Fenomena Takfir di Tengah Kaum Muslimin

Oleh Fadly pada Rabu 21 Oktober 2009, 10:18 AM

Print Recommend (0) Comment (112)

Sebut saja namanya Ahmad, seorang aktivis sebuah pergerakan Islam. Semangatnya dalam menuntut ilmu tidak diragukan. Ke manapun ada kajian keislaman ia ikuti. Haus akan keilmuan ini sebanding dengan usianya yang masih cukup muda, 17 tahun. Di kalangan teman-temannya, Ahmad termasuk pemuda rajin, tekun dan cerdas.

Ahmad amat tegas. Masyarakat menyebutnya pemuda yang radikal dan keras. Menurut Ahmad masyarakat sekarang banyak terjerumus dalam perbuatan bid’ah, khurafat dan takhayul, bahkan sampai pada tingkat kemusyrikan. Ahmad tidak mau bergaul dengan masyarakat. Jika di rumah ia selalu menyendiri, tidak mau keluar kecuali ke tempat ia biasa mengaji.

Dalam memandang pemerintah, Ahmad meyakini bahwa pemerintah ini adalah pemerintahan kafir. Menurutnya, semua komponen yang terlibat di dalamnya adalah KAFIR. Pemimpin tertingginya, para pembantunya, perangkat-perangkat di bawahnya, dan siapapun yang terlibat dengannya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dinilainya telah KAFIR.

Lebih tegas lagi Ahmad meyakini, siapapun yang tidak mengkafirkan mereka, maka ia juga telah KAFIR. Hal ini disandarkan terhadap perkataan Syaikh Abdullah bin Abdul Wahhab berkenaan tentang 10 pembatal keimanan, yang salah satunya berbunyi, “Barangsiapa yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik atau ragu terhadap kekafiran mereka atau (justru) membenarkan madzhabnya maka ia telah KAFIR.”

Lain Ahmad, lain pula Atsari. Pemuda 30 tahun ini juga salah seorang aktivis muslim, namun ia tidak mau disebut aktivis. Menurutnya, kata-kata aktivis tidak ada dalam kamus Islam sehingga bernuansa bid’ah. Atsari sering mengikuti berbagai kajian keislaman, baik di daerah tempat tinggalnya atau di luar daerah. Pakaiannya khas, gamis panjang dengan celana di atas mata kaki. Atsari amat alergi dengan kata pergerakan, apalagi jihad dan perjuangan. Menurutnya, jihad tidak mungkin dapat dilakukan kecuali dalam jiwa kaum muslimin yang betul-betul bersih, murni, tanpa noda syirik maupun maksiat setitik pun.

Atsari bersikap agak permisif untuk orang-orang yang dengan bangga berbuat maksiat dan dosa-dosa besar yang terkadang bersifat menyeretnya sampai pada batas-batas riskan jatuh ke lubang kekafiran. Dia juga memandang bahwa mengkafirkan orang adalah tindakan yang sangat radikal dan hanya dimiliki oleh orang yang berfikiran dangkal. Makanya, dia lebih cenderung menghindari tindakan-tindakan demikian. Apalagi, kalau sudah menyangkut-nyangkut urusan sensitive tentang pemerintahan, dia memilih diam.

Dalam keyakinannya, selama seorang pemimpin masih menampakkan symbol-simbol keislaman, ia masih tetap muslim dan tidak boleh dilawan. Dengan kata lain, ia masih pemimpin muslim yang boleh ditaati, sekalipun system pemerintahan yang diberlakukannya, undang-undang yang diterapkannya diadopsi dari sumber-sumber kufur, di luar ajaran Islam.

Ilustrasi tadi berusaha menggambarkan fenomena yang dewasa ini cukup mengemuka di tengah masyarakat muslim. Muara yang hendak dituju ialah sikap kedua pihak dalam memposisikan persoalan takfir. Terutama, yang kerap menjadi persoalan pelik adalah pada tataran takfir mu’ayyan. Di mana, seringkali orang dihadapkan pada pertanyaan, apakah si fulan telah kafir karena melakukan demkian dan demikian.

Pembicaraan seputar takfir (menyatakan seorang telah kafir/murtad), adalah satu hal yang sangat membutuhkan perhatian dan kehati-hatian. Sebab, persoalan ini memiliki potensi MENIMBULKAN FITNAH dan COBAAN BESAR. Di titik ini terdapat perselisihan dan silang pendapat, serta memungkinkan adanya unsure HAWA NAFSU MANUSIA yang ikut terlibat dan dalil-dalil yang mereka (gunakan) padanya saling berbenturan. Sehingga, tak jarang dijumpai perdebatan terjadi di tengah umat ini.

Pada titik ekstrem, ada dua kelompok yang saling bertolak belakang. Satu pihak memegang sikap TIDAK MAU MENGKAFIRKAN SIAPAPUN yang sudah menjadi ahlu qiblah (muslim), sementara pihak yang SANGAT MUDAH MENJATUHKAN VONIS KAFIR kepada orang lain dengan sebab dosa apapun (besar atau kecil).

