Prabowo Akui Ekonomi Indonesia ‘Mbahnya’ Liberal
Oleh Althaf pada Rabu 01 Juli 2009, 08:12 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Pernyataan ini disampaikan oleh calon presiden Prabowo Subianto. Prabowo juga kembali mengatakan bahwa saat ini pemerintahan telah menjalankan paham liberalisme.
Dalam dialog ekonomi kerakyatan berbasis koperasi yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Mal Thamrin City Jakarta, Senin (29/6) lalu itu, Prabowo menyinggung liberalisme ekonomi di Indonesia. "Ini bukan liberal lagi, tapi 'mbahnya' liberal," lontar Prabowo.
Karena itu, Prabowo Subianto menawarkan koperasi sebagai salah satu pokok dari ekonomi kerakyatan. "Di seluruh dunia koperasi menjadi kekuatan penting," ucapnya. Hadir dalam acara itu Ketua Umum Dekopin Adi Sasono serta para ketua induk koperasi Indonesia
Dalam dialog tersebut, Prabowo memaparkan konsep ekonomi kerakyatan kepada ratusan pendukung dari perajin kecil.
Pasangan Megawati Soekarnoputri tersebut juga mengkritik bocornya keuangan negara yang mencapai Rp 200 triliun per tahun, pendapatan di daerah-daerah yang mengalir ke luar daerah, serta para pengusaha daerah yang tidak dapat bersaing karena kebijakan yang salah.
"Pengrajin rotan banyak yang gulung tikar karena pemerintah mengizinkan ekspor rotan dalam bentuk bahan baku," tegasnya.
Ketika ditanya tentang langkah apa yang akan dilakukan untuk mengatasi kredit UKM yang terlalu tinggi bunganya, Prabowo menjawab bahwa pasangannya dengan tegas akan menginstruksikan bank pemerintah agar tidak menyalurkan kredit untuk proyek-proyek mewah yang tidak bisa dirasakan rakyat kecil.
"Bank Mandiri memberikan Rp 19,8 triliun untuk membangun apartemen mewah. Kalau disalurkan ke desa-desa, bisa untuk kredit 48 juta petani. BRI dulu bank tani dan nelayan. Sekarang punya nasabah 32 juta petani dengan jumlah Rp 31 triliun. Tapi berapa uang yang kembali ke desa? Uangnya mengalir ke pengusaha," lontarnya dan disamput tepuk tangan para pendukung.
Menjawab pertanyaan penguatan ekonomi di daerah, mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan bahwa pasangannya sudah mencanangkan peningkatan alokasi APBD untuk setiap desa minimal Rp 1 miliar. "Kita akan mengentaskan kemiskinan dengan drastis lewat sektor pertanian di desa," ucap Prabowo.
Ditanya tentang maraknya penggusuran PKL, menurutnya, pemerintah harus tetap bertanggung jawab terhadap seluruh PKL yang digusur dengan mencarikan solusi. "Saya menentang gusur mengusur. Kalau ada yang gusur kita lawan," ajaknya.
Tentang permintaan para perajin untuk menghentikan impor barang kerajinan, Prabowo menjawab bahwa pelarangan impor terlalu drastis sulit dilakukan. Namun, ada cara-cara lain dengan mendorong produksi dalam negeri membuat kebijakan yang berpihak kepada pengusaha dalam negeri. "Seluruh sekolah, kampus, lembaga-lembaga pemerintah harus menggunakan produk dalam negeri," tegasnya.
Sebelum diskusi berlangsung, Prabowo menyempatkan melihat-lihat hasil kerajinan dalam negeri yang berada di dalam mal tersebut serta membeli dua pasang baju koko.
Ia juga mendapatkan lukisan bergambar wajahnya dari seorang pelukis yang membuka usaha di mal tersebut. "Wah terlalu ganteng lukisannya. Ini kira-kira saat menang," ucapnya sambil melihat lukisan. (Althaf/hdytlh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pemerintahan Islami Kota Kismayo Akan Serang Ethiopia Dan Kenya
- Mujahidin al-Shabaab Bersumpah Lanjutkan Perang Melawan Tentara Pemerintah di Bay dan Bakol
- Lagi, Serangan Udara Brutal AS Tewaskan Puluhan Sipil Afghanistan
- 'Unit Ansar' Bertanggung Jawab Atas Serangan Pada Sejumlah Situs Rusia
- MUI Menunggu Klarifikasi Arab SAudi Soal Kehalalan Vaksin Meningitis
- Lagi, Empat Tentara Penjajah AS Tewas di Baghdad
- Dua Orang Terlihat di Lokasi Kejadian Sebelum Terjadi Peledakan di Maguindanao
- Al-Shabaab Lakukan "Sweeping" Makanan Kadaluarsa
- Militer Pakistan : Operasi Swat "Hampir Berakhir" (???)
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 29 Juni 2009
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- AS-India Akan Segera Resmikan Kerja Sama Perekonomian
- Menkeu: 2009 Bukan Tahun Mudah Bagi Perekonomian
- Faktor Ekonomi Paksa Rahmat Melompat
- Prof Meuleman: Barat Juga Melaksanakan Syariat Islam
- Menko Perekonomian: Jangan Halangi Modal Masuk
- Australia Puji Daya Tahan RI Dalam Krisis (?)
- Geithner Akui Anggaran AS Defisit
- Kasus Eksploitasi Anak Marak di Solo
- Tim Sukses Hamid Karzai Mendapat Serangan
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Berjanji Akan “Mengacaukan” Pemilihan di Afghanistan
. on 01/07/09 02:48 PM said:
entar ekonomi liberal lagi yang dipake,,,hehehehehe….....