Media Massa Menyebar Fitnah dalam Pemberitaan Eksekusi Amrozi Cs
Oleh Prince of Jihad pada Sabtu 08 November 2008, 06:01 AM
SERANG (Arrahmah.com) – Beberapa minggu terakhir, pemberitaan mengenai
eksekusi mati terpidana kasus Bom Bali I, Amrozi Cs, sangat kencang
dihembuskan media massa. Tak satu pun media, baik media lokal,
nasional, bahkan internasional luput dari pemberitaan mengenai mereka.
Para pemburu berita telah melewati batas, dan berani memberitakan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya, Ibu kandung Imam Samudra dikatakan telah menerima dua pucuk surat dari Kejati yang diwakili oleh Kejari Serang, Amri Sata beberapa hari lalu. Pemberian surat tersebut diisyaratkan sebagai pemberitahuan kepada keluarga tentang waktu pelaksanaan eksekusi. Karena selama ini TPM (Tim Pengacara Muslim) memperjuangkan ke kejaksaan agung agar keluarga dari ketiganya diberitahukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakannya eksekusi, yang lebih pantas dikatakan dengan “pembunuhan”.
Saat reporter Arrahmah.com mengonfirmasikan perihal surat tersebut, ternyata Umi Embay (Ibu kandung Imam Samudra), yang kami temui Jumat (7/11) mengatakan tidak ada surat sama sekali!
“”Maksud kedatangan Kejari hanya ingin bersilaturahim,” ujar Umi Embay Badriyah dengan bijaknya.
Perihal surat tersebut, terlanjur menyebar ke berbagai tempat dan mengusik Ustadz Abu Jibriel (Wakil Ketua MMI) untuk ikut mencari tahu kebenarannya. Ternyata apa yang digembar-gemborkan oleh media hanyalah sebuah kebohongan.
“Kapan mau dihentikan semua rekayasa ini,” dengan nada marah dan wajah memerah Ustadz Abu Jibriel melontarkan pernyataannya.
Selain surat, banyak berita bohong lainnya yang disebarkan oleh media. Seperti telah tersedianya Helipad dan makam untuk Imam Samudra. Padahal, saat dikonfirmasi kebenarannya, keluarga Imam Samudra mengatakan hingga saat ini penyediaan hal-hal seperti itu tidak pernah ada.
Bahkan beberapa hari ini, terdapat media yang berani memberitakan waktu pelaksanaan eksekusi. Padahal, baik TPM maupun keluarga belum mendapatkan berita apapun mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun Insya Allah hingga saat ini keadaan ketiganya masih sehat walafiat, mereka tidak berada di ruang isolasi, mereka masih menempati kamar yang ditempati mereka sejak pertama kali datang ke Nusa Kambangan. Eksekusi belum terlaksana dan kami yakin hanya Allah lah yang berhak menghidupkan dan mematikan seseorang.
Salah seorang anggota TPM mengatakan, TPM telah mendatangi Komisi III DPR RI dan mayoritas dari mereka mengatakan eksekusi akan ditunda untuk sementara waktu. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)
Para pemburu berita telah melewati batas, dan berani memberitakan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Salah satunya, Ibu kandung Imam Samudra dikatakan telah menerima dua pucuk surat dari Kejati yang diwakili oleh Kejari Serang, Amri Sata beberapa hari lalu. Pemberian surat tersebut diisyaratkan sebagai pemberitahuan kepada keluarga tentang waktu pelaksanaan eksekusi. Karena selama ini TPM (Tim Pengacara Muslim) memperjuangkan ke kejaksaan agung agar keluarga dari ketiganya diberitahukan terlebih dahulu sebelum dilaksanakannya eksekusi, yang lebih pantas dikatakan dengan “pembunuhan”.
Saat reporter Arrahmah.com mengonfirmasikan perihal surat tersebut, ternyata Umi Embay (Ibu kandung Imam Samudra), yang kami temui Jumat (7/11) mengatakan tidak ada surat sama sekali!