Efek Takfir Berlebihan (ghuluw)

Sebagaimana kita tahu bahwa Islam memiliki konsep iman dan konsep kafir. Oleh sebab itu, bisa dipahami bahwa ada pagar yang memisahkan antara keduanya, antara mukmin dan kafir. Tak jarang terjadi, orang yang tadinya memeluk Islam kemudian berubah keyakinan dengan memeluk kristen, hindu, budha, atau yang lain. Artinya, dia menyandang status sebagai seorang kafir, dia telah jelas keluar dari Islam. Yang agak berat adalah jika ada orang yang berbuat tindakan-tindakan kekufuran namun dia tidak menyadari atau tidak mengakui bahwa dirinya melakukan tindakan berbahaya yang mengancam hilangnya iman dari dirinya.

Ranah takfir muayyan ini, adalah ibarat sebuah medan berat. Dahulu, di masa khilafah Islam, tugas menjatuhkan vonis kafir kepada orang atau kelompok tertentu yang terbukti melakukan tindak kekufuran, adalah wewenang umara dengan di dampingi ulama. Sekarang ini, meski para ulama telah membahas dan merinci point-point tindakan dan perbuatan yang menjadi factor penyebab kekafiran seseorang serta kode-kode etik dalam takfir muayyan, namun pada prakteknya tidak bisa SERTA MERTA MUDAH DITERAPKAN. Dengan kondisi semacam hari ini, akan sangat sulit sekali, karena umat Islam dihadapkan pada kenyataan ketiadaan institusi yang memegang otoritas untuk menjalankan konsekuensi dari penjatuhan vonis kafir kepada seseorang individu serta mengantisipasi ekses-ekses yang mucul setelah itu.

Munculnya gerakan-gerakan Islam yang berkomposisi pemuda-pemuda dengan semangat pembelaan dien yang tinggi, telah memberi warna tersendiri dalam dunia pergerakan Islam. Alur gerak perjuangan yang begitu dinamis, lambat laun menghantarkan mereka tiba pada sebuah tuntutan untuk menetapkan lawan. Lawan yang akan sangat menentukan strategi mana yang harus dipilih sebagai rangkaian jihad fie sabilillah. Dari sini kemudian muncul fitnah itu, ghuluw dalam TAKFIR. Bahkan, terkadang pengkafiran itu tidak berhenti pada pada pihak-pihak yang memang sejak semula disinyalir melakukan tindakan kekufuran. Namun, melebar menuju pengkafiran yang dialamatkan kepada setiap orang yang berseberangan dengan mereka dalam masalah-masalah wasa’ilut taghyir (sarana perubahan untuk menegakkan khilafah).

Tak sedikit dijumpai, karena adanya KEKURANGTEPATAN ketika memahami rambu-rambu dan kode etik pengkafiran, seseorang terjebak pada sikap sangat ekstrem. Dia mudah sekali memvonis orang lain sebagai telah keluar dari islam (murtad). Akhirnya, mucul hal-hal yang lebih cocok untuk dikatakan sebuah “fenomena”. Ada orang yang tidak bersedia sholat di belakang imam yang bekerja sebagai pegawai pada dinas atau instansi pemerintahan tertentu lantaran menurutnya dia KAFIR. Ada kemudian orang yang menghalalkan pencurian barangm harta-benda milik anggota keluarganya sendiri untuk pendanaan perjuangan Islam, dengan alas an itu adalah fa’i.

Efek yang juga tidak mustahil terjadi dan lebih mengerikan lagi, adalah KEMUNGKINAN TINDAKAN PENGHILANGAN NYAWA ORANG LAIN BIGHOIRI HAQ. Dan akhirnya, kekacauan timbul, kekacauan timbul. Kekacauan itu bisa saja MERUGIKAN PERJUANGAN ISLAM, MENCIPTAKAN STIGMA BURUK PEJUANG-PEJUANG ISLAM DI MATA UMAT SENDIRI DAN MEMBUAT BANGUNAN PERJUANGAN ISLAM YANG MULAI TERSUSUN RAPI MENJADI RUNTUH KEMBALI. Karena bisa jadi umat yang pada awalnya bersimpati terhadap JIHAD ini kemudian lari dan tidak simpatik terhadap perjuangan Islam akibat kesalahan-kesalahan yang dialamatkan kepada MUJAHIDIN.

Rasulullah S.A.W. mewanti-wanti umatnya agar menghindari sikap GHULUW. Beliau sabdakan : “Jauhilah oleh kalian smua ghuluw, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian celaka lantaran ghuluw dalam urusan dien (agama).” (HR. Ahmad)

Lebih lanjut beliau memeperingatkan, Jika seorang berkata pada saudaranya “Hai Kafir”, maka telah terkena salah seorang dari keduanya. (HR. Al Bukhori)

Pata ulama yang mengkhidmatkan diri untuk jihad menegakkan kalimat Allah inipun telah banyak memperingatkan lewat berbagai buku yang mereka tulis. Diantara buku kontemporer yang turut memperkaya khazanah referensi dalam persoalan ini, misalnya, “Qawa’idu fi Takfir” karya Abu Bashir Ath Thurtusi, “Ar Risalah Ats Tsalaatsiniyyah fi tahdzir minal Ghuluwwi fi Takfir” karya Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, serta “Ju’natul Mutibiin” karya Abu Qatadah al Filistiniy serta “Qawa’idud Takfir” karya Abdul Qadir bin Abdul Aziz.

