Bom dalam Prespektif Islam

Oleh Prince Muhammad pada Selasa 15 Mei 2007, 11:04 PM

Print Recommend (0) Comment (47)

Saat ini, masyarakat mulai mendiskusikan hukum pengeboman terhadap properti, mobil dan tempat-tempat umum lainnya, dan kami mendengar beberapa pendapat yang menarik bahwa pengeboman dan peledakan tersebut bukan “jalan penyelesaian masalah” atau “kebangkitan”.

Itu adalah pendapat yang sangat menarik, tapi tidak fair, ini adalah sebuah penilaian (analisis) yang tidak adil dari para “pengamat” Islam. Peledakan-peledakan tersebut hanyalah sebuah ikhtiar, dan bukanlah jalan hidup atau metode mencapai tujuan.

Oleh karena itu hukum dari ikhtiar tersebut akan sama dengan hukum dari target dan tujuannya.

Pengeboman punya sebuah tujuan. Memiliki buah dan hasil serta dalil. Ini berbeda dengan apa yang orang simpulkan tentang tujuan pengeboman. Ini bukanlah persoalan benar salah ataupun fair tidak fair bagi seseorang menerima bahwa hukumnya semata-mata berdasarkan upaya untuk menyempurnakan tujuan.

Jika kita menghubungkan persoalan ini dengan setiap persoalan agama, ini hanya akan menyebabkan kebingungan dan terjebak dalam diskusi yang menghabiskan waktu dan tiada ujung pangkal.

Tidak ada keraguan lagi, bahwa akibat dari pengeboman pastilah ada pembunuhan dan kerusakan, beberapa membunuh dengan haq dan sebagian tidak. Sebagai contoh, membunuh seorang Muslim tanpa haq (diharamkan), kecuali dengan alasan yang dibolehkan Islam, seperti; merajam pezina (muhson), membunuh orang murtad dan menghukum tindakan kriminal, dan lain-lain.

Sedangkan bagi orang kafir, hidupnya tidak memiliki kesucian tanpa memiliki perjanjian damai (dengan khalifah) baik sebagai musta’man maupun dzimmi, meskipun aslinya (orang kafir) tidak memiliki kesucian.

Beberapa peledakan yang tidak didasarkan pada kebenaran (haq) tidak menyebabkan apa-apa kecuali fasad dan kehancuran, akan tetapi peledakan yang didasarkan pada kebenaran (haq) memiliki akibat besar bagi ‘kebangkitan’ dan penyelesaian masalah. Sebuah pengeboman bisa jadi dipuji oleh Allah SWT atau sebaliknya, dilaknat Allah SWT.

Oleh karena itu, untuk mengeluarkan istilah dan argumen baru, mengatakan bahwa itu karena korupsi, perpecahan, dan sebagainya hanya akan menambah kebingungan masyarakat. Orang yang mendiskusikan isu ini harus menggunakan ilmu dan menghindarkan kebingungan masyarakat yang mudah tergelincir oleh perasaannya dan argumen yang menakjubkan.

Mereka (orang-orang yang menggelincirkan umat) menyebarkan kebusukan mereka di tengah-tengah masyarakat, seperti menyebarkan ide-idenya, yaitu; sekularisme, pluralisme, kasih dan damai untuk sesama, dan sebagainya serta mempropagandakan seruan tersebut sehingga jiwa masyarakat terperangkap olehnya.

Sebuah contoh dalam persoalan ini adalah seseorang yang berbicara dan menyeru orang untuk melawan dakwah, menyatakan bahwa dakwah adalah jembatan menuju Jahannam. Ketika seseorang menuduh mujahidin dan mengutuk mereka sebagai teroris, fundamentalis dan esktrimis, maka sebenarnya mereka sendirilah yang menyeru kepada pintu-pintu neraka Jahannam (du’atun ila abwabi jahannam) sebagaimana yang tertera dalam hadits mulia yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Al Yaman. Lalu, dapatkah orang-orang tersebut (dua’tun ila abwabi Jahannam) mendapatkan syafaat dari Rasulullah SAW di hari Kiamat nanti ? Ingatlah firman Allah SWT :

“Sesungguhnya syetan-syetan itu mengajak golongannya supaya menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS Faathir, 35: 6)

Sementara ada penyeru yang menyeru kepada kebenaran (haq) dan mereka berada dalam jalan menuju surga, dan ada juga yang menyeru kepada kemungkaran dan mereka berada di jalan menuju Jahannam. Pengebom itu memiliki dua tipe tersebut. Kita harus tahu apa tujuan dan arah operasi mereka? Siapa yang menjadi target dan siapa yang akan dibunuh? Apakah tujuannya mencari ridha Allah SWT? Apakah targetnya orang Islam atau orang kafir ? Apakah tujuannya membunuh kaum Muslimin atau berperang melawan para agresor?

Ada banyak pintu menuju surga, salah satunya adalah babul Jihad (pintu jihad). Orang-orang yang haq akan mendapatkan “Izzah” dan kehormatan melawan musuh dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menjanjikan mereka surga dan kemuliaan.

Orang-orang yang mengutuk penyerangan-penyerangan tersebut tidak pernah berhenti berpikir, baik tentang tujuan pengeboman maupun targetnya. Masyarakat (dilandasi perasaan dan rasio semata) mengutuk pengeboman-pengeboman yang terjadi dan tidak pernah berpikir mengapa tempat-tempat tersebut menjadi target pengeboman. Masyarakat bahkan mulai bertanya, “Dapatkah kita menggunakan bom bunuh diri di Palestina?”

Allah SWT memerintahkan kita untuk menakuti dan menggentarkan orang-orang kafir, musuh Allah dan kaum Muslimin. Allah SWT berfirman :

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu…” (QS Al-Anfal, 8: 60)

Tidak ada keraguan lagi, bahwa pengeboman terhadap orang-orang kafir di negeri-negeri kaum Muslimin dan negeri-negeri kufur akan menggentarkan mereka, menakuti mereka dan menjerakan mereka dari menyerang kita lagi.

Kita lihat dewasa ini bahwa tidak ada yang mengguncangkan musuh kecuali penyerangan dan pengeboman dan kekerasan, untuk mencari ridha Allah. Di Palestina, orang Yahudi merasa menderita dan seolah-olah berada di neraka karena secara terus-menerus, setiap hari terjadi penyerangan dan operasi. Akan tetapi mereka (Yahudi) tidak pernah merasa khawatir atau ngeri karena demonstrasi yang dilakukan oleh kaum Muslimin di London, atau di Jakarta.

Kalau kita melihat pria-pria pemberani di abad ini dan pahlawan-pahlawan umat di abad ini, seperti : Abdullah Azzam, Khattab, Muhammad Al Shihri, Ahmad Al Haznawi, Sa’id Al Ghaamidi, Syekh Abul Abbas Al Januubi, Syekh Osama bin Laden, Khalid Ayyash dan masih banyak lagi, orang-orang ini tidak pernah menjadi pahlawan besar, kecuali melalui pemahaman tentang jihad.

Terlihat bahwa seseorang yang ingin menyebarkan ide bahwa pengeboman bukan jalan untuk kebangkitan atau pendekatan rasional hanyalah mencoba menyebarkan pandangannya untuk mengembangkan tarbiah dan pendidikan untuk membangkitkan umat.

Memang, kenyataannya kita mengetahui pentingnya tarbiah dan pendidikan, khususnya untuk memurnikan akidah dalam tubuh umat, untuk memurnikan tauhid dan mengajarkan umat untuk menolak thagut, membangun mereka dalam wala’ dan bara’, akan tetapi tidak menyangkal seruan jihad dan memerangi agresor, mempertahankan hidup, kekayaan (harta) dan kehormatan kaum Muslimin dengan kehidupan dan tubuhnya. Ini tidak dapat dihentikan (seruan untuk menghentikan agresi melawan kaum Muslimin).

Terlihat bahwa mereka ingin kita melawan agresi dengan diskusi penuh kedamaian dan dengan selebaran-selebaran. Sangatlah aneh seseorang yang berpikir demikian. Dapatkah mereka benar-benar meyakini apa yang mereka katakan ? Atau tidakkah mereka mengerti kebodohan seruan mereka dan tentang apa mereka menyeru kita ?

Bukanlah Allah yang menyeru kita kepada kebodohan-kebodohan, ini hanya tentang kecenderungan dan kecintaan kita kepada dunia dan kebencian kita kepada kematian, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menggambarkan kondisi umat Islam seperti buih di lautan. Sejarah menceritakan kepada kita beberapa fenomena ketika kita melihat sejarah Bani Israel dan janji kemenangan dan desakan setelah itu, agar mereka meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama mereka. Kita mendapatkan kemiripan, ketika kita tidak mau mengubah kondisi kita, ‘kebiasaan-kebiasaan’ buruk yang kita lakukan.

Kejadian di masa lalu ketika kaum Tartar yang ingin menduduki tanah-tanah kaum Muslimin selama bertahun-tahun. Meskipun demikian orang-orang tidak bergerak untuk menarik urat saraf untuk melawan mereka. Kejadian serupa terjadi di Al-Sham (tempat konferensi-konferensi Islam dilaksanakan), ketika terjadi pendudukan oleh orang-orang kafir. Pada waktu itu penguasa di sana mengirim banyak ulama dan memotivasi mereka untuk berjihad, dan tentu saja hal ini tidak membantu kecuali sedikit.

Apakah keanehan ini masih terjadi sekarang, jika masyarakat menjadi penakut dan tidak merespons seruan jihad atau menyeru perang, kemudian apa yang akan mereka lakukan jika ‘tokoh-tokoh’ mereka menanamkan pada mereka kehinaan dan kekalahan? Jika mereka menyiapkan kebangkitan dengan slogan mereka tentang reformasi dan perdamaian ? Itulah mengapa masyarakat mulai berkata,“Ini bukan saatnya berperang, ini saatnya islah dan reformasi.”

Kita berdoa kepada Allah agar masyarakat mengerti bahwa jihad dan makna jihad memiliki status hukum yang sama. Kita juga berharap agar masyarakat mengerti bahwa mereka-mereka yang berjihad telah memutuskan dan mengerti arti jihad, apakah itu bermanfaat atau tidak. Kita berdoa kepada Allah SWT agar menjaga kita tetap teguh dalam Islam ini dan memiliki ‘keberanian’ melawan kebatilan dan mencegah kita dari kebingungan dan keraguan. Amin.

T A K B I I I I R…..!!!!!!!!!

[arrahmah.com]

 

Tulisan Lainnya Tentang

Bom dalam Prespektif Islam

. on 31/07/09 07:04 PM said:

ALLAHU AKBAR….....!!!!!!! ALLAHU AKBAR ..............!!!!!!!!! ALLAHU AKBAR…......!!!!!!!!! INSYAALLAH KITA SEMUA PARA PEMBURU SYAHID DALAM BERJIHAD DEMI TEGAKNYA SYARIAT ISLAM. AMIN…

. on 01/08/09 08:00 AM said:

goblok banget sih lu semua.. banci kaleng.. lu punya masalah sama amrik dkk yg lo anggep kafir?
segitu keselnya? ke amrik aja sono.. ngebom di sono.. ato minimal malaysia.. terserah dah lu mo pake nama indo ato segala macem, asal jgn di sini..

. on 01/08/09 08:01 AM said:

lu ga punya duit ke sono? perlu gue bayarin?

jangan jadi jago kandang beraninya ngebom di sini..

. on 01/08/09 08:02 AM said:

oiya, gue jg nyangsiin kalo penulis artikel ini pake nama asli.. another prove for u cowards..

bikin nama Islam jadi jelek aja..

kalo berani jgn apus komen gue..

. on 01/08/09 08:54 AM said:

biarkan para sepilis berkicau.. kLo bukan AL Quran n Assunah, mo pake apa lgi..
bukankah sudah jelas, mereka yg mengingkarinya adalah Kuffar..

. on 01/08/09 11:57 AM said:

. tegaknya islam bukan berarti hancurnya indonesia,,Nabi Muhammad SAW tidak pernah membunuh.Kenapa kalian mau mati syahid?apa karena pesimis bisa masuk surga?atau solat dan amal kalian kurang? pendek sekali pikiran kalian,BODOH

. on 01/08/09 01:50 PM said:

Allahu Akbar….  semoga Indonesia dihindarkan dari para manusia2 bar-bar yang mengatas namakan islam. Psikopat, Najis yang mempertuhankan akalnya yang bodoh. Kenapa Dolly aman? mungkin yang ngebom langganan. mana tau….

. on 01/08/09 02:27 PM said:

@kamar17 : pikiran anda yg sebenarnya pendek dan sempit

. on 01/08/09 04:49 PM said:

jadi syuhada bkn dgn membunuhi orang yg ga ngerti apa2 dan jelas tidak memerangi & mendzolimi kalian wahai teroris…klo target kalian tentara zionis & sekutunya, baru jln kalian benar mencari syahid ..karena mrk memerangi & mendzolimi kaum muslimin

. on 01/08/09 09:56 PM said:

salah satu ulah kafir juga kah? bikin ribut sesama muslim di comment ginian? kalau setau sy rasulullah saw emang ga penah ngajarin untuk ngebunuh selain memang di tempat perang, kafir pegang senjata dan muslim pegang senjata. RELA MATI untuk Allah

. on 02/08/09 09:54 AM said:

Saya SETUJU dgn BOM BUNUH DIRI, tp jgn dilakukan di Indonesia yg akhirnya akan memecah belah umat Islam di Indonesia dan saling curiga. Di sini bukan tempat perang melawan kaum kafir.

irwansyah muhamad on 03/08/09 03:31 AM said:

manusia manusia bodoh!!!!di mana otak kalian???
sadarkah kalian kalau kalian merusak nama Islam???
bodoh kalian semua!!!mau maunya dijadikan boneka sama orang orang malaysia!!!

. on 03/08/09 11:19 AM said:

BE A GOOD MOSLEM OR DIE ASSYUHADA….....ALLAHU AKBAR….!!!!!

abufatih on 03/08/09 12:56 PM said:

Ketika seorang islam yang di duga sebagai pelaku peledakan semua berkomentar beginalah… begitulah… Tetapi ketika pelakunya adalah orang non muslim pada menciut. gimana tuch

. on 04/08/09 07:53 AM said:

Orang2 sekuler yang meneriakkan perdamaian tahu apa nggak kalo mulimin dibantai oleh kafir di Palestina, Irak, Chechnya, Afghanistan, Kashmir, Turkistan Timur, Bosnia, Moro, Pattani dll.
Hanya Mujahidin yang membela mereka. Dimana orang sekuler?

Yanuar We on 04/08/09 12:42 PM said:

yg sebenarnya teroris tuh israel, usa dkk nya..mereka bunuhin muslimin di irak palestina,afghan,moro,chechnya,pattani,kashmir.tegakkan dulu keadilan di sana…!!! kami para mujahidiin hanya membela&membalas; serangan kuffar

qolbuku on 04/08/09 09:28 PM said:

hehehe rame sekali klo boleh orang tua ikut nimbrung
yang pertama Islam itu bukan dogma
benarkah kemelut di arab sana murni soal agama

qolbuku on 04/08/09 09:31 PM said:

ingat umar .ra dibunuh, Usman ra dibunuh, ali ra juga dibunuh. oleh amerikakah,oleh yahudikah
yang jelas kita klo bicara Islam jangan bicara arab,makanya jangan jadi korban kepentingan politik arab

qolbuku on 04/08/09 09:34 PM said:

mensejajarkan ushamah dengan para shahabat nabi apa gak berlebihan, tidak perlu mengkapfirkan saudara muslim yg lain ketika mereka bersebrangan dengan yang setuju ngebom

. on 04/08/09 09:36 PM said:

yang jelas dgn mengadakan pengeboman itu, sudah ada persiapan kekuatan,  (QS Al-Anfal, 8: 60) , kita boleh melakukan sesuatu asal efektif melakukannya!!!!!.... ALLOHUAKBAR….....!

qolbuku on 04/08/09 09:36 PM said:

yang paling bagus dilakukan oleh Nurdin M.Top adalah mestinya dia dulu yang melakukan bom bunuh diri bukan cuma nyuruh orang dia sendiri takut mati lari kesana kemari

qolbuku on 04/08/09 09:41 PM said:

untuk anak muda tolong bila baru apal 1 ayat jangan merasa sudah hapal Qur’an, baru ngaji satu hari merasa telah jadi kiai, jangan pernah merasa berilmu terlampau banyak nanti nggak pernah belajar lagi. periharalah semangat anda untuk berilmu dulu

. on 05/08/09 03:34 PM said:

benarkaaah…heem ?

. on 06/08/09 11:26 AM said:

Akan senantiasa ada dari umat ini sekelompok orang yang berperang di jalan Allah hingga akhir zaman ( ALLAHU AKBAR….......!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!)

. on 06/08/09 04:11 PM said:

@qolbuku: Amerika+Zionis+Arab Saudi anti Mujahidin (Al Qaeda + Taliban). Berperang dijalan Allah bukan korban politik Arab

Khalid ibn Waleed on 07/08/09 08:34 PM said:

@qolbuku
alangkah dungunya orang tua ini…. siapa yg mengkafirkan muslim yg bersebrangan dalam masalah bom..? ente berkicau laksana burung beo wahai orang tua!!

Khalid ibn Waleed on 07/08/09 08:37 PM said:

@qolbuku
alangkah lebih baik anda diam saja dari pada sok2 menilai mujahidin. jangan pelihara terus kedunguan anda!

al basyid on 08/08/09 09:04 PM said:

Ane jurusan tehnik nuklir dan insya Allah ane telah dapat konsep untk membuat bom yg lbih dasyat, saat ini tengah mengumpulkan bahan. Ada yg mau gabung dan membantu membuat?

. on 08/08/09 09:08 PM said:

..setuju banget tuh ma comment nya si nanaz

. on 08/08/09 11:46 PM said:

Terorisme tidak bisa dikategorikan sebagai Jihad,Jihad dalam bentuk perang harus jelas pihak-pihak mana saja yang terlibat dalam peperangan, seperti perang yg dilakukan Rasulullah yang mewakili Madinah melawan Makkah dan sekutu2nya.
(wikipedia)

. on 08/08/09 11:49 PM said:

Alasan perang tersebut terutama dipicu oleh kezaliman kaum Quraisy yang melanggar hak hidup kaum Muslimin yang berada di Makkah (termasuk perampasan harta kekayaan kaum Muslimin serta pengusiran)(wikipedia)

. on 09/08/09 12:00 AM said:

Sunnah Rasul untuk penegakkan Islam bermula dari dakwah tanpa kekerasan, hijrah ke wilayah yang aman dan menerima dakwah Rasul, kmdian mengaktualisasikan suatu masyarakat Islami (Ummah) yg bertujuan menegakkan Kekuasaan Allah di muka bumi(wikipedia)

. on 09/08/09 12:02 AM said:

“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah Maha menyayangi kalian.” (QS. An-Nisaa’: 29)

. on 09/08/09 12:02 AM said:

adits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Muhammad bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

. on 09/08/09 12:03 AM said:

Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Muhammad bersabda, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan menggunakan suatu alat/cara di dunia, maka dia akan disiksa dengan cara itu pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

. on 09/08/09 01:57 PM said:

Kalian semua sakit. Berpikirlah yang jernih dengan analisis yang lebih mendalam. Pikirkan saat salah satu anggota keluarga kalian, IBU kalian, jadi korban bom-bom yang kalian sendiri menyetujuinya.
Bom Bunuh Diri = Bunuh Diri = Dosa Besar = Neraka

. on 09/08/09 04:59 PM said:

Ya Allah, mana yg benar di hadapan-Mu,,, aku baru belajar agama Mu ini, Mana yang benar Yaa Allah,, Orang2 yang membawa Bom, atau Mereka yang tidak mengetahui apa2 namun menjadi korban,,,

. on 09/08/09 07:07 PM said:

drs org2 goblogh…org negarany sndiri d bom….
haah..geleng2 ampu n dah

bayu19 on 10/08/09 01:39 PM said:

sadarlah wahai saudaraku dan ingatlah bahwa musuh2 allah akan terus memusuhi dan menyerang kalian dengan segala cara. janganlah kalian terpecah oleh hasutan kaun yahudi dan kaum kafir lainnya…

abdulaziz0909 on 11/08/09 12:27 AM said:

saya mulai ragu…

. on 11/08/09 01:55 PM said:

Jong: Terrorisme adalah jihad. Arti dari terror adalah menakut-nakuti dan Allah memerintahkan kita untuk menakut-nakuti kafir yang memusuhi kita sesuai al-Mumtahanah ayat 9.

. on 12/08/09 07:34 PM said:

Takut-takutilah musuhmu dengan Syariat dan Khilafah, jgn dengan petasan. Bersatulah Umat Islam, jangan cuma komen doang, tunjukan JIHADmu, dengan junjung Syariah dah Khilafah, Semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua….AMIN

. on 12/08/09 09:26 PM said:

TERORIS=BODOH DAN NEKAT=DJANCOK DJARAN SAK DOKARE

. on 12/08/09 10:42 PM said:

Buat yang nulis artikel : anda menyatakan “Beberapa peledakan yang tidak didasarkan pada kebenaran (haq) tidak menyebabkan apa-apa kecuali fasad dan kehancuran”, apakah pemboman di indonesia sudah didasarkan kepada haq…?????

. on 12/08/09 10:44 PM said:

Orang kafir tidak pernah membom di Indonesia…kenapa memeranginya di indonesia dengan ikhtiar mombom indonesia…apakah anda tidak berpikir ????

. on 12/08/09 10:48 PM said:

kalau para mujahid memang ingin bejihad…lakukanlah pembomana di Texas sana, tempat dimana kemaksiatan benar-benar dihalalkan…kalau itu dilakukan…ALLAHU AKBAR…ndaka akan ada keraguan sedikitpun….mereka benar-benar telah berjihad

. on 13/08/09 01:19 PM said:

Ya ALLAH, Hamba heran mereka yang mengatas namakan Alqur’an dan hadis nabi membuat kehancuran di muka bumi. Mereka tidak tahu akibat dari perbuatan itu, agama Islam di cap jahat. Masih banyak cara yang ditempuh untuk melemahkan musuh2 islam.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?