“”Maksud kedatangan Kejari hanya ingin bersilaturahim,” ujar Umi Embay Badriyah dengan bijaknya.
Perihal surat tersebut, terlanjur menyebar ke berbagai tempat dan mengusik Ustadz Abu Jibriel (Wakil Ketua MMI) untuk ikut mencari tahu kebenarannya. Ternyata apa yang digembar-gemborkan oleh media hanyalah sebuah kebohongan.
“Kapan mau dihentikan semua rekayasa ini,” dengan nada marah dan wajah memerah Ustadz Abu Jibriel melontarkan pernyataannya.
Selain surat, banyak berita bohong lainnya yang disebarkan oleh media. Seperti telah tersedianya Helipad dan makam untuk Imam Samudra. Padahal, saat dikonfirmasi kebenarannya, keluarga Imam Samudra mengatakan hingga saat ini penyediaan hal-hal seperti itu tidak pernah ada.
Bahkan beberapa hari ini, terdapat media yang berani memberitakan waktu pelaksanaan eksekusi. Padahal, baik TPM maupun keluarga belum mendapatkan berita apapun mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun Insya Allah hingga saat ini keadaan ketiganya masih sehat walafiat, mereka tidak berada di ruang isolasi, mereka masih menempati kamar yang ditempati mereka sejak pertama kali datang ke Nusa Kambangan. Eksekusi belum terlaksana dan kami yakin hanya Allah lah yang berhak menghidupkan dan mematikan seseorang.
Salah seorang anggota TPM mengatakan, TPM telah mendatangi Komisi III DPR RI dan mayoritas dari mereka mengatakan eksekusi akan ditunda untuk sementara waktu. (Hanin Mazaya/Arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Obama Menang; Perang Salib Pun Berlanjut
- Senangkan Hati Bangsa Yahudi, Vatikan Rela Bekukan Prosesi Pengangkatan Mantan Paus Jadi Orang Suci!
- Polisi Afghanistan Lebih Simpati Kepada Taliban
- Sikap Majelis Mujahidin Terhadap Eksekusi Mati Terpidana Bom Bali I
- WARGA LOPANG SIBUK PASANG POSTER IMAM SAMUDRA
- Obama kepada Media Israel: Saya Anti Hamas dan Pelindung Israel!
- MMI: Eksekusi Amrozi Cs Bentuk Kezaliman Pemerintah
- Shabab al-Mujahideen Somalia Melakukan Penegakan Hudud terhadap Pelaku Maksiat [Gambar]
- Imam Samudera: Tidak Ada Setetespun Darah Muslim Yang Gratis
- Operasi Syahid Menewaskan 7 Tentara As dan 12 Murtaddin di Afghanistan [Gambar]
Berita Terbaru
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Inilah Daftar Hitam Negara Pembatas Internet
- Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Latgab Antiteror
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
Berita Terkait
- Putri Munawaroh, Mujahidah Tangguh Itu Melahirkan
- Zionis Waspada Pada Geliat Jihad Di Kaukasus Utara
- M. Thalib: Jihad Bukan Terorisme
- Saefuddin Pernah Dakwah Soal Jihad Bunuh Diri
- Imam Anwar Awlaki: Perangilah Angkatan Bersenjata Pemerintah Di Negeri-Negeri Muslim
- Pemimpin Jamaat Tabligh Mencela Syariat Yang Ditegakkan Melalui Jihad
- AS Mulai Menyadari Adanya “Paku Besar” Dalam Perlawanan Afghanistan dan Pakistan
- Mereka Telah Pergi, Namun Aksinya Masih Diperdebatkan
- Wangi Syuhada Di Tanah Jihad Afghanistan
- Angin Segar Dari Surga Hanya Di Stand Arrahmah
. on 09/11/08 03:24 AM said:
Telitilah terlebih dahulu jika ada orang fasik yang memberi kabar kepada mu hai orang2 yg beriman… Sungguh Lisan mereka(orang2 Munafik) tidak akan ada henti2nya untuk berbuat dusta…