Imam Ibnu Taimiyah mengungkapkan, “Ketahuilah, bahwa permasalahan takfir dan tafsiq adalah sebuah istilah dan hokum yang berkaitan erat dengan janji dan ancaman di akhirat. Dan berkaitan dengan perwalian dan permusuhan serta pembunuhan dan penjagaan (jiwa seseorang) serta yang lainnya di dunia. Dan sesungguhnya Allah Subhanahu Ta’ala mewajibkan jannah bagi orang yang beriman serta mengharamkan jannah bagi orang-orang kafir. Dan inilah HUKUM MENCAKUP SETIAP WAKTU DAN KEADAAN.” (Majmu’ul Fatawa, 12/251)

Beliau mengatakan, “Salah dalam istilah iman dan kufur tidak sebagaimana salah dalam masalah yang lain. Karena hukum seorang di dunia dan akhirat erat kaitannya dengan istilah iman, islam, kufur dan nifaq.” (Majmu’ul Fatawa, 7/246)

Kata “salah” yg dimaksud pada ungkapan beliau di atas, bisa jadi meremehkan atau melampaui batas dalam hal iman dan kufur. Artinya, tidak mengkafirkan orang-orang yang jelas kafir atau mengkafirkan saudaranya sendiri (muslim) adalah BENTUK KESALAHAN YANG HARUS DI JAUHI. Sebagai solusinya adalah MEMPELAJARI KITAB-KITAB PARA ULAMA’ DAN BERUSAHA UNTUK TIDAK MUDAH MENGKAFIRKAN SEBELUM JELAS KEKAFIRAN MEREKA.

Efek Meremehkan Konsep Takfir

Kecenderungan kelompok kedua yang tampak ingin menihilkan konsep takfir, juga tidak bisa diterima. Sebab, seperti telah dibahas, takfir MERUPAKAN SATU BAGIAN ISLAM, YANG DITUJUKAN OLEH RATUSAN AYAT AL QUR’AN. Dan dahulu, Rasulullah beserta sahabat pun pernah menerapkannya pada beberapa kasus, secara proporsional.

Banyak orang yang meletakkan syarat-syarat yang tidak seharusnya, terlalu ketat sehingga seakan mustahil bisa memvonis kafir orang yang memang sudah masuk kategori murtad. Dan beberapa di antaranya melangkah terlampau jauh sampai mengatakan bahwa tidak diperbolehkan menyebut orang lain KAFIR WALAUPUN MEREKA ADALAH KRISTEN ATAU YAHUDI! Kelompok ini terutama diwakili oleh aktivis pendukung pluralisme.

Mereka menganggap memeluk agama apapun sama saja. Sehingga tidak boleh menyakiti mereka dengan sebutan-sebutan kafir atau semisal. Mereka berargumen, atau lebih tepatnya menuduh, konsep takfir yang ada dalam Islam sebagai kultur yang terlahir dari kristalisasi rasa sentimen pribadi dan “ketidaksukaan” akan yang lain (al ghair). Dan mereka mengalamatkan tuduhan serta kecaman kepada Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, kerana mereka anggap sebagai pencetus awal pemikiran takfir ini.

Kemudian ada kelompok yang menolak takfir karena prinsip-prinsip semacam ini identik dengan kaum khawarij yang hobi mengkafirkan para pelaku dosa besar. Malahan, mereka menjadikan isu ini sebagai alat menyerang Islam, mujahid, dan ulama-ulama yang tsiqah dengan prinsip Jihad Fie Sabilillah, sebagai neo-khawarij. Padahal, jauh sekali perbedaan antara keduanya. Ahlus sunnah TIDAK SEMBARANG MENGKAFIRKAN ORANG LAIN KECUALI SETELAH DITELITI SESUAI DENGAN KAIDAH DAN DHAWABITH TAKFIR SECARA SYAR’I. Logikanya, APAKAH KITA TIDAK AKAN MENGATAKAN ORANG YANG MENCURI SEBAGAI PENCURI DAN ORANG YANG BERBUAT ZINA SEBAGAI PENZINA? Demikian analogi sederhananya.

Penolakan terhadap takfir, yang merupakan bagian dari aqidah Islam, akan menentukan kepada siapa harus berwala’ dan kepada siapa harus berbaro’. Padahal, masyarakat Islam yang tidak memiliki pegangan al wala’ wal baro’ yang jelas, pasti akan mudah dirusak dan ditindas. RINGKASNYA, JIKA AQIDAH TAKFIR (YANG PROPORSIONAL/TAWASUTH) DINIHILKAN, MAKA SAMA SAJA DENGAN MENIHILKAN AQIDAH AL WALA’ WAL BARO’, SERTA SYARIAT JIHAD FIE SABILILLAH DAN BERARTI MENEGASI AYAT-AYAT YANG BERBICARA MENGENAI HAL TERSEBUT.

STRATEGI BIJAK

Di titik-titik krusial seperti ini (takfir), SEHARUSNYA PARA RIJAL PERJUANGAN ISLAM MENIMBANG MATANG-MATANG. SETIAP STRATEGI DAN LANGKAH YANG DIAMBIL MEMBUTUHKAN PENINJAUAN DARI BERBAGAI DIMENSI. TENTUNYA KITA MENGHARAPKAN PERJUANGAN ISLAM MENUJU TEGAKNYA DIEN YANG KAFFAH, TERCAPAI DENGAN SEGALA KELENGKAPAN PROSES YANG DIPRAKTEKKAN RASULULLAH SEBAGAI AVANT-GARDE. (Hafizh – An Najah).

