pusat komunikasi yang dijalankan oleh Baitullah Mehsud, pimpinan Taliban Pakistan, di wilayah Painda Khel, Waziristan Selatan.
"Wilayah tersebut hancur total, dan kami memperoleh laporan mengenai tewasnya lima militan," bual salah seorang anggota agen intelejen pada Reuters.
Belakangan ini, AS meningkatkan jumlah serangannya melalui pesawat tanpa awak yang mahal dan beresiko itu di wilayah barat laut Pakistan, tepatnya di Waziristan Selatan, yang disinyalir menjadi tempat persembunyian dan pertahanan Baitullah Mehsud dan jaringannya.
Serangan udara brutal AS seringkali dimaksudkan untuk menghabisi para mujahidin. Namun yang terjadi justru, penduduk sipillah yang selalu menjadi korban dari dijatuhkannya misil AS tersebut. Lebih dari 500 warga sipil Pakistan kehilangan hidupnya akibat serangan tidak manusiawi yang dilancarkan oleh AS.
Islamabad, lagi-lagi, hanya bisa mengutuk berbagai serangan yang telah banyak melumat rakyat Pakistan. Tidak ada tindakan tegas, kecuali para penguasa murtad tersebut menjadi budak kepentingan AS. Bahkan beberapa laporan mengatakan, pesawat perenggut nyawa itu tinggal landas dari salah satu basis udara yang ada di wilayah Pakistan. (Althaf/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Xinjiang Berdarah, Ummat Digugah
- Cina Larang Media Asing Liput Xinjiang
- Tingginya Jumlah Kematian, Inggris Ragu Mempertaruhkan Pasukannya Di Afghanistan
- Zionis Israel Me-reshuffle Tubuh Militernya
- Ulama Mesjid 'Merah' Lal Memperingatkan Adanya Revolusi Berdarah Bagi Penguasa Pakistan
- Tingkat Bunuh Diri Tentara Salibis AS Meningkat
- 16 Negara Serang Jaringan Komputer Korsel-AS
- Sikap Anti-Islam dan Pelecehan Terhadap Hijab Berlanjut Dalam Harian Die Welt
- PITI: Umat Islam Harus Bantu Muslim Uighur
- Mujahidin Somalia Tangkap Tujuh Mata-Mata
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel