Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan

Oleh Althaf pada Jum'at 13 Maret 2009, 07:35 PM

Print Recommend (0) Comment (18)

Beberapa waktu lalu, seorang pemuda berusia 16 tahun lari dari rumahnya untuk memimpin peperangan di Afghanistan. Orangtuanya berharap ia dapat kembali menemui keluarganya ketika ia sedikit dewasa dan tangguh, namun ia sangat keras kepala dan menolak untuk kembali.

Mujahidin telah berbicara kepada orang tua pemuda itu dan memberitahunya bahwa ayah dan ibunya berharap ia kembali ke rumah. Namun pemuda itu kemudian berkata jika siapapun di antara Mujahidin bisa menjamin bahwa Allah akan mengampuni semua kesalahannya dan memasukkannya ke surga di hari akhir nanti, maka ia akan kembali.

Tentu saja semuanya terdiam. Waktu perlahan berlalu dan setelah beberapa bukan dalam Pelatihan Jihad, ia terpilih untuk melaksanakan sebuah misi. Mujahidin berhasil menciptakan kerusakan yang luar biasa bagi pihak musuh dalam misi ini, meskipun Mujahidin dihadang oleh para munafikin dan sekutunya, dan pertarungan tidak sesuai rencana. Setelah pertarungan dengan para munafikin selesai, hanya pemuda itu yang syahid. Mujahidin harus mengembalikan jenazah pemuda itu.

Panglima provinsi merasa sedih atas syahidnya pemuda ini, bukan karena pengorbanan/kesyahidannya tapi karena memikirkan apa yang akan ia katakan terhadap orang tuanya.

Jenazahnya terbujur di atas rumput selama dua hari, darahnya masih segar dan tidak ada tanda-tanda bahwa jenazah itu akan membusuk.Hari ketiga, mereka menyediakan van untuk mengangkut jenazah pemuda itu dan menyerahkannya kepada orangtuanya dan mereka memutuskan untuk memberitahukan kedatangan mereka menuju desa.

Perjalanan menghabiskan waktu satu hingga dua hari, untuk itu hingga kedatangan mereka ke rumah pemuda yang syahid itu, diperlukan waktu lima hari dan tidak ada bau busuk maupun darah mengering sama sekali.

Mereka membawa jenazah pemuda itu keluar dari van dan menempatkannya di halaman rumahnya. Warga mulai berdatangan dan bertanya-bertanya, dan Mujahidin berusaha keras untuk menjelaskan dan menguatkannya dengan ayat al Quran dan Hadist, meskipun tak seorangpun mau mendengarkan mereka.

Tiba-tiba saja mujahidin diminta meninggalkan halaman karena ibu pemuda itu ingin menyaksikan jenazah anaknya dengan mata kepalanya sendiri. Untuk itu, mereka pergi dan menunggu di depan gerbang, tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kecuali berdoa kepada Allah dalam hati.
Salah seorang mujahidin mendengar tangisan dari perempuan itu. Ibu pemuda itu duduk di samping jenazah, kepalanya bersandar di dada jenazah anaknya sembari menangis. Kemudian, cerita mulai berubah, semua orang diam dan Mujahidin meneriakkan takbir, "Allaahu Akbar!"


Sang ibu menegakkan kepalanya dan melihat ke arah perempuan-perempuan yang duduk di sekeliling pemuda syahid itu dan berkata:
"Kalian semua menangis karena kalian kehilangan
keponakan atau anak asuh kalian...Aku menangis karena aku telah kehilangan tiket ke surga. Anakku yang syahid ini, ingin pergi berperang dan aku tidak mengizinkannya, hingga aku selalu menghubungi dan memintanya kembali. Tapi anak ini lebih memilih untuk membuat Tuhannya bahagia dan sekarang aku tak lagi memiliki saham dalam perjuangan dan kematiannya,
dimana anakku yang lain? Bawalah ia padaku!"

Kemudian perempuan itu pergi dan mendatangi anak lainnya yang masih berusia 11 tahun. Kemudian ibu dan anak itu berjalan menuju ke gerbang tempat para Mujahidin menunggu, dan berkata:
"Kalian, orang-orang yang telah membawa anakku yang syahid. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kalian dan semoga Allah menjaga kalian dalam jalan jihad ini. Anakku yang sekarang syahid pergi tanpa izin dariku dan ia meraih kesyahidan dan aku tidak mendapatkan satupun kebaikan darinya. Sejak saat ini, melalui anakku yang lain, satu-satunya anakku yang bersisa. Ia masih berusia 11 tahun, untuk itu aku memohon kepada kalian, wahai para pemberani, tanganilah ia. Dan jika saatnya para pemimpin kalian syahid, bawalah anak ini ke garis terdepan dan biarkan ia tercabik-cabik oleh roket hingga aku bisa mengatakan pada Allah swt di hari kiamat nanti bahwa aku telah menyerahkan salah seorang anakku hanya untuk Allah dan Islam."

Mendengar berita ini, Mujahidin langsung menggemakan takbir dan tiba-tia dari setiap rumah, bapak-bapak dan ibu-ibu membawa anaknya untuk menyerahkannya di jalan Allah swt, meskipun Mujahidin telah menolak mereka karena mereka tidak memiliki cukup ruang dan yang kedua hal ini akan membuat organisasi itu terbongkar.