Wallahul Musta’an..

 

Tulisan Lainnya Tentang

Fenomena Takfir di Tengah Kaum Muslimin

. on 21/10/09 05:19 PM said:

“Waspadalah dan berhati-hatilah kalian dari sikap ghuluw dalam beragama. Karena sesungguhnya kehancuran umat-umat sebelum kalian disebabkan ghuluw yang mereka perbuat di dalam beragama.” (HR. Ibnu Khuzaimah )

. on 22/10/09 11:07 AM said:

Alhamdulillah.
ilmu takfir mutlak dan muayan sgt bermanfaat. Ini utk keselamatan islam secara haqiqiy dihadapan Allah yg mempunyai syarat-syarat tentunya. Ketika awal menimba ilmu, bisa saja cenderung selalu menyorot kpd org lain,

. on 22/10/09 11:09 AM said:

namun kita berharap agar Allah memberikan pertolongan dgn hikmah utk lbh bnyk diterapkan utk diri agar tidak terjatuh kpd kekufuran pembatal keislaman. Perbuatan dosa ada yg langsung sifatnya dosa mukaffirat (dosa yg ...

. on 22/10/09 11:09 AM said:

langsung mengeluarkan dari Islam) tanpa ‘udzur (mengerikan ya) serta ada dosa yg sifatnya istihlal (apakah dosa ini dihalalkan oleh kita pelakunya). tentu saja kita perlu kehati-hatian bila diterapkan kpd org lain.

. on 22/10/09 11:10 AM said:

jgn ifrath (berlebih-ghuluw) maupun tafrith (meremehkan). dikeduanya ada syetan yg dpt menjerumuskan. oleh krn itu, bgm kita selamat dari keduanya ? tidak lain dengan ilmu. kaedah takfir muayan (individu) sbb; 1. baligh, 2. akal,

. on 22/10/09 11:10 AM said:

3. ada dalil yg dpt mengeluarkan dari islam, 4. tdk ada paksaan, 5. tdk ada mawani’/penghalang. insya Allah, ilmu kaedah takfir ini bermanfaat, tentu sj buat diri kita terlebih dahulu utk menjadi islam haqiqiy yg selamat dihadapan Allah kelak. Amin.

. on 22/10/09 11:11 AM said:

Ulama besar menyampaikan ; jika seseorang tidak berpegang kpd Islam haqiqiy dan disaat yang bersamaan orang tsb tidak menampakan pembatal keislaman, maka kita hukumi sebagai islam hukmiy dan hatinya diserahkan kepada Allah.

. on 22/10/09 11:12 AM said:

Biasanya si tokoh kedua Atsari tdk mau berilmu ttg masalah ini (krn haloqah?). Padahal, kembali lagi, kita perlu menimba ilmu ini tidak lain adalah utk menghindari dosa yg tidak di udzur apakah itu krn jahil (bodoh), ijithad, taqwil, atau taqliq….

. on 22/10/09 11:12 AM said:

Bukan utk siapa-siapa, utk diri sendiri terlebih dahulu. Smg bermanfaat, Insya Allah.

salam,
Abuhadid

. on 22/10/09 11:37 AM said:

dalam berdakwah semuanya perlu pendekatan yang lemah lembut dan penuh kebijaksanaan. bisa jadi seseorang melakukan perbuatan kufur karena ketidak tahuannya (jahil). orang2 spt ini tidak boleh lsg divonis kafir. dan untuk merubah butuh kesabaran.

. on 22/10/09 11:39 AM said:

kecuali orang atau kelompok yang jelas2 meusuhi Allah dan Rasulnya, serta melakukan fitnah terhadap syariat-Nya maka WAJIB bagi kita untuk mengkafirkannya. seperti JIL (JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH)

. on 22/10/09 12:03 PM said:

@abu_shabir: bila kita melakukan syirik akbar tidak ada ‘udzur karena jahil (tafsir QS 9:31), ijtihad, taqwil, atau taqliq (sudah ana sampaikan diatas).

. on 22/10/09 12:04 PM said:

jgn buat org lain dulu. ini buat keselamatn diri sendri.dosa sirik akbar teramsuk dosa mukaffirat, dosa yg dihadapan Allah Ta’aalaa lngsung keluar dari Dien.salam

. on 22/10/09 03:41 PM said:

Aduh… bersatulah wahai saudaraku!

. on 22/10/09 11:26 PM said:

klo kita bilang dia KAFIR maka dia kluar dari islam
klo kluar dr islam dia murtad
klo murtad 100% NERAKA

apakah kita berhak menentukan orang itu masuk surga ato neraka ( emang sp lo)
ya Allah hanya u yg maha tau

. on 23/10/09 08:39 AM said:

@HamindaLID : renungkan kalimat yg ana tulis diatas yaitu “ilmu takfir ini bermanfaat.Bukan utk siapa2, tp utk diri sendiri terlebih dahulu”. sehingga diri pribadi tdk jatuh ke-dlm dosa mukaffirat, & dosa yg istihlal yg jg menjadi pembatal Islam”.

