Mujahidin Inggris dan Amerika Merespon Seruan Jihad di Somalia
Oleh Hanin Mazaya pada Jum'at 22 Mei 2009, 06:02 PM
MOGADISHU (Arrahmah.com) - Ratusan tentara bantuan, termasuk dari Inggris dan Amerika menjawab seruan jihad di Somalia dan mereka mulai memimpin pertempuran di jalan-jalan di Somalia, bergabung dengan kelompok jihad di sana.
Sejak kemarin (22/5), negara-negara Barat yang mendukung pemerintahan Somalia melancarkan serangan balasan setelah hampir dua minggu pertempuran di Somalia, mujahidin memegang kendali kemenangan atas tentara Uni Afrika dan tentara pro-pemerintah. Tentara Ethiopia yang sebelumnya telah ditendang keluar oleh mujahidin Al-Shabaab kembali memasuki Somalia untuk membantu pemerintah Somalia menghadapi A-Shabaab.
Serangan-serangan mujahidin Al-Shabaab yang didukung kelompok jihad lainnya di Somalia, termasuk Hizbul Islam, dilakukan untuk menjatuhkan pemerintahan lemah Somalia di bawah kepemimpinan Sharif Ahmed yang mendapat dukungan dana dari negara-negara Barat, dan menegakkan syariat Islam di negeri tersebut.
Pejabat keamanan di negeri tersebut mengatakan bahwa tentara asing (mujahidin dari luar negeri-red) berada di balik kemenangan para "ekstrimis". Lebih dari 290 pejuang yang berasal dari Inggris, AS, Kanada, Pakistan, Afghanistan dan Arab Saudi memasuki Somalia beberapa minggu lalu dan memimpin pertempuran di Somalia.
"Aku tidak meragukan bahwa beberapa pejuang asing didatangkan dari Inggris dan Amerika Utara serta Skandinavia," ujar Ahmedou Ould-Abdallah, petinggi diplomat Somalia untuk PBB.
Seorang diplomat AS yang telah lama berada di Somalia mengatakan, "Para tentara tersebut merupakan jaringan Al-Qaeda global."
Pada Maret lalu, unit propaganda mujahidin Al-shabaab merilis sebuah video berjudul "Serangan di Bardale" dengan seorang Amerika berkulit putih tampil di video tersebut dan disebut-sebut sebagai tentara khusus, berdiri bersama-sama puluhan mujahidin Somalia lainnya. "Mortar demi mortar, tembakan demi tembakan hanya dapat dihentikan jika kami telah berhasil mengirimkan mereka ke neraka," ujar mujahid muda tersebut.
Setahun sebelumnya, mujahidin Al-shabaab merilis video propaganda lainnya, video mengenai mujahid Inggris yang melakukan aksi istisyahd.
"Al-Shabaab menyambut kedatangan pejuang dari seluruh dunia untuk berjihad di Somalia," ujar salah seorang analis Afrika, Jason Mosley.
Berbicara mengenai keterampilan militer, keuangan, dan persenjataan, Unni Afrika menanggapi dengan mengatakan, "Kami mengerti para pejuang tersebut memberikan pelatihan dan membantu ekstrimis Somalia dalam hal keuangan serta sumber persenjataan, sesuatu yang belum pernah kami saksikan sebelumnya," ujar Nicolas Bwakira, Ketua Uni Afrika untuk misi di Somalia.
Mereka, para mujahidin, akan merespon seruan jihad dimanapun mereka dibutuhkan. Bukan untuk kedudukan, bukan untuk kekayaan, tapi untuk Islam, hanya untuk Islam dan untuk menegakkan kalimat Allah dibumi Allah ini. (Haninmazaya/time/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Keren, pejuang somalia tidak seperti kebanyakan perlawanan di afrika. Mereka beda, mreka hnya dilahirkan utk islam! Prjuangan tdak akan brakhir sbelum msuh d krm keneraka!
wah ga nyangka tentara inggris sm amerika pada bergabung dengan barisan pasukan mujahidin,
muntaaabbb…
ALLAHU AKBAR…!!
Allahu Akbar…Allahu Akbar…bagaimana indonesia..? Insya Allah….
how about indonesia,is still sleep giant?Wallohi bersiaplah
aha…..; that’s great…!!! Allahu akbar!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 22 Mei 2009
- Al-Qaeda Keluarkan Ultimatum 15 Hari Untuk Inggris
- Gencarnya Upaya AS Di Afghanistan Bisa Mendorong Mujahidin Masuki Pakistan
- Lagi, 3 Tentara Kafir AS Tewas di Irak
- Israel Kembali Menculik 26 Warga Palestina Di West Bank
- Lagi, Pakistan Meyakinkan Soal Nuklir Mereka
- Polisi Athena dan Imigran Bentrok Karena Al Quran
- Somalia "Memburu" Pejuang Asing
- Netanyahu : Jerusalem Milik Kami, Tidak Akan Pernah Membaginya Lagi
- China: Mustahil Jaringan Internet Militer Ditembus
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
. on 22/05/09 07:36 PM said:
subhanallah…...mantaf….!!!