Human Rights Watch: Kafir Rusia Beserta Pejabat Antek Chechnya Aniaya Keluarga Mujahidin
Oleh Althaf pada Jum'at 03 Juli 2009, 03:21 PM
(Arrahmah.com) - Organisasi HAM, Human Rights Watch, meminta Moskow menghentikan pembakaran rumah-rumah milik keluarga mujahidin Chechnya dan memanggil juga mengadili para pelaku pembakaran tersebut, ungkap BBC.
Dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Kamis (2/7), dicatat bahwa tahun 2008 pejabat antek Chechnya, termasuk pimpinan komplotan murtad Ramzan Kadyrov, mengeluarkan pernyataan publik bahwa keluarga para mujahidin mesti dihukum jika mereka tidak meyakinkan keluarga mereka yang menjadi mujahidin menyerahkan diri pada penjajah.
Berdasarkan laporan tersebut, kelompok-kelompok eksekutor biasanya beraksi pada malam hari, selalu mengenakan kedok, tiba dengan beberapa mobil, menodongkan pistol mereka ke arah penduduk dan memaksa mereka keluar dari rumah mereka. Sesudah itu, rumah dibakar dan orang-orang keji itu mencegah pemilik atau tetangga mereka memadamkan.
Menurut HRW, 26 rumah tempat tinggal keluarga mujahidin, dibakar antara Juni 2008 dan Juni 2009.
Laporan tersebut menjelaskan 13 kasus, yang paling baru terjadi pada 18 Juni lalu.
Dalam memorial yang dikeluarkan oleh Pusat HAM, dilaporkan bahwa seitar pukul 5 sore waktu setempat, para pejabat munafik yang tergabung di bawah payung pelayanan hukum, membakar dua rumah milik keluarga salah satu mujahid di desa Engel-Yurt, distrik Gudermes.
Lembaga tersebut telah mewawancarai 37 warga Chechnya, termasuk mantan pemilik atau penghuni rumah yang dibakar, untuk melengkapi bukti. Para korban mengatakan bahwa orang-orang yang menyerang mereka mengatasnamakan suruhan pemerintah boneka Chechnya.
Dalam lebih dari 100 kasus yang dibawa ke pengadilan, Mahkamah HAM Eropa menemukan bahwa Rusialah yang bertanggung jawab atas kekerasan serius terhadap hak-hak orang Chechnya.
Para penyelidik itupun menegaskan bahwa pembakaran rumah merupakan salah satu jenis taktik yang biasa dilakukan oleh para penguasa, bukan hanya di Chechnya, tapi di negara-negara lainnya.
Sementara itu, kelompok HAM lainnya, Amnesti Internasional, mengatakan dalam laporan yang diterbitkan Rabu (1/7) bahwa lebih dari 60 kuburan massal ditemukan di Chechnya sejak dimulainya perang untuk pertama kali pada tahun 1994. (Althaf/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- "The Wanted" Program Siaran Perburuan Jihadis dari NBC
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 2 Juli 2009
- Greenpeace Serang HP, Dell dan Lenovo
- Data Kemiskinan BPS Masih Dipertanyakan
- Negeri-Negeri Muslim Masuk Indeks Negara Yang Gagal Tahun 2009
- Bom Tewaskan Tentara Boneka Irak, Lukai 10 Orang Lainnya
- Administrasi Islami Wilayah Gedo Minta Pemerintah Munafiknya di Ethiopia Kembali Ke Somalia
- MILF Berjanji Akan Hentikan Penangkapan Muslim Sipil di Selatan Philipina
- Lagi, Serangan Bom Tewaskan Dua Pejabat Polisi di Baratlaut Pakistan
- Propaganda Terus Berlangsung, Perjuangan Mujahidin Pakistan Tak Akan Surut
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Korsel : Perjalanan ke Moscow Membahayakan
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
- Tentara Teroris Rusia Serang Sebuah Desa di Ingushetia
- Konvoy Militer Diserang di Dagestan, Sekitar 10 Tentara Teroris Rusia Tewas dan Terluka
- NATO Akan Adakan Latihan Militer Gabungan Terbesar Di Baltik
- Rusia Ancam Akan Bereaksi Terhadap Ekspansi NATO