. on 23/10/09 08:40 AM said:

TUJUANNYA utk diri sendiri sbg alat cek for diri sendiri terlebih dahulu. smg Allah memahamkan kalimat ini.salam

. on 23/10/09 08:43 AM said:

tambahan. ilmu ini hanyalah salah satu usaha menjadikan memenuhi diri pribadi utk menjadi islam haqiqiy. jgn sibuk dgn yg org lain.ada pun utk org lain itu sbg nasehat. salam

. on 23/10/09 09:17 AM said:

@abuhadid

ana sependapat dgn antum..

salamnya bs dganti assalamu’alaikum gak???

. on 23/10/09 09:53 AM said:

@ Abuhadid : antum bener, bahwa urusan ini harus disertai dengan kaidah takfir yg telah dijelaskan para ulama salaf, oleh krnnya, persoalan mengeluarkan dan memasukkan org dari Millah adalah urusan sulit. Wallahu A’lam

. on 23/10/09 09:55 AM said:

Hati2, jangan2 kita bukan hanya kufrun duna kufrin, tapi juga KHAWARIJ DUNA KHAWARIJ!! Heheeh

. on 23/10/09 10:26 AM said:

@RPG & @ Mahabati> sgl puja-puji hnya milik Allah Ta’aalaa. bersyukur. smg Allah memberikan pemahaman atas Dien, sesuai dgn apa yg Allah kehendaki.amin. Wass

. on 23/10/09 08:20 PM said:

Takfir itu bagian dari ajaran Islam. barangsiapa yang menolak istilah dan penggunaan takfir maka ia telah mengingkari ajaran Islam. manusia bisa terjerumus kefasiqan, kedhaliman, kemurtadan, munafiq. kesemuanya terdapat panduannya dann dalilnya

. on 23/10/09 08:22 PM said:

justru orang yang tidak memiliki konsep takfir akan berfikiran murjiah dan meniadakan bentuk takfir. tidak ada istilah murtad atau bahkan tidak mau menyelamatkan saudaranya muslim yang masuk ke dalam lubang kekafiran

. on 23/10/09 08:25 PM said:

sebenarnya fenomena takfir hakktnya tuk menolong ssm muslim yg terjerumus ke penyakit kekafiran. mereka dientaskan jgn melanggar amalan yang menjdkn murtad. begitu halnya dengan peminum khomer. kita ingatkan agar tidak minum

. on 23/10/09 08:32 PM said:

bagi muslim, yg hrm nyata, yg hll jg nyata, perbuatan fasiq nyata, perbuatan yg mengkafirkan jg nyata, kenapa qt lupa bahwa menolak syariat Islm adlh bntk kekafirn????qt harus berani mengatakan yang menolak syariat Islm adlh masuk kedalam kekafiran

. on 23/10/09 10:17 PM said:

situs gila…. nichhhh ga usah bawa-bawa nama wahabi kalo loe semua masih bego,....

. on 23/10/09 11:31 PM said:

weh orang-orang goblok masih aje mengkafirkan sesama Muslim.kita kaum muslim saling bertengkar USA dan nato sdh membumi hanguskan Afghan dan iraq

. on 23/10/09 11:32 PM said:

kita masih aje bertengkar yahudi dan nasrani sdh bersatu,amerika udah buat nuklir,udah pergi kebulan tp ente msh aje bhs yang ga penting

. on 24/10/09 12:37 AM said:

Ane setuju sama akhi abuhadid & noer janata
Semoga kita semua dibimbing & diberikan petunjuk-Nya…
Amin….

. on 24/10/09 12:38 AM said:

Barangsiapa Allah beri petunjuk, tdk ada seorangpun mampu menyesatkannya..
Dan barangsiapa Allah sesatkan, tdk ada seorangpun mampu memberinya petunjuk…
Biarlah anjing menggonggong kafilah berlalu…

. on 24/10/09 12:41 AM said:

Bagi yg ingin download sebuah buku karya Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisy - Mewaspadai Sikap Ekstrim Dalam Mengkafirkan

ane cantumkan link download-nya di bawah ini:

http://www.box.net/shared/ukj4q0h132

. on 25/10/09 10:34 AM said:

Saudara ku…....
Yahudi…membunuh saudara kita di Palestina,..Salibis memerangi saudara kita
.......ternyata disini yang ada hanya orang2 yang tak perduli dengan saudaranya…..

. on 25/10/09 02:08 PM said:

@Al Faqir : Mreka ORG KAFIR baik Amerika cs dan sekutunya dan siapa saja yg memerangi kaum muslimin WAJIB DIPERANGI!!

. on 25/10/09 11:07 PM said:

sebaiknya sekarang kita bersatu utk perangi zionis di RI, setelah mrk keluar (kan bingung nih mau perang ama siapa lagi) baru kita perang soudara dan saling mengkafirkan; cth perang JAMAL

. on 27/10/09 08:32 AM said:

@Al-mahdi, jika itu itikad antum, itu namanya tdk belajar dr sejarah para sahabat, tabiin dan tabiuttabi’in. jgn ada perang saudara, jk tujuan jihad adlh tinggikan dien Allaah dan jk kita fahami ijma ulama thd kategori penguasa & sikap thd mrk

. on 27/10/09 10:22 AM said:

Mana AYA MIZA yah ?!yang biasanya memberi komentar kata2 kotor, mudah mengkafirkan & memurtadkan seseorang…. semoga ALLOH SWT memberikan perlindungan dan petunjuk kaum muslimin…

. on 27/10/09 05:20 PM said:

@charis: kenapa cari² AYA MIZA ????

