Ulama Mesjid ‘Merah’ Lal Memperingatkan Adanya Revolusi Berdarah Bagi Penguasa Pakistan
Oleh Althaf pada Sabtu 11 Juli 2009, 09:11 AM
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Dua tahun setelah angkatan perang Pakistan menyerang Mesjid Lal, para ulama di ibukota Pakistan pada hari Jumat (10/7) kemarin meminta pemerintah munafik untuk menegakan hukum-hukum Islam. Jika tidak, pemerintah harus menerima resiko adanya revolusi berdarah.
"Para penguasa harus mengumumkan syariat Islam melalui majelis nasional," kata Maulana Abdul Aziz, yang pernah ditangkap pemerintah pada Juli 2007 dalam rangka membersihkan mujahidin yang terkait dengan al-Qaidah yang disinyalir mempengaruhi Mesjid Lal.
Ia ditangkap karena mencoba mengungkapkan dan membeberkan seputar penyerangan terhadap muslimah yang mengenakan burka.
Pembebasannya yang dilakukan 21 tahun kemudian telah kembali meningkatkan kekhawatiran pemerintah munafik Pakistan bahwa Mesjid Lal akan kembali menjadi ancaman bagi Islamabad.
"Jika mereka tidak menegakkan syariat, maka mereka harus menerima resiko adanya revolusi berdarah," tambah Aziz.
Maulana Abdul Aziz juga menekankan mengenai kebrutalan angkatan perang Pakistan yang saat ini sedang melakukan operasi melawan mujahidin di Swat dan sekitarnya.
"Jika kalian (penguasa) ingin menyelesaikan masalah, kalian harus menghentikan operasi di Swat dan beberapa daerah yang ada di barat laut, kemudian tegakkan syariat di Pakistan," kata Aziz, yang juga meminta para pengikutnya untuk berjanji melanjutkan perjuangan menegakkan hukum-hukum Islam.
Selama shalat Jumat, para jama'ah meneriakkan "al-Jihad al-Jihad", "Hidup Islam!", "Hidup Mujahidin!", dan "Allahu akbar".
Para remaja mengenakan peci merah yang selalu dikenakan oleh Abdul Rashid Gazi, saudara laki-laki Aziz. Ghazi, sosok yang sangat menonjol dari mesjid tersebut, syahid dalam insiden 2007.
"Kalian telah membunuh satu Ghazi. Di sini ada ribuan Ghazi lainnya yang siap mengorbankan dirinya di jalan Allah," kata Aziz.
Pemerintah murtad Pakistan memerintahkan pasukannya untuk mengepung mesjid pada tanggal 3 Juli 2007 untuk menghadang timbulnya bentrokan antara polisi dengan para mujahidin yang menjadikan mesjid Lal sebagai basis kampanye Islam dan jihad di Islamabad.
Pada 10 Juli, angkatan perang pemerintaha menyerang banguan mesjid juga sekolah khusus muslimah, dalam operasi yang menyebabkan 100 orang meninggal.
Insiden di mesjid itu menyebabkan gelombang kemarahan dan balas dendam kaum muslimin, terutama mujahidin, yang tidak terbendung di seluruh Pakistan. (Althaf/afp/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Tingkat Bunuh Diri Tentara Salibis AS Meningkat
- 16 Negara Serang Jaringan Komputer Korsel-AS
- Sikap Anti-Islam dan Pelecehan Terhadap Hijab Berlanjut Dalam Harian Die Welt
- PITI: Umat Islam Harus Bantu Muslim Uighur
- Mujahidin Somalia Tangkap Tujuh Mata-Mata
- Cina Larang Diadakannya Sholat Jumat di Masjid Urumqi
- Ledakan Mematikan Hantam Thailand Selatan
- Bom Ranjau Bunuh Lima Tentara Boneka Pakistan
- AS Membayar Uganda Untuk Mempersenjatai Tentara Pro-Pemerintah Somalia
- Bom Ranjau, Ancaman Nomor Wahid di Afghanistan
Berita Terbaru
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- Bali Sambut Obama, Jalan Berlubang Mendadak Ditambal
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
Berita Terkait
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Pejabat Pakistan : Yang Tertangkap di Pakistan Bukan Gadahn
- Predator AS Kembali Memakan Korban Sipil Pakistan, Lima Tewas
- Ledakan Bom Bunuh 15 dan Hancurkan Kantor Intelijen di Lahore
- Holbrook Ragukan Komitmen Pakistan
- AS Akan Pasok 1000 Peti Bom Ke Pakistan
- Drone AS Telah Bunuh 1.200 Orang Dalam Enam Tahun di Pakistan
- Tangki Oli NATO Kembali Diserang di Pakistan
- AS Tepis Miliki Perjanjian Nuklir Dengan Pakistan
. on 13/07/09 06:48 AM said:
Alloh akbar, subhanAlloh. mari saudar2ku, kita luruskan niat tingkatkan semangat jihad dan da’wah. kita sambut kemenangan saudara2 kita di luar dengan kesiapan kita untuk sewaktu2 menghadapi perjuangan menegakan syariah di Indonesia.