Panglima Baru AS Mengubah Siasat Perang Afganistan
Oleh Althaf pada Sabtu 13 Juni 2009, 09:14 AM
LONDON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat berencana untuk mengkaji ulang strateginya di Afghanistan sebagai respon atas kemarahan yang meluas mengenai tingginya jumlah warga sipil yang menjadi korban serangan mereka, sebagaimana yang dikatakan oleh panglima AS pada Jumat (12/6).
Letnan Jenderal Stanley McChrystal mengatakan bahwa ia akan fokus dalam menyeimbangkan pengaruh taktis operasi jangka pendek dengan efek strategi jangka panjang, sembari menekankan bahwa melindungi penduduk merupakan salah satu fokus utama dalam memperoleh keseimbangan tersebut.
"Satu hal yang akan kami lakukan adalah mengkaji ulang semua aturan perang dan semua instruksi terhadap masing-masing unit, dengan penekanan bahwa kami berperang untuk penduduk dan terlibat dalam melindung mereka dari musuh maupun dari operasi kami sendiri," kata McChrystal pada BBC.
"Kami tahu bahwa meskipun operasi dilakukan dengan alasan yang benar namun memiliki dampak negatif, hal tersebut dapt memberikan pengaruh yang negatif pula bagi semua pihak."
McChrystal, mantan panglima pasukan khusus di Irak, akan mengambil komando atas 56.000 pasukan AS dan 33.000 tentara NATO dari berbagai negara, menggantikan Jenderal David McKiernan, yang diberhentikan bulan lalu.
Tingginya jumlah korban sipil akibat serangan AS ini menjadi isu yang cukup sensitif dimana pimpinan munafik Afghanistan maupun penduduk lokal, juga komunitas internasional, menentang keras dan melemparkan kritik yang tajam terhadap militer AS, sang polisi dunia.
Sebuah serangan udara bulan lalu di barat Afghanistan menewaskan warga sipil dalam jumlah terbesar. AS mengklaim bahwa korban yang tewas akibat serangannya hanya 20-35 orang saja. Sedangkan kenyataannya, korban sipil yang tewas akibat kebrutalan militernya berjumlah sekitar 150 jiwa.
"Hal terpenting bagi kami saat ini adalah melindungi rakyat Afghan sehingga mereka kemudian kembali memihak pemerintahnya yang legal dan efektif," lanjut McChrystal mengenai prioritasnya.
"Sehingga jika kami memenangkan usaha (peperangan di Afghanistan) ini, hal itu terjadi karena kami melindungi penduduk dan sehingga usaha untuk menyerah musuh akan menjadi upaya untuk mendukung prioritas tersebut (merebut simpati publik)."
Saat ditanya mengenai pasukan tambahan yang dikirim ke Afghanistan, ia hanya menjawab bahwa semua usaha akan ditujukan untuk mencegah kebangkitan kembalinya kelompok mujahidin Taliban dan al-Qaeda. (Althaf/reuters/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
SIlahkan kalian mau bwt makar dgn cara apapun….. tetapi ALLAH lah sebaik-baiknya pembuat makar
ALLAHU AKBAR…....
Amerika negeri kebanyakan dihuni oleh manusia berhati syetan, silakan kalian buat semua
program dan rencana maka kami mujahidin insyaAllah akan diberi jalan oleh Allah SWT dalam membasmi dan menghancurkan kalian amin.
Mereka sudah digariskan kalah. Mujahidin pasti menang
Paling strateginya sama kayak yg di Iraq yaitu adu domba antara mujahidin dengan kalangan muslim sunni sehingga kalangan sunni Iraq berbalik memusuhi mujahidin krn dijanjikan pekerjaan dg gaji besar dan suasana aman(tp cm bohong doang kenyataannya).
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Hamas-Fatah Di Tepi Barat Masih Terus Berjibaku
- Bias Media India Mengenai Insiden Sophian
- Hebat, Firefox 3.5 Punya Video Built-in
- Amerika Serikat Anggap Indonesia Strategis
- AS Mengesahkan Bantuan Bagi Pakistan
- Zardari Bersumpah Perangi Taliban Sampai Titik Darah Penghabisan (???)
- CIA: Usamah Bin Ladin Masih Di Pakistan
- Petraeus: Kekerasan Di Afghanistan Capai Tingkat Tertinggi
- Chidambaram: Kepolisian Kashmir Boleh Atur Penempatan Tentara India
- Akses Facebook Tentara AS Dibatasi
Berita Terbaru
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
Berita Terkait
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
. on 13/06/09 04:54 PM said:
KAMI SIAP MENGHADAPI SEGALA STRATEGI KALIAN HEY HIZBUSYAITHON !!! KAMI AKAN SELALU MEMBUAT KEJUTAN2 BARU YANG TDK AKAN PERNAH KALIAN BAYANGKAN SEBELUMNYA ! ALLOHU AKBAR !