16 Negara Serang Jaringan Komputer Korsel-AS
Oleh Althaf pada Sabtu 11 Juli 2009, 07:13 AM
SEOUL (Arrahmah.com) - Gelombang serangan hacker ke sejumlah situs di dua negara Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) diketahui berasal dari 86 alamat IP di 16 negara.
Hal itu diungkapkan anggota parlemen Korea Selatan, Chung Chin-Sup kepada wartawan, seperti dikuti Yahoonews, Jumat (10/7). Pernyataan itu dilontarkan Chin setelah memberikan pengarahan kepada National Intelegence Service (NIS), Korsel untuk menyelidiki lebih lanjut alamat IP penyerang.
Chin mengatakan, 16 negara tersebut antara lain, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jepang, dan Guatemala.
"Sejauh ini Korea Utara memang tidak termasuk ke dalam 16 negara asal 86 alamat IP tersebut," kata seorang anggota parlemen lainnya, Park Young-sun.
Kendati demikian, NIS tetap menduga bahwa Korea Utara tetap dapat dituding berada di belakang penyerangan tersebut. Sebelumnya, Korsel telah 'keukeuh' mencurigai dalang dari penyerangan tersebut adalah Korea Utara.
Tak hanya Korsel, pemerintah AS juga menuding Korea Utara sebagai biang keladi dari penyerangan. Tapi untuk membuktikan penyerangan itu, AS mengaku sangat kesulitan.
Tudingan ke arah Korea Utara, cukup beralasan, karena Korea Utara sedang di sorot dunia internasional terkait ujicoba rudal nuklir dan roket yang dilakukan negara di bawah kepemimpinan Kim Jong Ill tersebut. (okz/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Sikap Anti-Islam dan Pelecehan Terhadap Hijab Berlanjut Dalam Harian Die Welt
- PITI: Umat Islam Harus Bantu Muslim Uighur
- Mujahidin Somalia Tangkap Tujuh Mata-Mata
- Cina Larang Diadakannya Sholat Jumat di Masjid Urumqi
- Ledakan Mematikan Hantam Thailand Selatan
- Bom Ranjau Bunuh Lima Tentara Boneka Pakistan
- AS Membayar Uganda Untuk Mempersenjatai Tentara Pro-Pemerintah Somalia
- Bom Ranjau, Ancaman Nomor Wahid di Afghanistan
- Muslimah Kashmir Kembali Dianiaya, Demonstrasi Besar Kembali Digelar
- Pasca Penarikan Mundur Pasukannya, Militer AS Kembali Sial
Berita Terbaru
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Pesawat Tempur Israel Mengebom Gaza Selatan
Berita Terkait
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan