Opini
-
Kontoversi Dalam Kasus Penangkapan Pimpinan Arrahmah.com Rab 26 Agust 2009, 09:07 AMPerkembangan pengungkapan kasus terorisme semakin nglambyar (melebar-JAWA) kemana-mana. Salah satunya dengan penengkapan M Jibriel Abdulrahman, pimpinan Ar Rahmah Media dan pengelola situs Arrahmah.com. Atasnama kasus terorisme, Jibril (berdasarkan keterangan Arrahmah.com) diculik oleh orang tidak dikenal, setelah sehari sebelumnya menjadi daftar pencarian orang (DPO) polisi. Apa yang bisa dilihat dari peristiwa ini?
-
Awas!! Skenario “BABAT RUMPUT” Terhadap Fundamentalis Islam Sen 24 Agust 2009, 10:34 PMPerkembangan kondisi pasca pernyataan Pangdam IV Diponegoro "jika ada orang asing memakai sorban, jubah atau berjenggot, laporkan saja ke pihak keamanan", yang dikritisi banyak pihak sampai dengan hari ini, membuat saya tergelitik untuk membuat tulisan tentang keadaan yang semakin tidak nyaman atau istilahnya menekan Ummat Islam dalam banyak hal.
-
Jalur Sesat Meretas Jaringan Teroris - Oleh Irfan S Awwas Ahd 23 Agust 2009, 10:03 AMArrahmah.Com - PERANG membasmi terorisme yang dilancarkan mantan presiden AS George W Bush di bawah bendera the war against terrorism, bukan saja gagal menjinakkan perlawanan umat Islam di Irak dan Afghanistan. Sebaliknya, justru kian menyuburkan tindakan teror, baik yang dilakukan secara individu, gerakan maupun Negara.
-
Menanggapi Tulisan Brigjen Anton Tabah: Memberantas Terorisme Tanpa Distorsi Agama Ahd 23 Agust 2009, 09:52 AMArrahmah.Com - Mencermati pengumuman resmi Polri, 12 Agustus 2009, yang menyatakan, ‘teroris yang tewas dalam penggerebegan di Jati Asih Bekasi adalah Air (Ari?) Setyawan dan Eko. Sedangkan korban yang tewas di rumah Muzahri di desa Beji Temanggung, Jawa Tengah, bukan Noordin M. Top, melainkan si peñata bunga Ibrohim.
-
Halusinasi Penadah Demokrasi Dalam Pamflet Ilusi Negara Islam Kam 25 Jun 2009, 12:15 PMMELEMAHNYA propaganda ICG (International Crisi Group) seiring kian lumpuhnya proyek terorisme Amerika, dimunculkan lagi isu wahabisme sebagai ideologi transnasional yang berbahaya, guna mengacak-acak gerakan Islam. Agenda provokasi kini dilanjutkan oleh C. Holland Taylor yang bernaung di bawah payung LibForAll Foundation, bersekutu dengan para penadah demokrasi sekaligus bertindak sebagai agen Melayu, yakni Maarif Center dan the Wahid Institute.
-
Penguasa dan Pengusaha KORUPTOR Kam 03 Apr 2008, 07:39 PM
Penguasa dan Pengusaha KORUPTOR Ciri khas korupsi di Indonesia, antara lain bersifat integralistik, yaitu dipraktekkan begitu menyatu antara penguasa dan pengusaha. Penguasa yang berkolusi dengan pengusaha tidak saja di tingkat rendahan dan menengah, tetapi terutama sekali di tingkat atas. Misalnya, antara Soeharto dengan Liem Sioe Liong yang melahirkan Bank Central Asia (BCA). Tentu Soeharto tidak sendiri, tetapi diikuti juga oleh jajaran petinggi di bawahnya, terutama di lingkungan moneter dan ekonomi (para menteri dan gubernur Bank Indonesia).
-
Wahid Institute Training Singkretisme Agama Sab 22 Mar 2008, 09:17 PM
Pemuda Kristen diajari pluralisme agama. Mereka diajarkan Islam dan diajak “magang” ke pondok pesantren. Upaya pembodohan masyarakat, dan adu domba sesama Muslim untuk menangkan opini dan aspirasi kristiani. Benarlah firman Allah: “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (munafik) bersegera mendekati Yahudi dan Nasrani...” ( Qs. 5:52).
