Makanan Halal Sangat Mahal di Amerika
Oleh Hanin Mazaya pada Senin 30 Maret 2009, 07:12 PM
Meskipun mereka sangat memperhatikan makanan halal untuk diri mereka, namun Muslim Amerika sangat sulit menemukan bahan-bahan makanan dan makanan halal sesuai dengan syariah Islam, jika ada, maka harganya sangat melangit.
"Konsep makanan halal sangat mahal," ujar Tariq Javid, seorang menejer di sebuah restoran di Virginia saat ia tengah berbelanja di sebuah toko bahan makanan halal.
"Jika ada seseorang yang menjual makanan halal dengan harga murah, aku langsung berfikir, itu bukanlah produk halal," lanjutnya.
Muslim hanya memakan daging dari hewan yang disembelih dengan pisau yang sangat tajam di leher hewan tersebut (tepat di nadi) dan menyebut nama Allah.
Seperti Muslim lainnya di negara bagian di AS, Nafees Syed, 27, harus menghabisi banyak waktu dan usaha untuk menemukan makanan halal.
"Aku membeli kebutuhan harian keluarga selain makanan di swalayan-swalayan umum seperti Giant, Shoppers, dll. Namun aku harus membeli makanan, daging ayam dan bahan makanan lainnya di toko-toko yang terjamin kehalalannya."
Menurut sebuah survei yang dilakukan oleh J. Walter Thompson, 44 persen Muslim Amerika merasa persediaan akan produk halal tidak memenuhi kebutuhan mereka.
Syed Sultan Ahmad, seorang Pakistan yang bekerja sebagai penjagal selama lebih dari sembilan tahun, mengatakan daging halal adalah sesuatu yang berharga.
Ia menjelaskan dibutuhkan satu aturan khusus untuk menyembelih binatang sesuai aturan Islam.
"Pelatihan dan tenaga Muslim untuk kebutuhan ini sangat dibatasi."
Ahmad melanjutkan, toko-toko yang menjual produk halal harus menaikkan harga karena mereka memesan makanan dari tempat-tempat yang jauh, terkadang di negara lain.
"Kami memesan makanan halal dan daging ayam halal dari rumah penjagalan Noor Halal di Pennsylvania," ia menambahkan.
Kebutuhan
Tetapi, bagaimanapun sulitnya untuk mendapatkan makanan halal, Muslim Amerika mengatakan bahwa itu bukanlah satu masalah.
"Memberi makan anak-anakku dengan makanan halal adalah kewajibanku sebagai seorang ibu," ujar Nafees.
"Tidak mungkin seorang yang mengaku dirinya Muslim membiarkan makanan haram masuk ke dalam perut mereka," lanjutnya.
"Bagi Muslim Amerika, adalah kewajiban membeli makanan halal, jika tidak maka mereka menolak membelinya," ujar Rab Nawaz, seorang penjagal. (Hanin Mazaya/arrahmah/IOL)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
wajar makanan Halal mahal wong di negeri yang serba menghalalkan segala cara, jadi nyari yang betul2 halal menurut islam pasti susah dan sulit, amerika….amerika…!! kasian negeri kaya yang mendekati kehancurannya!! semoga,!!
SUBHANOLLOH,,ana merasa bersyukur atas kesabaran dan tetap memegang adinull islam buat saudara2 kita yang berada di negeri amerika,semoga alloh memberi kemudahan buat mereka…amin
Mudah mudahan ALLAH menolong Saudara-Saudara kita yang lagi kesulitan.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Tentara Kafir Philipina Kembali Serang Warga Sipil
- Seorang Tahanan Yaman Dialihkan Dari Guantanamo
- 14 Orang Tewas Dalam Pertempuran di Somalia
- Polisi 'Nabrak' Gara-gara BlackBerry
- Malik: Taliban Ada Di Belakang Serangan Lahore
- Aksi Isytishad Kembali 'Mengusik' Afghanistan
- AS Membuka Penjara Lainnya Bagi Tahanan Irak
- Dua Serangan Bom Terpisah Kembali Terjadi Di Irak
- Tentara Irak-AS Bentrok Dengan Milisi al-Fadhil Di Baghdad
- Taliban Sandera 11 Polisi Boneka Pakistan
Berita Terbaru
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
- Sidang M Jibriel : Jaksa Gunakan Pasal Karet
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Pemerintah: Namru Menjadi Agenda Kemitraan Strategis Indonesia-AS
- Jerman Mungkinkan Ponsel Membaca Gerakan Bibir
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
Berita Terkait
- Patung Obama, Melukai Hati Kaum Muslimin
- Strategi Baru Obama di Afghanistan: Kirim Lebih Banyak Tentara untuk Bisa Segera Pulang
- Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Mengenai Pembatalan Pemilihan, Melodrama Amerika
- Lagi, Pidato Obama Di Kairo: AS Ingin ‘Memperbarui Hubungan’ Dengan Dunia Muslim
- Penduduk Amerika dan Inggris, Dipersiapkan Untuk Mati Demi Islam
- Robot Siap Terjun di Medan Perang Afghanistan Pengganti Pasukan AS
. on 31/03/09 03:58 AM said:
Semoga Allah memberi kemudahan bagi saudara2 qt d’sana..
B’gitulah resiko m’jadi kaum minoritas -muslim- always d’persulit sat mao m’jalankan syari’at islam!
Kuatkan k’sabaran..
Ash shobru fi tho’ah..