. on 27/10/09 11:28 PM said:

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dituduh mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka.Benarkah demikian ?

. on 27/10/09 11:29 PM said:

Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan: “Kalau kami tidak (berani) mengkafirkan orang yang beribadah kepada berhala yang ada di kubah (kuburan/ makam) Abdul Qadir Jaelani

. on 27/10/09 11:30 PM said:

dan yang ada di kuburan Ahmad Al-Badawi dan sejenisnya, dikarenakan kejahilan mereka dan tidak adanya orang yang mengingatkannya.Bagaimana mungkin kami berani mengkafirkan

. on 27/10/09 11:31 PM said:

orang yang tidak melakukan kesyirikan atau seorang muslim yang tidak berhijrah ke tempat kami ?! Maha suci Engkau ya Allah, sungguh ini merupakan kedustaan yang besar.” (Muhammad bin Abdul Wahhab Mushlihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, hal. 203)

. on 27/10/09 11:42 PM said:

harap penulis tidak asal asalan dan sepotong sepotong dalam menyampaikan pendapat Ulama

fathoni011 on 28/10/09 06:18 AM said:

“perang melawan terorist” itu agendanya yahudi dan kafirin ya?trus kalo ada orang islam yg sadar membantu kesuksesanya..apa ia jg bisa dikafirkan atau tdk? catatan: dgn sadar membantu.
siapa ya bisa jwb?

imrons on 28/10/09 12:28 PM said:

ada yang lebih berbahaya dari orang islam sendiri yaitu gerakan JIL.
maaf jika konteks masalahnya gak sesuai, tapi ini jg lambat laun makin menggangu pikiran saya

. on 30/10/09 03:49 AM said:

“Tidak beriman seseorang sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”

. on 30/10/09 03:54 AM said:

Saudaraku….sadarlah,.....
apakah anda telah dibutakan oleh dunia sehingga melupakanpenderitaan saudara2 kita di Palestina? Zionis dan Salibis memerangi saudara2 kita, ingat “Selama mereka tobat, shalat dan bayar zakat, mereka saudaramu seagama”

. on 30/10/09 08:04 AM said:

benar juga, seingat ana si AYA MIZA yang mengatakan menghukumi seseorang itu kafir/bukan harus dengan perincian yang jelas.  kalo ana yang menilai mungkin pendapatnyalah yang lebih mendekati kebenaran.

. on 30/10/09 08:50 AM said:

@fathoni011>Penerbit Pustaka Imam Syafii menerbitkan sebuah bku Nawaaqidhul Islam (Hal Pembatal Keislaman seseorang). pd hal 121, ....

. on 30/10/09 08:51 AM said:

tertulis salah satu pembatal islam yaitu “memberi dukungan kpd org-org musryik dan menolong mrk utk memusuhi kaum muslimin,dalilnya QS 5:51, dll. smg dpt mnjawab pertanyaan akh fathoni011.wass

. on 30/10/09 09:09 AM said:

@al-faqir yahya>hanya melengkapi saja.jika kita konswen dgn manhaz salaf maka definisi kata ‘saudara’, ‘beriman’,‘tobat’,‘shalat’,‘zakat’, menurut Rasulullah yg disampaikan kpd salaf Mu’ad bin Zabal ra ketika ...

. on 30/10/09 09:09 AM said:

hendak berangkat ke Yaman, harus dimulai dgn tauhid, yaitu menafikan bentuk aliha, andad, arbab, serta thogut.jika sudah demikian, maka org tobat, sholat, zakat, adalah saudara kita seiman.smg bermanfaat.wass

hanzalah on 31/10/09 06:49 AM said:

أَفَنَجْعَلُ الْمُسْلِمِينَ كَالْمُجْرِمِينَ (*) مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

. on 31/10/09 12:31 PM said:

he…. antum kenalilah kebenaran itu, maka antum akan mengetahui siapa yang benar.

e-taiba on 01/11/09 07:44 AM said:

Hati2, jangan2 kita bukan hanya kufrun duna kufrin, tapi juga KHAWARIJ DUNA KHAWARIJ!! Heheeh <== diperangi saja..

e-taiba on 01/11/09 07:45 AM said:

bukankah memerangi khawrij lbh diutamakan daripada memrangi kafir..

bgitu kan?? perangi saja orang2 yang antum tuduh khwarij,, hati2 jg ghuluw dalam mengkahwarijkan orang

e-taiba on 01/11/09 07:46 AM said:

no offense hanya mengingatkan.. untuk tidak melanjutkan..

. on 01/11/09 09:43 AM said:

memang sulit bicara dengan orang yang memahami agama hanya dengan emosi dan akal yang sangat terbatas.

imrons on 01/11/09 08:49 PM said:

Awas…........ Jaringan Islam Liberal

. on 02/11/09 09:49 AM said:

jika kita TIDAK MENGETAHUI syarat serta definisi yg shohih dari “muslim”, “kafir”, “musryik”, “khawarij”, “murjiah”, maka bisa jadi awal dari malapetaka yg menimpa kita.pahamkah diri kita ? wassalam

salman_al_prayi85 on 02/11/09 10:21 AM said:

sebaiknya kita tabayyun dahulu terhadap segala persoalan yang ada di umat kita.

