Non-Muslim Sarajevo Kritik Mata Pelajaran Agama Islam di TK
Oleh Hanin Mazaya pada Ahad 08 Februari 2009, 11:38 PM
SARAJEVO (Arrahmah.com) - Keputusan Dewan Kota Sarajevo, ibukot Bosnia untuk memberikan mata pelajaran agama Islam di seluruh sekolah taman kanak-kanak di kota itu dikritik oleh sebagian warga masyarakat. Mereka khawatir pelajaran agama akan mempertajam konflik etnis yang sudah terjadi di negara yang akan berkembang ke konflik agama.
Keputusan Dewan Kota Sarajevo mendapat dukungan dari kementerian pendidikan karena sesuai dengan penerapan undang-undang kebebasan beragama yang diberlakukan sejak tahun 2004. Berdasarkan keputusan tersebut, siswa-siswi taman kanak-kanak yang Muslim secara khusus akan mendapatkan pelajaran dasar-dasar Islam dan sejarah Rasulullah Muhammad Saw di kelas berbeda.
Namun sejak keputusan ini diterapkan bulan Oktober kemarin, terjadi pro dan kontra di kalangan etnis Serbia, Kroasia dan kalangan warga Muslim di Sarajevo. Seorang psikolog Jasna Bajraktarevic mengatakan, pelajaran agama. apalagi pada usia taman kanak-kanak selayaknya diberikan di rumah saja dan tidak di sekolah. Bajraktarevic menilai kebijakan itu salah karena akan menjadi bumerang bagi warga masyarakat di Sarajavo yang multi etnis.
"Setiap tindakan yang salah bisa menghantam balik kita seperti bumerang. Pengenalan mata pelajaran agama di taman kanak-kanak ibarat kuda Trojan, memelihara api dalam sekam yang akan memprovokasi terjadi konflik antar umat beragama," kata Bajraktarevic.
Namun pejabat kementerian pendidikan Srecko Zmukic mengatakan,"Jika pengajaran agama tidak dilarang, itu artinya kita sudah melanggar undang-undang." Pasalnya, semua kelompok agama sudah diminta untuk membuat kurikulum pelajaran agama dan saat ini, pelajaran agama Islam baru diberikan di sekolah-sekolah di Sarajevo. Itupun waktunya cuma 30 menit dan didanai oleh Dewan Kota Sarajevo, kota yang mayoritas penduduknya Muslim.
Seorang ibu non-Muslim yang mengetuai organisasi wali murid juga menolak mata pelajaran agama Islam di sekolah dengan alasan yang sama. "Kebijakan itu hanya akan memperdalam perpecahan di kalangan masyarakat. Saya kira itu kebijakan yang salah," kata si ibu bernama Helena Mandic.
Mereka yang menentang mata pelajaran agama Islam di taman kanak-kanak juga berargumen bahwa anak-anak belum mampu memahami pelajaran agama dengan baik, apalagi jika kelas untuk pelajaran agama dipisah.
"Saya khawatir, 20 tahun yang akan datang, perpecahan etnis di negara kita makin dalam dibandingkan hari ini dan kita akan menghadapi konflik yang baru," kata Bajraktarevic.
Dari 3,8 juta jumlah penduduk Bosnia, 40 persennya adalah Muslim, 31 persen Kristen Ortodoks dari etnis Serbia dan 10 persennya penganuat agama Katolik Roma dari etnis Kroasia. (Hanin Mazaya/eramuslim)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
sikap paranoid yang seharusnya tidak perlu…tapi begitulah orang kafir..selalu mengelak dari kebenaran…bagaimanapun tindakan mereka yang mendiskritkan islam..toh islam pasti akan jaya dan akan gemilang…Allahu…Akbar!!!!!
Dasar kafir diajari kebenaran malah nolak, lha wong dulu saja tidak pelajaran agama Islam muslim Bosnia dibantai, justru dengan Islam konflik tidak akan ada, dan umat Islam tidak bakal dibantai lagi, karena tahu arti jihad dan membela diri.
Kalian seolah tahu kebenaran, padahal sekalipun tidak. Kalian tidak mau mendengar ajaran KASIH. Hukum terutama dan terpenting adalah KASIH. INGAT itu
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- MID Bakal Geser Peran Ponsel
- Bom Syahid Tewaskan 5 Polisi Boneka Pakistan
- Ribuan Penduduk Gaza Tinggal di Tenda-tenda Pengungsian
- Kembali, Israel Serang Gaza Dari Udara
- Tim Relawan BSMI di Gaza Temukan Bukti Kebrutalan Israel
- Operasi Militer Mujahidin Afghanistan Pada 6 dan 7 Januari
- AS : Perang Afghanistan Lebih Buruk dari Perang Irak
- Israel Kembali Tangkap Penduduk Palestina di Tepi Barat
- Amir Muaz Syahid (Insya Allah), Jihad Dagestan Tetap Berlanjut
- Shabaab al-Mujahidin Melancarkan Serangan ke Basis Tentara Murtad Uni Afrika
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- Pembantai Warga Serbia Ternyata Merupakan Agen CIA
- Perusakan Mesjid Turut Warnai Idul Adha di Serbia-Bosnia
- Bosnia Tarik Mundur Pasukannya Dari Irak
- Festival Gay Sulut Reaksi Keras Dua Ulama Bosnia
- Bosnia Tangkap Tersangka Pembunuh 8000 Jiwa Muslim
- BOSNIA: Habis Manis Sepah Dibuang! Kewarganegaraan Mujahidin Arab Yang Telah Gugur Pun Dicabut!
- Ditekan AS, Pemerintah Bosnia Tega Cabut Kewarganegaraan Mantan Mujahidin
- Mahkamah Internasional Gelar Pengadilan Kasus Pembantai Warga Muslim Bosnia
. on 09/02/09 06:41 PM said:
Mereka takut kalau Kebenaran itu tersiar..