Haram Merayakan Natal & Tahun Baru
Oleh M. Fachry pada Kamis 24 Desember 2009, 11:35 AM
Allah swt. telah memuliaakan umat ini dengan Islam, dan memerintahkan-nya untuk mengimplementasikan-nya. Dia telah menurunkan Islam sebagai cara hidup yang unik. Sebuah pola yang berbeda dalam masalah konsepnya dan peraturan-peraturannya, sebagai sesuatu yang sempurna dan sistem menyeluruh yang mengatur semua urusan kehidupan. Allah swt. berfirman:
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..." (QS Ali Imran 3 : 110)
Namun, sejak Islam diabaikan dari kehidupan sehari-hari sebagai sebuah sistem peraturan, umat telah melaksanakan hal-hal yang buruk dan semakin bertambah buruk; aturan orang-orang kafir telah diimplementasikan atas umat ini dan konsep-konsep kufur telah mendominasi mereka. Invasi barat dengan budaya busuk dan hina dina itu telah berhasil merusak dien Islam, moral umat dan menjadikannya tak bernilai. Slogan barat telah di adopsi oleh kaum Muslimin melalui perayaan-perayaan dan festival-festival barat. Budaya rusak barat ini telah dibantu oleh para penguasa yang mengabdikan dirinya untuk memisahkan Islam dari kehidupan dan melakukan perang pemikiran dan menanamkan konsep-konsep buruknya, kemudian memaksa umat untuk masuk pada apa yang barat selalu inginkan, yakni menjadi individu yang sekuler.
Salah satu dari banyak konsep budaya yang dipaksakan oleh barat atas kaum Muslimin adalah perayaan natal dan tahun baru. Kita memohon pada Allah swt. agar tidak membiarkan diri kita melihat suatu hari dimana kaum Muslimin merayakan hari jadi orang-orang Yahudi (hari raya Yahudi) dan juga melakukan perayaan Natal.
Ini sungguh menyedihkan dan ironis sekali untuk menyaksikan dengan mata sendiri kejadian dan mendengar berita tentang pembunuhan masal, pengusiran dan penghinaan terhadap kaum Muslimin di tangan barat pada hari Natal, musuh-musuh Islam di seluruh penjuru dunia, sambil sebagian kaum Muslimin di negeri ini diundang oleh orang-orang Amerika dan orang Kristen lain-nya masuk ke dalam rumah mereka untuk merayakan natal dan tahun baru. Tentu saja, ini seharusnya tidak terjadi sebagai sebuah goncangan kepada kita sejak umat ini kehilangan pelindungnya yang menjalankan urusannya dengan Islam, melindunginya dari serangan konsep-konsep kufur dan menjalankan peraturan-peraturang diennya, memeliharanya sebagai sebuah perintah Allah swt., sebuah umat yang khas.
Wahai kaum Muslimin! Itu (Perayaan atau mengucapkan natal & tahun baru) adalah sesuatu yang dilarang oleh syariah untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dan untuk mencontoh mereka dalam masalah dien (agama). Al-Bukhari meriwayatkan dalam shahih-nya melalui Abu Sa'id Al Khudri r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda :
"kamu akan mengikuti cara-cara dari orang-orang yang sebelum kamu sehasta demi sehasta dan selangkah demi selangkah, walau pun mereka memasuki lubang biawak kamu akan mengikuti mereka". Kami berkata: "Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksud (mengikuti) Yahudi dan Nasrani?" beliau menjawab: "Siapa lagi?"
Dalam Hadits ini Rasulullah mengejek orang-orang yang meniru orang-orang kafir, dan itu adalah sebuah hujjah (dalil/alasan syar'i) bahwa itu (merayakan natal dan tahun baru) adalah haram (tertolak), baik untuk mengikuti mereka dalam perayaan natal dan seremonial-seremonial lainnya mereka. Itu juga jelas bahwa perayaan seremonial orang-orang kafir dan perayaan ulang tahun mereka berarti meniru mereka dan Islam telah menolaknya. Rasulullah saw. telah memberi peringatan kepada kita untuk menolaknya. At-Tirmidzi meriwayatkan melalui Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda:
" Bukan seseorang dari kita (kaum muslimin) yang meniru suatu kaum, jangan meniru orang-orang Yahudi dan Nasrani."
At-Tabrani meriwayatkan melalui Ibnu Umar dan Hudaifah bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Siapa yang mengikuti suatu kaum akan menjadi salah satu dari mereka."