. on 02/11/09 02:15 PM said:

@salman> sebelum ana bertanya kpd antum, berikut paparan sbg awalan:
kisaran thn 95 di PTN di depok, ana diberikan kuliah ttg ‘aqidah islam’
oleh dosen yg bernama M. Anis Matta.

. on 02/11/09 02:16 PM said:

Buku pegangannyanya tulisan Dr. Ibrahim Muhammad bin Abdullah Al-Buraikan (alih bahasa M. Anis Matta), pd bahasan hal yg bertentangan dgn Tauhid, halmn 164, bagian ketiga,
syirik dlm ketaatan, sbb paparannya:

. on 02/11/09 02:17 PM said:

syirik dlm ketaatan yaitu menyamakan sembahan selain Allah dgn Allah dlm hal hak menentukan SYARIAT dan HUKUM. Krn membuat syariat, hukum dan memerintah adalah HAK KHUSUS Allah QS6:57, 5:59, 42:21, 9:31.

. on 02/11/09 02:17 PM said:

Dan siapa yg melakukan itu, berarti dia telah melakukan SYIRIK AKBAR yg menyebabkan keluar dari Islam (KAFIR MURTAD). Ini sama dgn ketika ia mengklaim adanya hak membuat hukum pd selain Allah.

. on 02/11/09 02:18 PM said:

Pada halaman 165-nya, Anis Matta menyampaikan dlm buku yg diterjemahkannya, sbb: Maka klaim adanya hak sbagian mrk membuat syariat bagi yg lain adalah kalim yg didasari oleh KEBODOHAN dan KETOLOLAN.(nukilan selesai).

. on 02/11/09 02:19 PM said:

TDK ADA ijtihad mapun qiyahs, krn nash sudah jelas. Pertanyaannya (@salman atau ikhwan lainnya) adalah; menurut antum, bentuk tabayun apa yg akan disampaikan

. on 02/11/09 02:20 PM said:

kpd Anis Matta yg saat ini menjadi salah satu wakil ketua DPR yg secara nyata dan jelas menggunakan hukum buatan ?@salman dan ikhwan lainnya, jgn biarkan hati kita tertutup terhadap kebenaran dan kebatilan.

. on 02/11/09 02:20 PM said:

Tunduk & patuh saja serta bersabar.afwan, ini hanya sebuah nasehat dari realita dakwah. wass

. on 02/11/09 08:43 PM said:

Kita lihat aja finishnya….klu M Anis matta dan ikhwan lain berhasil dengan dakwahnya..Insya Allah tidak akan ada yg dikafirkan…kecuali kelompok Takfir.Bisa2 yg tdnya Ahlul sunnah tp sifatnya kayak syiah…ngusir2in golongan lain

. on 03/11/09 09:44 AM said:

@pro partai>Apa yg terjadi saat ini adalah bentuk perulangan (repeatasi /reproduksi) kejadian dgn tokoh berbeda, berikut paparannya :

. on 03/11/09 09:45 AM said:

Pada QS. 17:73 “Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentu|ah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia”.

. on 03/11/09 09:45 AM said:

Pada tafsir, petinggi kaum musrykin Mekah meminta Rasul untuk mengelus sesaat dengan ujung jari beliau, jika Rasul bersedia melakukan hal itu maka kaum musryikin akan memeluk Dien, & para thogut musryikin akan membela beliau & memegang teguh Dien.

. on 03/11/09 09:47 AM said:

Lalu apa gerangan para pengaku dakwah parlement saat ini? Mrk tdk hanya mengelus sesaat, tidak pula menerima pembelaan dan memegang teguh Dien, malah bukan dgn jari, bahkan lahir batin, serta membela serta memegang teguh UU buatan.

. on 03/11/09 09:51 AM said:

Mengutip Sufyan Ats Tsauri rahimahullah disebut tipu daya iblis dan tangga untuk dunia bagi ahli baca al-Quran (yg fajir). Afwan, menurut nash, kalian salah cara & salah jalan.

. on 03/11/09 09:52 AM said:

Kesalahannya ushul Dien, yaitu Tauhid. kembali lagi dgn pertanyaa awal, tolong sampaikan satu (saja) nash yg menyatakan bahwa berpartai TIDAK MELANGGAR tauhid. afwan, wass.

. on 03/11/09 10:00 AM said:

lebih lanjut, afwan, dosen tersebut telah menyatakan dirinya KAFIR MURTAD disertai KEBODOHAN serta KETOLOLAN.

. on 03/11/09 10:01 AM said:

ana hanya mengutip yg dia sampaikan ke ana. bgm ? silahkan bagi para pro partai bantah sj ke dia (ana hanya mengutip dari dia & berusaha mengambil manfaat). afwan,wass

pro-hamas on 04/11/09 05:10 AM said:

kita tengok apa yang tejadi pada zaman para sahabat sesudah khalifah Umar Bin Khatab wafat,  yang tejadi adalah peperangan sesama Muslim antara Mu’awiyah dan Sayidina Ali ra. Hayooo..siapa yang bisa jawab siapakah diantara meraka yang benar..?