-
Misi Pluralisme di Balik Novel Ayat-ayat Cinta Sab 22 Mar 2008, 09:03 PM
Arrahmah Opini - Pesona Novel Ayat-ayat Cinta, telah menjulangkan nama penulisnya, Habiburrahman el-Shirazy, ke posisi Tokoh Perubahan 2007 versi Republika. Seperti sastrawan dan budayawan Mesir Mahmud Abbas al-Aqqad, Thaha Husein dan lainnya, yang menjadi makelar zionis melalui gagasan multikultural dan multikeyakinan. Agen zionis, memang tidak pernah kehilangan cara untuk menemukan kaki tangan di bidang sastra dan budaya. Membaca novel ayat ayat cinta menyisakan beragam kesan. Mungkinkah penulisnya dianggap figur yang tepat sebagai makelar zionisme melalui misi pluralisme agama?
-
Kepada Ahlul ‘Izzah (Pemilik Kemuliaan) Di Gaza Ahd 27 Jan 2008, 06:36 PM
Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, yang menentukan takdir, penguji hamba-hamba-Nya yang shaleh untuk memisahkan antara yang jelek dari yang baik, dan menampakkan karuniaNya di seluruh alam.
-
Toleransi Beragama Model Amir Syarifuddin dan Din Syamsuddin Sel 01 Jan 2008, 01:49 PM
Arrahmah.Com - Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Qs. Ali Imran 3:118)
-
Arogan dan Biadab, Meletakkan Islam di bawah Pancasila Jum 28 Des 2007, 07:17 PM
Sidang Paripurna DPR Kamis, 6 Desember 2007 sepakat menempatkan Islam dan agama-agama lain posisinya dibawah Pancasila. Yang paling ‘ngotot' menghendaki posisi demikian adalah Partai Golkar (PG), PKB Partai Demokrat dan PDIP.
-
Indonesia Bersyari’at Sab 25 Agust 2007, 09:51 PM
HINGGA hari ini, masih ada piha-pihak tertentu di negeri ini yang memberi kesan, bahwa penegakan Syari’at Islam di lembaga Negara sebagai gerakan yang mengancam keselamatan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Pihak yang terus melestarikan stigmatisasi Islam sebagai ancaman bagi kedaulatan NKRI adalah kelompok komunis. Setelah komunisme dibubarkan, berdasarkan keputusan MPR RI 1966, pada era reformasi, wajah komunisme muncul kembali, merayap di celah krisis nasional.
-
Masjid Merah dan Tathbiqus Syari’ah Sen 20 Agust 2007, 09:51 PM
By: M. Ridho Mesjid adalah tempat aktivitas keislaman yang paling utama. Pada zaman Rosulullah SAW, mesjid tidak hanya dijadikan sebagai tempat sholat atau membaca al-quran. Mesjid juga biasa dijadikan tempat membicarakan masalah ummah, menyelesaikan problem rumah tangga, hingga membahas strategi perang.
-
Siapa Broker Terorisme di Indonesia Kam 12 Apr 2007, 08:16 PMKepolisian Indonesia mengaku memberi bantuan dana pada keluarga terpidana teroris. Mengapa mereka tidak dibebaskan saja agar tidak menjadi beban negara? GLOBALISASI tata keamanan berdasarkan kepentingan dan tafsir politik Amerika, telah memunculkan ajang bisnis baru, yang terbentuk dan dipertahankan bukan saja lewat proses-proses politik, tetapi secara mendasar melalui dinamika sebuah pasaran baru, yaitu industri terorisme. Tidak mengherankan, bisnis baru ini telah memberi berkah bagi banyak orang, banyak negara, dan tentu saja bagi mereka yang menjual keahlian dan harga diri dengan menjadi komprador Amerika Serikat. Kepolisian Indonesia, adalah lembaga keamanan yang paling banyak meraup untung dari bisnis ini. Barangkali, dari keuntungan ini pulalah polisi dapat membantu keluarga para teroris, sebagaimana diungkapkan Direktur I/Kantramas Mabes Polri, Brigjen Pol Surya Darma, sebagai balas budi atas jasa para terpidana teroris itu.
