Jihad Islam Serukan Sikap Bersama Hadapi Pelanggaran Gencatan
Oleh Hanin Mazaya pada Selasa 16 September 2008, 03:13 PM
GAZA (Arrahmah.com) - Gerakan Jihad Islam menyerukan faksi-faksi
Palestina untuk melihat kembali kegunaan gencatan senjata dan keluar
dengan sikap bersama menghadapi masalah ini.
Jihad Islam menegaskan bahwa gencatan senjata selama ini belum merealisasikan faedah atau target apapun untuk kemaslahatan rakyat Palestina.
Hal tersebut disampaikan Jihad Islam, Senin (15/09). menyusul penutupan perlintasan-perlintasan oleh Israel dengan dalih jatuhnya roket buatan lokal di permukiman Yahudi Sedirot, Ahad (14/09). Jihad Islam menegaskan, “Penjajah Israel belum komitmen dengan realisasi gencatan senjata dan berupaya menggugurkannya melalui aksi-aksi agresi yang belum berhenti sejak dimulai gencatan.”
Jihad Islam menjelaskan, alasan yang dipakai penjajah Israel untuk menutup perlintasan-perlintasan adalah alasan lemah. Karena perlintasan-perlintasan ini sebenarnya belum dibuka secara keseluruhan sejak dimulai gencatan di mana faksi-faksi Palestina sudah melakukan komitmen. Hal ini membuktikan hakikat niat penjajah dan usahanya untuk menggagalkan gencatan.
Jihad Islam menegaskan penjajah Israel bertanggung jawab atas agresi dan blokade terhadap rakyat Palestina yang semakin menderita. Keputusan penjajah Israel menutup perlintasan dagang merupakan siasat agresi penjajah dalam meningkatkan permusuhannya terhadap rakyat Palestina.
Gerakan Jihad Islam mengatakan, meskipun kesepakatan gencatan dinyatakan secara terang-terngan dengan mediator Mesir, namun agresi terhadap rakyat Palestina terus dilancarkan. Dalam hari-hari belakangan Jihad Islam melihat eskalasi berbahaya berupa aksi serangan tembakan dan roket ke arah para petani, nelayan dan warga. Selain berlanjutnya blokade terhadap Jalur Gaza. (Hanin Mazaya/infopalestine)
Jihad Islam menegaskan bahwa gencatan senjata selama ini belum merealisasikan faedah atau target apapun untuk kemaslahatan rakyat Palestina.
Hal tersebut disampaikan Jihad Islam, Senin (15/09). menyusul penutupan perlintasan-perlintasan oleh Israel dengan dalih jatuhnya roket buatan lokal di permukiman Yahudi Sedirot, Ahad (14/09). Jihad Islam menegaskan, “Penjajah Israel belum komitmen dengan realisasi gencatan senjata dan berupaya menggugurkannya melalui aksi-aksi agresi yang belum berhenti sejak dimulai gencatan.”
Jihad Islam menjelaskan, alasan yang dipakai penjajah Israel untuk menutup perlintasan-perlintasan adalah alasan lemah. Karena perlintasan-perlintasan ini sebenarnya belum dibuka secara keseluruhan sejak dimulai gencatan di mana faksi-faksi Palestina sudah melakukan komitmen. Hal ini membuktikan hakikat niat penjajah dan usahanya untuk menggagalkan gencatan.
Jihad Islam menegaskan penjajah Israel bertanggung jawab atas agresi dan blokade terhadap rakyat Palestina yang semakin menderita. Keputusan penjajah Israel menutup perlintasan dagang merupakan siasat agresi penjajah dalam meningkatkan permusuhannya terhadap rakyat Palestina.
Gerakan Jihad Islam mengatakan, meskipun kesepakatan gencatan dinyatakan secara terang-terngan dengan mediator Mesir, namun agresi terhadap rakyat Palestina terus dilancarkan. Dalam hari-hari belakangan Jihad Islam melihat eskalasi berbahaya berupa aksi serangan tembakan dan roket ke arah para petani, nelayan dan warga. Selain berlanjutnya blokade terhadap Jalur Gaza. (Hanin Mazaya/infopalestine)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Arab Saudi Tetap Larang Ahmadiyah ke Tanah Suci
- Perusahaan Di COLORADO, AS Pecat 220 Karyawan MUSLIM Karena Shalat Dan Buka Puasa!
- "40 Keajaiban Ramadhan" (Habis)
- Angkatan Perang Pakistan Serang Pasukan NATO
- 4 Polisi Kafir Tewas dalam Operasi Anti-Terorisme di Rusia Selatan
- AS Suplai 1000 Bom Baru Untuk Israel
- MILF Gunakan Regu-regu Kecil dalam Menyerang Militer Kafir Philipina
- Serdadu Israel Kembali Tangkap Warga di Tepi Barat
- Kualitas Hakim yang Menyidang Habib Rizieq Dipertanyakan
- Dalam Lima Tahun, 10 Ribu Orang Masuk Islam di Spanyol
Berita Terbaru
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Satu Tentara Tewas Dua Terluka Dalam Baku Tembak di Srinagar, Kashmir
- Sidang Pendiri dan Pemilik Arrahmah Media Akan Kembali Digelar
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Obama Persingkat Kunjungannya Ke Indonesia
Berita Terkait
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Serangan Israel Batal Karena Bocor di Facebook
- Israel Tunda Rencana Pembangunan Taman Silwan