Hamas dan Jihad Islam Tolak Kesepakatan Apapun Rugikan Hak Rakyat
Oleh Hanin Mazaya pada Selasa 09 September 2008, 02:31 PM
Damascus (Arrahmah.com) - Gerakan Perlawanan Hamas dan Jihad Islam
tegaskan hubungan mereka yang semakin erat terkait penolakanya terhadap
kesepakatan apapun yang merugikan kepentingan rakyat.
Dalam surat keterangan bersama yang dilansir infopalestina.com Hamas dan JI kemarin (9/9) menjelaskan, hubungan kedua gerakan ini bersifat strategis. Situasi apapun di lapangan tidak akan mungkin mempengaruhi hubungan kedua belah pihak.
Mereka juga menegaskan tentang sikapnya terhadap masalah perlawanan sebagai pilihan strategis untuk membebaskan wilayah Palestina dan mengembalikan hak-hak rakyat. Hamas dan JI menolak kesepakatan apapun yang memberangus hak mereka, terutama kaitanya dengan hak kesejarahan bangsa Palestina, yaitu Al-Quds dan hak kembali.
Adapun terkait dengan perpecahan internal yang saat ini terjadi di dalam negeri Palestina, Hamas dan JI menjelaskan, dialog secara serius adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan perpecahan politik yang sedang dihadapi Palestina.
Dalam kesempatan yang sama, dua gerakan ini menegaskan tentang sikapnya yang akan terus memperjuangkan di tingkat dunia Arab dan Islam ataupun internasional dalam rangka membebaskan blokade terhadap Gaza. Terutama pembukaan gerbang Rafah. Keduanya juga sepakat untuk membentuk komisi bersama di dalam negeri dalam rangka menyelesaikan sejumlah masalah. Mereka menyebutkan tentang pertemuan demi pertemuan yang telah dijalani dalam iklim persaudaraan, positif dan keterbukaan. Seperti yang dilaksanakan Senin (8/9) antara Ketua Biro Politik Hamas, Kholid Misy’al dan Sekjen Jihad Islam, Ramadhan Shallah yang juga dihadiri sejumlah pejabat dan anggota kedua gerakan di Damascus Libanon. Pertemuan tersebut berhasil menelorkan sejumlah point penting terkait perkembangan di dalam negeri dan hubungan kedua belah pihak. (Hanin Mazaya/infopalestina)
Dalam surat keterangan bersama yang dilansir infopalestina.com Hamas dan JI kemarin (9/9) menjelaskan, hubungan kedua gerakan ini bersifat strategis. Situasi apapun di lapangan tidak akan mungkin mempengaruhi hubungan kedua belah pihak.
Mereka juga menegaskan tentang sikapnya terhadap masalah perlawanan sebagai pilihan strategis untuk membebaskan wilayah Palestina dan mengembalikan hak-hak rakyat. Hamas dan JI menolak kesepakatan apapun yang memberangus hak mereka, terutama kaitanya dengan hak kesejarahan bangsa Palestina, yaitu Al-Quds dan hak kembali.
Adapun terkait dengan perpecahan internal yang saat ini terjadi di dalam negeri Palestina, Hamas dan JI menjelaskan, dialog secara serius adalah satu-satunya jalan untuk menyelesaikan perpecahan politik yang sedang dihadapi Palestina.
Dalam kesempatan yang sama, dua gerakan ini menegaskan tentang sikapnya yang akan terus memperjuangkan di tingkat dunia Arab dan Islam ataupun internasional dalam rangka membebaskan blokade terhadap Gaza. Terutama pembukaan gerbang Rafah. Keduanya juga sepakat untuk membentuk komisi bersama di dalam negeri dalam rangka menyelesaikan sejumlah masalah. Mereka menyebutkan tentang pertemuan demi pertemuan yang telah dijalani dalam iklim persaudaraan, positif dan keterbukaan. Seperti yang dilaksanakan Senin (8/9) antara Ketua Biro Politik Hamas, Kholid Misy’al dan Sekjen Jihad Islam, Ramadhan Shallah yang juga dihadiri sejumlah pejabat dan anggota kedua gerakan di Damascus Libanon. Pertemuan tersebut berhasil menelorkan sejumlah point penting terkait perkembangan di dalam negeri dan hubungan kedua belah pihak. (Hanin Mazaya/infopalestina)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Semarak Ramadhan di Pakistan
- Video Al-Qaeda Mengecam Iran
- Daulah Islam Irak Inginkan Kematian Pemimpin Partai Politik Islam Irak
- Nokia Terus Lirik Bisnis Internet
- Indonesia Pasar Potensial Broadband
- Zionis dan Kristen Saling Kerjasama Datangkan Yahudi ke Palestina
- Mujahidin Moro (MILF) Target “Sah” Tentara Kafir AS
- PANEN PAHALA DI BULAN RAMADHAN
- Gubernur Sumsel Pertaruhkan Jiwa Raga dan Jabatan demi Kemurnian Islam
- Cadar Akan Dilarang Total di Belanda
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Serangan Israel Batal Karena Bocor di Facebook
- Israel Tunda Rencana Pembangunan Taman Silwan
- Dalam Sehari, Zionis Israel Tangkap 19 Penduduk Palestina di Tepi Barat
- Mesir Membuka Gerbang Gaza Hanya Tiga Hari