Dephan: Kembalikan Anggaran Pertahanan
Oleh Althaf pada Jum'at 22 Mei 2009, 04:29 PM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Departemen Pertahanan mendesak agar alokasi anggaran pertahanan sebesar Rp 260 miliar yang dipotong dari anggaran pertahanan Tahun Anggaran 2009, segera dikembalikan untuk mendukung operasional TNI.
"Kami akan kaji lagi, kita perbarui dan dibahas kembali dengan Depkeu," kata Menhan Juwono Sudarsono, usai menghadiri Rakor Polhukam di Jakarta, Jumat (22/5).
Pada Tahun Anggaran 2009, pemerintah mengalokasikan anggaran pertahanan sebesar Rp 35 triliun atau lebih kecil dibandingkan Tahun Anggaran 2008 yang mencapai Rp 36 triliun. Dana pada 2009 dipotong Rp 460 miliar.
Pengurangan alokasi anggaran pertahanan disertai pemotongan itu, berpengaruh terhadap tingkat pelaksanaan operasi militer, kesiapan operasional baik pemeliharaan alat utama sistem senjata, pemeliharaan kemampuan profesional prajurit dan lainnya.
Karenanya Dephan meminta kembali Rp 460 miliar dana yang dipotong untuk dikembalikan. Namun baru disetujui Rp 200 miliar untuk mendukung pelaksanaan operasional TNI menjaga keutuhan kedaulatan negara.
Juwono menambahkan, pihaknya juga akan melakukan kajian mendalam seberapa besar dana yang harus dialokasikan bagi pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem senjata TNI.
Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso mengatakan, pihaknya tetap berupaya memanfaatkan alokasi anggaran yang terbatas untuk mendukung kualitas pelaksanaan operasi militer, pemeliharaan alat utama sistem senjata, pemeliharaan kemampuan prajurit dan peningkatan kesiapan dan kesiapsiagaan.
"Ya setiap tahun kita selalu mengajukan tambahan anggaran, untuk mendukung peningkatan kualitas pelaksana operasional TNI dan lainnya. Ya kita kelola lah dengan sebaik-baiknya," ujarnya. (Althaf/inlh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- MUI: Vaksin Calhaj Gunakan Enzim Babi
- Depkominfo Enggan Tanggapi Fatwa Haram Facebook
- Mujahidin Inggris dan Amerika Merespon Seruan Jihad di Somalia
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 22 Mei 2009
- Al-Qaeda Keluarkan Ultimatum 15 Hari Untuk Inggris
- Gencarnya Upaya AS Di Afghanistan Bisa Mendorong Mujahidin Masuki Pakistan
- Lagi, 3 Tentara Kafir AS Tewas di Irak
- Israel Kembali Menculik 26 Warga Palestina Di West Bank
- Lagi, Pakistan Meyakinkan Soal Nuklir Mereka
- Polisi Athena dan Imigran Bentrok Karena Al Quran
Berita Terbaru
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
. on 23/05/09 04:32 AM said:
Gw tidak peduli, dng para tentara ini! Mreka sering membunuh tokoh2 islam! Ke neraka saja!