Dari sebuah rumah, seorang ibu menyerahkan anaknya yang masih kecil berusia lima tahun dengan pesan yang terdengar seperti ini:
"Gunakanlah anakku yang lima tahun ini, ikatlah badannya dengan bom, dan biarkan dia ada di jalanan, ketika orang-orang Amerika bertemu dengannya, melihat dan mendekatinya, ia akan meledak dan membunuh banyak musuh-musuh itu!"



Semoga Allah memberkahi kita dengan putra dan putri yang banyak, insya Allaah, amiin, kemudian mereka datang ke medan peperangan, ambil bagian dan bergembira karena membunuh dan mengancam musuh-musuh Allah swt! (Althaf/arrahmah/tum/jhdmgz)

 

Berita Lainnya Tentang

Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 13/03/09 10:34 PM said:

Allohuakhbarr…

aira keren on 14/03/09 12:48 AM said:

semoga 4jj juga meberikan pahala kepada pembaca yg membanu dgn doa,atau uru bahagia dgn beria ini,amin

. on 14/03/09 01:02 AM said:

downer 
dimanakah posisiq diantara mereka, adakah aku termasuk sebagian kecil dari mereka????????????????????????
ya allah jadikanlah aku mempunyai suatu perniagaan pencetak tiket syahid untuk mendapatkan jannahMU

. on 14/03/09 01:46 AM said:

Subhanallah…...berilah keimanan pada hamba yg lemah ini, agar mendapatkan syahid, berani menegakkan yg hak dan melenyapkan yg bathil, ya ALLAH syahid adalah cita2 kami, maka berilah kami kekuatan tuk menaklukkan ketakutan kami akan mati…Amiiin

. on 14/03/09 03:06 AM said:

Ya Allah, izinkan aku menjadi pemuda itu..

. on 14/03/09 05:10 AM said:

Hal itu yang aku janjikan pada ibuku yang telah meninggal bahwa anaknya ingin mati syahid dan bisa menyafaatinya di akhirat. Kini dengan izin Alloh akan aku buktikan. Allohu Akbar

. on 14/03/09 06:28 AM said:

downer  hmmm  blank stare  pantaskah kami berkata-kata selain hati ini ikut bergembira….

. on 14/03/09 06:58 AM said:

afwan ya akhi ana sebelumnya udah pernah baca berita ini beberapa bulan yang lalu. koq muncul lagi ya? tp gapapa karena ana perindu JIHAD..JIHAD..dan JIHAD..semoga syahid menjadi syahawat kita…ALLOHU AKBAR!

. on 14/03/09 06:17 PM said:

untuk admin, adakah jalan yang bisa kami2 ini untuk ke medan juang suatu saat nanti??
Sesungguhnya banyak saudara2 kita disini yang merindukan dan iri kepada para Tentara2 allah ini.

. on 15/03/09 07:11 AM said:

Asslmkm Wr. Wb
saya pendatang baru,tapi saya ingin bergabung dengan kafilah syuhada di medan jihad.
saya menantikan adanya kafilah syuhada dr kabilah indonesia

. on 15/03/09 07:25 PM said:

segala puja dan puji mililknya dunia adalah sebuah persinggahan dan sebaik baiknya tempat adalah surga islam adalah agama yg paling tinggi derajatnya disisinya hanya orang2 yg berjuang menegakkan islamlah yg mendapatkan kemulyaan

. on 15/03/09 07:32 PM said:

sungguh perbuatan yang suci dan mulya sebagai seorang ibu maka pantaslah surga di bawa kaki ibu mereka rela mengorbankan duniawinya untuk mendapatkan tempat muyla disisi robnya semoga semaking banyak pahlawan2 fisabilillah hususnya di indonesia

. on 17/03/09 02:26 AM said:

Disaat kbnykan pemuda/i indonesia lbih bnyk brpcaran mengumbar nafsu,‘nauzubillah’ trnyata dsbrang sana bbrapa pmuda lbih mmilih brtemu cnta sjatinya dgn Alloh SWT, Ya Alloh Jdilah hmba mu yg lmh ini dpat mniru jejak hmba-hmba Mu yg “sdikit itu”

. on 17/03/09 02:46 AM said:

saya hanya menangis untuk diri sendiri… apa yang bisa saya berikan kepada Allah dan Islam…
saya belumpunya tiket apa2 untuk ke surga, Ya Allah… berilah hamba jalan tuk mendapat tiket surga-Mu…

. on 17/03/09 06:24 PM said:

ya Allah jadikan keluargaku seperti keluarga tersebut, jadikan seluruh keluargaku, keturunanku tanpa terkecuali syahid dijalanmu.

. on 18/03/09 02:58 AM said:

Masya’Allah,

. on 18/03/09 05:09 PM said:

YA ALLAH berikanlah kesempatan pada kami untuk mewujudkan cita cita Kami yaitu SYAHID, kami sangat bergantung padamu ya ALLAH, hanya padaMU lah kami memohon berilah kepada kami kemampuan untuk berJIHAD Fi SabiliLLAH.

. on 12/10/09 12:49 PM said:

Maha Suci Alloh….. diTangan-Nya lah Ia akan memilih siapa yang pantas untuk dipilih. mudah2n aku dan antum termasuk bagian dari Pilihan-Nya, amien.
salam abu zidane…. kapan qt ketemu akan lagi???

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?