Kesetaraan Jender Ternyata Ciptakan Eksploitasi Terhadap Perempuan
Oleh Althaf pada Rabu 01 Juli 2009, 08:19 AM
JAYAPURA (Arrahmah.com) - Pemerhati Masalah Perempuan, Asri Supatmiati di Jayapura, Rabu (1/7) menyatakan, gagasan kesetaraan jender yang saat ini banyak diusung kaum feminis ternyata hanya menciptakan jalan untuk mengeksploitasi para perempuan.
"Para feminis ini menghendaki agar kaum perempuan diberi hak-hak yang setara dengan laki-laki dengan menghilangkan diskriminasi," ujarnya.
Selanjutnya dia menjelaskan, para feminis menganggap kewajiban para perempuan di dalam kehidupan rumah tangga sebagai beban yang menghambat kemandirian sehingga harus disingkirkan walaupun dengan cara mereduksi nilai-nilai budaya dan agama. Misalnya peran sebagai ibu untuk mengandung, menyusui, mendidik anak dan mengatur urusan rumah tangga.
Sementara itu, sistem kehidupan kapitalisme yang saat ini diterapkan hampir di seluruh bidang kehidupan masyarakat, menuntut para perempuan juga harus mampu menghasilkan materi sebagai perwujudan eksistensi dan aktualisasi diri mereka di ranah publik.
Akibatnya, perempuan yang berusaha menunjukkan jati dirinya di dunia kerja yang pekat dengan nilai-nilai kapitalisme dengan meninggalkan kehidupan domestik justru terjebak dalam sistem kehidupan ini sehingga memurukkan harkat dan martabatnya.
"Para perempuan ini, antara sadar dan tidak, menjadi ujung tombak dalam sistem ekonomi kapitalisme. Jadi model, sales promotion girl, public relation sampai profesi sebagai pelobi hampir selalu berada di pundak mereka untuk mendatangkan pundi-pundi rupiah," tandas Asri.
Di sisi lain, perempuan terdidik yang berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi, tidak luput dari lingkaran eksploitasi. Menurut Asri, tenaga dan pikiran mereka diperas habis-habisan untuk menggerakkan roda-roda perekonomian dengan lebih banyak menghabiskan waktu di gedung-gedung perkantoran daripada di rumah.
Bahkan, eksistensi perempuan di ranah publik kapitelisme justru semakin mendudukkan posisi mereka dalam kubangan libido laki-laki yang tidak punya benteng iman dan takwa.
Oleh karena itu, Asri menegaskan gagasan kesetaraan jender adalah racun bagi kaum perempuan sendiri.
Gagasan yang berasal dari dunia barat ini, bukan merupakan jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan perempuan.
Sebaliknya, menyetarakan posisi perempuan dan laki-laki menimbulkan persoalan baru bagi perempuan dan bahkan masyarakat pada umumnya. Seperti tingginya angka perceraian yang melahirkan orang tua tunggal, rendahnya angka natalitas, maraknya pelecehan seksual terhadap perempuan dan lain sebagainya.
"Masyarakat jangan tertipu dengan ide kesetaraan jender, jika ingin menyelamatkan generasi dan bangsa dari kehancuran," tegas Asri. (Althaf/antara/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
this is the end of hypocrisy of modern ‘scum’ feminism. let’s promoting our beautiful islamic womanhood.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Prabowo Akui Ekonomi Indonesia ‘Mbahnya’ Liberal
- Pemerintahan Islami Kota Kismayo Akan Serang Ethiopia Dan Kenya
- Mujahidin al-Shabaab Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Tentara Pemerintah di Bay dan Bakol
- Lagi, Serangan Udara Brutal AS Tewaskan Puluhan Sipil Afghanistan
- 'Unit Ansar' Bertanggung Jawab Atas Serangan Pada Sejumlah Situs Rusia
- MUI Menunggu Klarifikasi Arab SAudi Soal Kehalalan Vaksin Meningitis
- Lagi, Empat Tentara Penjajah AS Tewas di Baghdad
- Dua Orang Terlihat di Lokasi Kejadian Sebelum Terjadi Peledakan di Maguindanao
- Al-Shabaab Lakukan "Sweeping" Makanan Kadaluarsa
- Militer Pakistan : Operasi Swat "Hampir Berakhir" (???)
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Tongkat Umar on 01/07/09 10:19 AM said:
alhamdulillah ibu asri ini skrg jadi tau yg sebenarnya ..... kasih tau yang lainnya ibu, terutama kpd wanita2 yg sok modern tapi ngga tau apa arti modern .....