Organisasi Kesehatan Muhammadiyah Kerjasama dengan Israel?
Oleh Hanin Mazaya pada Rabu 10 Desember 2008, 10:43 PM
TEL AVIV (Arrahmah.com) - Organisasi kesehatan di bawah persyarikatan Muhammadiyah, disebut-sebut telah menandatangani sebuah persetujuan dengan Israel. Kerjasama dilakukan di Tel Aviv dengan Magen David Adom (MDA), semacam Palang Merah-nya Israel.
Sebagaimana dikutip situs web IsraelNN.com, dari pihak Israel diwakili oleh Magen David Adom (MDA) dan disaksikan oleh Komite Distribusi Gabungan Amerika– Israel. Magen David Adom (MDA) atau diterjemahan Perisai Merah Daud, satu-satunya dinas medis darurat, kecelakaan dan ambulan Israel. Ia adalah anggota resmi dari Komite Palang Merah Internasional.
Persetujuan ditandatangani oleh Prof Aryono Pusponegoro dan Dr Sudibyo Markus (Indonesia), Dr Ifrach dan Eli Bin dari MDA (Israel).
Prof. Aryono Pusponegoro dan Dr. Sudibyo Markus (76), disebut-disebut sebagai wakil Muhammadiyah.
Sebelum kunjungan, para dokter ini telah mengawali kunjungan 23 orang dokter dan paramedik yang turut ambil bagian dalam kegiatan pelatihan dari MDA pada bulan Juni di Israel.
Disebutkan pula, pemberian bantuan sejumlah $200.000 (sebagai pendanaan) atau setara Rp. 2,2 milyar dan akan dilanjutkan dengan pelatihan bagi para tenaga medis dan paramedik Indonesia ke Israel maupun di Indonesia.
Meskipun sangat sedikit orang Israel yang dapat pergi ke Indonesia, staff dan para sukarelawan MDA dikabarkan telah mendapatkan ijin masuk Indonesia, demikian disampaikan oleh Ketua Komite Eksekutif MDA Dr Noam Yifrach.
Dr. Markus, dinilai oleh Yifrach sebagai seorang “moderat dan tidak terlibat dalam politik di Timur Tengah”. Meski tidak sempat mengadakan wawancara, namun ia (Yifrach) menyatakan, bahwa yang disebut wakil Muhammadiyah itu “datang ke Israel karena beliau mengerti bahwa Israel adalah ahlinya dalam penanganan medis gawat darurat.”
Yifrach mengatakan bahwa kunjungan ini adalah juga karena Komite Internasional Palang Merah yang telah mengakui MDA dan membuatnya sebagai anggota Gerakan Palang Merah. Yifrach sempat diundang datang ke Indonesia pada awal tahun ini dan dikabarkan telah berjumpa dengan Dr. Markus.
Disampaikan oleh petugas MDA, kunjungan ke Israel kali ini dilaksanakan dengan persetujuan penuh dari Kementrian Luar Negeri di Yerusalem.
“Indonesia adalah negara Islam modern dan bukan fundamentalis. Dr.Markus – merupakan orang Indonesia dengan level tertinggi yang pernah berkunjung ke Israel – telah mencairkan kebekuan dan sangat ramah pada Israel. Saya yakin hal ini dapat berlanjut pada proses hubungan diplomatik antara kedua negara,” ujar oleh Ketua Komite Eksekutif MDA Dr Noam Yifrach.
“Mereka menilai kami (MDA) sebagai institusi kemanusiaan, bukan pemerintahan. Indonesia tidak ada konflik dengan Israel. Indonesia seringkali terserang bencana alam gempa bumi selama beberapa tahun terakhir ini, dan kami adalah ahlinya dalam menangani bencana alam. Indonesia juga telah menjadi korban utama dari bencana alam tsunami beberapa tahun lalu,” tambah Ifrach.
Sementara itu, Dr. Markus mengatakan, gembira bisa datang ke Israel.
"Saya berumur 76 tahun," ujar Markus saat upacara penandatanganan. "dan saya senang berhasil memenuhi impian masa kecil saya untuk datang ke Israel," ujarnya dikutip israelnationalnews.com . [Hanin Mazaya/hidayatullah].
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah.
{Al-Muntahanah :13 }
masih percaya sama yahudi..padahal siapa yahudi itu, musuh kita sepanjang masa. mungkin mereka merasakan uangnya yahudi enak kali ya?
ingat!!!! BARANG SIAPA BERWALA ( BERKASIH SAYANG ) DENGAN SUATU KAUM MAKA MEREKA ADALAH GOLONGAN KAUM ITU SENDIRI
Ini bukti kemunafikan pemerintahan SBY
usaha mrk Ini bukan utk menanggulangi bencana alam.. tapi sebaliknya akan mendatang bencana alam dinegri indonesia ini lebih dahsyat lagi.. nau dzt billah mindzalik..
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pemimpin Fatah al-Islam Dikabarkan Syahid
- Seorang Tentara Kafir Philipina Tewas Dalam Pertempuran di Maguindanao
- Perusakan Mesjid Turut Warnai Idul Adha di Serbia-Bosnia
- Teknologi Notebook Terus Berevolusi
- AS Berencana Kirim 5000 Pasukannya Membantu Inggris Hadapi Taliban
- Tidak Ada Hari Libur Tuk Rayakan Idul Adha di AS
- Polisi Afghanistan Tewas Oleh Bom AS
- Sebagian Besar Tentara Inggris akan Ditarik dari Irak
- Malaysia Bebaskan Tahanan Yang Dicurigai Terkait Jamaah Islamiyah
- Risalah Mujahidin Kupas Tuntas Eksekusi Trio Bom Bali
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Pesawat Tempur Israel Mengebom Gaza Selatan
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
. on 11/12/08 12:06 AM said:
siapapun yg saat ini menjalin kerjasama dgn israel dia bikan orang islam walaupun dia mengaku islam