-
Kasus Poso: Ba’asyir Didzalimi Jakfar Umar Thalib Jum 16 Feb 2007, 03:23 AMDirektur ICG (International Crisis Group) untuk Indonesia, Sidney Jones, kembali melontarkan isu Jamaah Islamiyah (JI) berada di balik intrik Poso. Isu provokatif dari wanita Yahudi Amerika ini, ternyata dibenarkan oleh mantan Kepala BIN, Hendropriyono; sementara mantan komandan Laskar Jihad, Jakfar Umar Thalib, termasuk orang yang tertipu dengan provokasi tersebut. Dalam kaitan dengan konflik berdarah di Poso, antara masyarakat Tanah Runtuh dan aparat keamanan, Jakfar Umar Thalib (JUT) telah menghembuskan tuduhan jahat dan menghujat Amir Majelis Mujahidin, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, sebagai orang yang berpandangan sesat, khawarij, dan cenderung mementingkan kelompoknya sendiri daripada kepentingan umat Islam secara keseluruhan. Karena itu, JUT tegas dan terus-terang memposisikan diri berseberangan dengan Amir Majelis Mujahidin itu. “Mulai sekarang saya siap menghadapi manuver-manuver Abu Bakar Ba’asyir apa pun dan bagaimana pun”, katanya. Menurut Jakfar, sikap keras yang ditunjukkan terhadap Ustadz Ba’asyir dipicu oleh berita Risalah Mujahidin (RM) edisi bulan Dzulqa’dah/Desember 2006, bahwa Jakfar direkrut oleh Densus 88. Merasa pribadinya disudutkan –terbukti dari sejumlah sms yang masuk ke redaksi RM di-forward dari JUT– menyatakan tersinggung berat, sehingga berharap ada klarifikasi dari Majelis Mujahidin atas pernyataan tersebut. (Detikcom, Luhur Hertanto 27/01/‘07). Benarkah kemarahan Jakfar Umar disulut oleh informasi intelijen dari hasil penelitian tim CeDSoS yang kemudian dilansir Risalah Mujahidin? Sebagai upaya klarifikasi, maka ketua Forum Ulama Umat Islam (FUUI) Bandung, KH Athian Ali, menggagas untuk mempertemukan Jakfar Umar Thalib dengan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Pertemuan berlangsung di sekretariat FUUI, Masjid Al Fajr, Bandung, 13 Februari 2007. Hasilnya, sama sekali tidak memberi nuansa ishlah, karena Jakfar menilai, semua berita tentang Poso, diluar informasi resmi aparat keamanan, bohong semua. Dalam pertemuan tersebut, Risalah Mujahidin mengutus Pimpred, Fauzan Al-Anshari, dan Ketua Lajnah Perwakilan Majelis Mujahidin DKI Jakarta, Haris Amir Falah. Di luar ruang pertemuan, terlihat hadir juga Direktur CeDSoS.com, Umar Abduh. Sayang sekali, Jakfar Umar Thalib menolak diwawancarai guna memberi kesempatan hak jawab. “Tidak perlu, kalau mau menulis lebih jauh tentang itu, silahkan saja,” katanya. Karena itu, RM mewawancarai Umar Abduh sebagai Direktur CeDSoS.com, dimana salah satu laporan yang dimuat di situs itu pada 6 November 2006 dengan judul “Kasus Poso dan Jakfar Umar Thalib” yang dikutip RM3 menghebohkan. Bagaimana tanggapan anda atas kemarahan Jakfar Umar Thalib terhadap berita yang dirilis CeDSoS.com dan dikutip Risalah Mujahidin itu?