Itu juga merupakan bagian dari teks syariah bahwa itu adalah tertolak bagi seorang Muslim yang telah mempunyai hari raya nya sendiri yaitu I'edul Fitri dan I'dul Adha. Al-Baihaqi meriwayatkan dalam 'Sunan'-nya dari Anas Bin Malik yang berkata :
" Rasulullah saw. datang ke Madinah pada saat orang-orang Madinah mempunyai dua hari pada masa jahiliah (sebelum Islam) yang mereka rayakan, maka beliau saw. berkata: "Aku datang kepadamu pada saat kamu mempunyai 2 hari dari masa jahiliah yang kamu rayakan, dan Allah swt. telah menggantikannya 2 hari ini dengan dua hari yang lebih baik: hari raya Kurban dan hari Fitri."
Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Uqbah Ibnu Amir bahwa Rasulullah saw. bersabda:
"Dan kami mempunyai hari Fitri, hari Kurban dan hari Tasyriq adalah hari besar kami orang-orang Muslim."
Teks-teks ini disajikan sebagi hujjah yang jelas bahwa itu tertolak bagi kaum Muslimin untuk mempunyai perayaan selain dari pada apa yang telah Allah swt. putuskan. Mereka (kaum muslimin) selanjutnya tertolak untuk ambil bagian dalam perayaan orang-orang kafir, dari perayaan seperti upacara mereka, adalah sesuatu yang tertolak seperti menghadiri perayaan mereka, walau pun mereka mengundang. Seperti cara upacara akan menghantar kepada kerusakan dan pemutusan mereka akan menjadi sebuah kesempatan bagi setiap orang-orang fasiq untuk melakukan perbuatan yang berdosa, seperti mengkonsumsi alkohol dan obat-obat terlarang. Media masa yang ada cenderung pada peristiwa ini untuk menayangkan program-program yang mempunyai selera yang buruk dan semua jenis ketidaksopanan dan kerusakan. Mereka mencemari pemikiran orang-orang dan mengikis segala jenis moral yang baik, martabat, dan kesucian mereka.
Wahai kaum Muslimin! Umat akan terus-menerus tertekan di bawah konsep orang-orang kafir dan akan terus terdominasi. Mental kaum Muslimin akan terus tebentuk sesuai dengan sudut pandang orang-orang barat, kecuali kita mulai membuang semua pemahaman barat yang ada pada diri kita dan berjuang untuk menegakkan Khilafah Rasyidah, yang akan mengimplementasikan kitab Allah swt. dan sunnah Rasul-Nya saw., dan akan menumbangkan ketidakadilan, penguasa tiran dan kerusakan yang tampak atas kaum Muslimin, yang kemudian sebagai hasilnya orang-orang kafir akan kehilangan kekuatan dan identitas mereka.
Selanjutnya, itu adalah untuk khilafah bahwa kita menyeru kepada mu (kaum muslimin) untuk memperjuangkannya, wahai kaum Muslimin! Rasulullah saw. bersabda:
"Imam (pemimpin) itu adalah pelindung dimana orang-orang berperang dan terlindung dengannya." (Shahih Bukhari)
Source : Almuhajirun.net
Tulisan Lainnya Tentang
Khilafahnya harus berdasarkan Islam dengan wala dan bara yang sejalan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya bukan khilafah yang wala dan bara tidak jelas.
knapa seh kristen dan islam tidak pernah akur
apa basic nya
? ???????? ??????????? ?????????????????? ??????????? ?????????????? ?
Sayang sekali mayoritas kita umat islam entah tidak mengetahui, tidak menyadari atau tidak peduli, malah dengan senang hati dan riang gembira ikut merayakan bahkan sengaja menyelenggarakan acara ...
...untuk menyambut ritual pergantian tahun masehi ini yang notabenenya adalah ritual keagamaan kaum yahudi dan telah dijadikan salah satu hari suci kaum nasrani. ...
Apakah da’wah para ulama akan hal ini tidak sampai kepada umat ataukah umat ini sudah terlalu bodoh dan apriori? Wallahu A’lam
to pak tua; di AlQuran ayat 2:120 coba baca…...oc
kalo orang islam ngajak orang bukan islam buat buka bersama pas puasa atau merayakan lebaran boleh… tapi kalo Islam gak boleh ikut2an agama laen harom… wkwkwkkw “pernyataan orang2 bodoh”.. dasar teroris2 tolol
@su Anti Terror, kami mengakui propaganda semulus akal bulus kalian tlh berhasil “merekrut” sebagian kaum kami, tp kami tak memaksa/mendoktrin muka anda muncul di hari2 perayaan kami. Kami hny kasian melihat muka anda iri pada hari kebahagian kami.
@ anti terror
Antum gak faham dengan hadits-hadits Rasulullah di atas?
tuh si anti teror muslim/non muslm?
kalo dia muslim,dipertanyakan tuh keislamannya!!!!!!!!