. on 04/11/09 09:44 AM said:

Insya Allah terjawab dgn dalil berikut QS 2:147 ‘Kebenaran hanya dari Allah’, dan QS 9:100 ‘Allah telah ridha kpd para sahabat’.

. on 04/11/09 09:45 AM said:

Kembali lagi adakah dalil satu (saja) yg menguatkan bahwa berpartai tidak melanggar tauhid ? tolong bantu. wass

. on 05/11/09 01:36 AM said:

to : pro hamas: perang antara para sahabat merupakan perbedaan pendapat dalam fiqh, tetapi tidak saling mengkafirkan. lebih jelasnya pelajari kembali dg teliti

pro-hamas on 05/11/09 04:44 AM said:

to :ibnu albantani,  coba mana buktinya kalau diantara mereka tidak saling mengkafirkan..? perbedaan fiqih hehehe…itu alasan yang bisa dislewengkan demi untuk kepentingan kelompok tertentu.

. on 05/11/09 01:06 PM said:

Hindari saling menghujat musuh ada didepan mata.

. on 05/11/09 02:40 PM said:

@pro partai>subhanallah, mirip sekali yg diberitakan pada QS 3:7, yg condong pada kesesatan mencari dalih. ada upaya Ali ra disamakan dgn sby ?

. on 08/11/09 12:03 AM said:

@e-taiba : pahami dengan ilmu, bukan dengan OTOT dan emosi! Nt baca itu buku Perjalanan Gerakan Jihad Abu Mush’ab As Suri,,biar nambah wawasan nt! smile

. on 08/11/09 12:08 AM said:

Ana sarankan tuk smua aktivis jihad dn juru dakwah tuk membaca buku perjalanan gerakan jihad, tulisan Abu Mush;ab As Suri (pejabat teras al qaeda).

. on 08/11/09 12:09 AM said:

Biar nambah wawasan dn ilmu mengenai ASAL MUASAL VIRUS TAKFIR YG MASUK KE BARISAN MUJAHIDIN.Klo dh baca,baru deh komen lagi.Khusushnya E-TAIBA! Baca dulu itu, br komen!

. on 10/11/09 08:06 PM said:

@mahabbati : bacalah buku dari manapun, agar ente tidak ashobiyyah…

AbduLLah Zuhri on 10/11/09 09:57 PM said:

@Jundi Rabbani : kalo anta mau baca buku silahkan, kalo kami mah lebih selektif memilih mana buku yang bermanhaj salaf dan mana buku yang bermanhaj serampangan. Kalau buku karangan ahli bid’ah bagusnya dibakar saja !!

AbduLLah Zuhri on 10/11/09 10:01 PM said:

kalau ahli sunnah paling anti belajar/membaca buku-buku dan mengambil ilmu dari ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu. Kecuali kalau bagi orang yang mempunyai ilmu dan hendak menjelaskan kesesatanya.

AbduLLah Zuhri on 10/11/09 10:36 PM said:

innal halala bainun wa innal haraama bainun.

” sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas ”

. on 13/11/09 01:09 PM said:

Siapa pun yang ucapannya, tulisannya, dan tindakannya MENGUNTUNGKAN orang-orang muslim Munafiqin dan kafir Harbi dalam MEMBASMI Islam, wajib dipisahkan antara kepala dengan lehernya.

. on 14/11/09 11:15 PM said:

to pro hamas:  wahai saudaraku, apakah anda sudah baca pendapat para sahabat yang ada pada saat itu? pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan pendapat Syaikh Muhammad Nasirudin Al Albani ?

. on 14/11/09 11:16 PM said:

pro hamas : bukankah yg saling mengkafirkan itu hanya pengikutnya ? Ali ra dan Muawiyah ra adalah sahabat Rasulullah SAW, keduanya pernah di doakan Beliau. Apakah anda ragu?  atau anda berani mengkafirkan salah satunya ?

. on 14/11/09 11:22 PM said:

pro hamas : tentu anda belum membaca pendapat Ali ra tentang Muawiyah ra .anda belum membaca tp sudah gelap mata , anda belum mempelajari nya tp sudah menghakimi. mari kita sama sama belajar agar tidak ada penyakit di hati .

. on 14/11/09 11:38 PM said:

Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri رضي الله عنه, ia berkata:Antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin Auf telah terjadi sesuatu lalu Khalid pun mencaci-makinya. Mendengar itu Rasulullah صلی الله عليه وسلم lalu bersabda:

. on 14/11/09 11:39 PM said:

“Janganlah kamu mencaci-maki seorang pun dari para sahabatku. Sekalipun salah seorang kamu membelanjakan emas sebesar gunung Uhud, hal itu tidak dapat menandingi satu bahkan setengah mud (1 mud=543 gram) salah seorang mereka”.(HR Muslim:4611)

. on 04/12/09 02:06 PM said:

Wahai kalian, ada musuh laknat yg lbh berbahaya utk kalian perangi, jgn jumud coba tengok sepak terjang Jaringan islam laknatullah (liberal) beri komentar kalian disana,Insya Allah dapat pahala besar,jgn slg mengkafirkan,bangkit wahai saudaraku !!!!

. on 13/12/09 05:10 PM said:

dasar setan wahabi !!!

Page 1 of 2 pages  1 2 >

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?