-
Mensekular-kan Hukum Islam Sel 09 Jan 2007, 03:17 PM
Oleh: Nirwan Syafrin, MA *) Memasuki awal abad duapuluh, para pemikir, filosof, dan teolog Kristen di Barat mulai terlibat secara intens mendiskusikan sekularisasi dan sekularisme dan impak yang ditimbulkanya terhadap agama Kriten. Para cerdik pandai tersebut mulai merangka konsep dan ide yang dapat membolehkan mereka untuk menyerap dan menerima sekularisasi sebagai bagian ajaran Kristen. Hal ini terpaksa mereka lakukan untuk dapat menjadikan Kristen tetap relevan dengan perkembangan zaman, tidak tergilas dengan waktu. Sejak saat itu mulailah bermunculan beberapa pandangan ‘aneh’ seperti yang diusung oleh Rudolf Baltmann dengan ide “demitologisasi” Perjanjian Baru.
-
Poligami dan Gerakan Feminisme Global Rab 03 Jan 2007, 06:03 PM
Oleh Henri Shalahuddin, MA Di penghujung tahun lalu, perhatian masyarakat terfokus pada dua isu heboh yang sejatinya saling berlawanan; yaitu video mesum duet YZ-ME dan poligami Aa Gym. Berlawanan baik dalam sisi etika, moral maupun agama. Dari ketiga sisi ini, jelas semua orang akan mengatakan bahwa adegan video mesum tersebut mutlak salah dan amoral. Sedangkan tentang isu poligami, semua orang tidak akan pernah sepakat mengatakan bahwa poligami Aa Gym itu mutlak salah. Karena dalam agama, memang poligami diperkenankan dengan beberapa cacatan. Namun anehnya, justru pemerintahan SBY lebih “mengurusi” isu poligami dengan meninjau kembali undang-undang (baca: mempersulit) poligami.
-
Dollar sudah jatuh, di mana Dinar? Sen 25 Des 2006, 02:01 AM
oleh Dzikrullah W. Pramudya Samurai veteran kapitalisme sudah mengakui, pedangnya sekarang tumpul, tak bisa lagi mengendalikan dunia. Minggu lalu, bekas direktur Federal Reserve Amerika Alan Greenspan menyatakan bahwa ia memperkiraqan, dollar akan semakin lemah dalam beberapa tahun ke depan, gara-gara defisit yang dialami neraca pembayaran utang Amerika Serikat.
-
Kunjungan Paus ke Turkey Jum 22 Des 2006, 07:23 AM
Kami Maafkan Pidatonya tapi tidak akan Melupakannya Kunjungan Paus ke Turkey, akhir November 2006, memberikan gambaran tentang bagaimana Islam menerapkan toleransi. Ali Bardakoglu, Direktur Urusan Agama Turkey, mengungkapkan reaksi umat Islam Turkey atas pidato Paus Benedictus XVI pada September 2006, yang menyatakan Jihad harus dikeluarkan dari kurikulum Islam. “Kami memaafkan pidato itu, tetapi tidak akan melupakannya,” kata Ali.
-
Apakah Amerika Telah “Kehilangan” Timur Tengah? Kam 23 Nop 2006, 01:17 PM
oleh: Patrick Seale Paris - Richard Haass, salah seorang ahli kebijakan luar negeri Amerika, menyatakan,“Era Amerika di Timur Tengah… telah berakhir.” Penilaiannya yang kontroversial – yang sudah pasti ditolak oleh Presiden George W. Bush – dapat ditemukan dalam paragraf pertama artikelnya di edisi November-Desember Foreign Affairs, jurnal bergengsi Dewan Hubungan Luar Negeri yang bermarkas di New York, dengan Haass sebagai Presidennya.
Tulisan Terbaru
- Kekalahan Amerika Di Afghanistan, Pasti !
- Gambaran Umat Muhammad Saw
- BEBASKAN TAWANAN MUSLIM ! Oleh : Ummu Zakariya
- Fiqh Mujahid
- Duhai Seandainya Saya Melakukannya (Berjihad)
- Tahun Baru, Sebuah Renungan
- Haram Merayakan Natal & Tahun Baru
- Hijrah Masa Kini
- Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?
- Wawancara Eksklusif Dengan Syekh Abu Yahya Al Liby: Beginilah Kafir Amerika Memperlakukan Mujahidin