Hendaknya ummat Islam benar-benar mengagungkan hari besar Islam, seperti Idul Fitri dan Idul Adha, karena siapa yang mengagungkan syi’ar Allah, maka itu bagian dari ketakwaan hati “Waman yu’addzim sya’a'irallah fainnaha min taqwal qulub”
Ironis memang jika ada seorang muslim yang merayakan tahun baru Masehi, tapi tidak mengagungkan hari besar Islam.
lihat komentar2 orang muslim yang terbaik di bumi ini,sangat menyejuk-kan hati,penuh kelemah lembutan dan kebaikan…inikah gambaran islam???
Anti Teror, yg ngajak buka bersama juga Islamnya dipertanyakan alias palsu karena Islam ama Kafir tidak akan bersatu sampai semua beriman hanya kepada Allah SWT.
antikekerasan lembut terhadap siapa dulu dan damai dalam hal apa?
Selamanya Aqidah Muslimin tidak bisa bersatu dengan kaum kuffar…..
hahahaha orang kafir comenya aneh2 semua.(kami belepas diri dari kekafiranmu dan permusuhan kami dengan kamu akan terjadi selama2nya.sampai kalian mengatakan tiada illah selain ALLAH dan nabi muhammad rasulullah)
Kafir juga ciptaan Tuhan, saudara2ku…
Tuhan seperti apa yang kalian sembah yang mengganggap manusia “selain” kaum kalian adalah binatang?
Menumpahakan darahnya menjadi sebuah jalan pintas masuk surga?
Haus T
Sekarang yang masih saya lakukan adalah mengucapkan selamat natal atas dasar menyenangkan hati orang kristen dan katolik sebagai upaya kehidupan bermasyarakat (hubungan sosial). Tapi kalau turut merayakan dengan cara mereka maaf ya.
satu-satunya agama yang diridhoi allah hanyalah ISLAM!!!.
Haus T kau sudah menjawab sendiri pertanyaanmu.
Brseru tntng prdmaian,tp bktinya?Msh bnyk yg wat onar d jln2,demo bsr2an,bnyk skli krusuhn.Sapa plakunya?Blm d tmbh adny teroris.MANA MUNGKIN ALLAH SENANG DENGAN TINDAKAN SEMACAM ITU?Koreksi dri sndri sbelum mnganggap dri PALING BENAR!!! Trimksh.
Bnyk plecehn seksual dmna-mna,kawin sna-sni,satu org blh punya istri lbh dri satu.Tindakn mrusk tubuh sndri(miras,rokok,dll).MANA MUNGKIN ALLAH SENANG DENGAN TINDAKAN SEMACAM ITU?..Koreksi dri sndri sbelum mnganggap dri PALING BENAR!!! Trimksh.
Juga Haus T perbaiki dulu aqidahmu yang carut marut itu.
johnhendrick27 apa maksudmu dengan ini (kawin sna-sni,satu org blh punya istri lbh dri satu)?
Mas, Islam itu adalah agama yang tolerance terhadap pemeluk agama lain, kalau aqidah kita kuat pondasinya Insya Allah tidak akan mudah diombang-ambing oleh agama lain.
Saling menghargai antar umat beragama bukankah itu dianjurkan oleh Islam?
Anda harus login untuk memberikan komentar
Tulisan Sebelumnya
- Hijrah Masa Kini
- Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?
- Wawancara Eksklusif Dengan Syekh Abu Yahya Al Liby: Beginilah Kafir Amerika Memperlakukan Mujahidin
- Keadilan di Bawah Naungan Islam
- Pesan Akhuna Muhammad Jibriel Abdul Rahman Untuk Para Pemuda (Sambutan Acara Grand Launching ARRMY)
- Fenomena Takfir di Tengah Kaum Muslimin
- Isy Kariman aw Mut Syahidan
- Musibah & Bala Bencana Adalah Teguran Dari Allah
- Isu Terorisme dan Serangan Terhadap Islam
- KAFIRKAH URWAH? Sebuah Pertanyaan Untuk MUI Kudus
Tulisan Terbaru
- Kekalahan Amerika Di Afghanistan, Pasti !
- Gambaran Umat Muhammad Saw
- BEBASKAN TAWANAN MUSLIM ! Oleh : Ummu Zakariya
- Fiqh Mujahid
- Duhai Seandainya Saya Melakukannya (Berjihad)
- Tahun Baru, Sebuah Renungan
- Haram Merayakan Natal & Tahun Baru
- Hijrah Masa Kini
- Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?
- Wawancara Eksklusif Dengan Syekh Abu Yahya Al Liby: Beginilah Kafir Amerika Memperlakukan Mujahidin
the_zulfahmi on 24/12/09 01:53 PM said:
Khilafah adalah induk kaum muslimin.. Bagaimana mungkin islam tegak tanpa indukya?!