10 Dosa Demokrasi
Oleh Prince of Jihad pada Kamis 30 April 2009, 09:55 AM
Ini adalah kajian singkat yang menjelaskan tentang beberapa indikasi destruktif dan bahaya yang ditimbulkan akibat terjun dan berkiprah dalam kancah demokrasi yang banyak orang tertipu dengannya dan menggantungkan harapan mereka kepadanya meskipun hal ini jelas-jelas bertentangan dengan manhaj Allah sebagaimana yang akan dijelaskan dalam kajian yang singkat ini, apalagi banyak sudah pengalaman pahit yang didapat oleh orang yang tertipu dengan permainan ini dan ditampakkan sisi penyimpangan dan kesesatannya
1. Sistem ini membuat kita lengah akan tabiat pergolakan antara jahiliyah dan Islam, antara haq dan batil, karena keberadaan salah satu di antara keduanya mengharuskan lenyapnya yang lain, selamanya tidak mungkin keduanya akan bersatu. Barangsiapa mengira bahwa dengan melalui pemilihan umum fraksi-fraksi jahiliyah akan menyerahkan semua institusi-institusi mereka kepada Islam, ini jelas bertentangan dengan rasio, nash dan sunan (keputusan Allah) yang telah berlaku atas umat-umat terdahulu.
"Tiadalah yang mereka nanti melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) atas orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapati perubahan bagi sunnatullah dan sekali-kali tidak (pula) akan mendapati perpindahan bagi sunnatullah itu." (Surat Faathir: 43)
2. Sistem demokrasi ini akan menyebabkan terkikisnya nilai-nilai aqidah yang benar yang diyakini dan diamalkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya yang mulia, akan menyebabkan tersebarnya bid'ah, tidak dipelajari dan disebarkannya aqidah yang benar ini kepada manusia, karena ajaran-ajarannya menyebabkan terjadi perpecahan di kalangan anggota partai, bahkan dapat menyebabkan seseorang keluar dari partai tersebut sehingga dapat mengurangi jumlah perolehan suara dan pemilihnya.
3. Sistem demokrasi tidak membedakan antara orang yang ‘alim dengan orang yang jahil, antara orang yang mukmin dengan orang kafir, dan antara laki-laki dengan perempuan, karena mereka semuanya memiliki hak suara yang sama, tanpa dilihat kelebihannya dari sisi syar'i. padahal Allah Ta'ala berfirman:
"Katakanlah! Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui." (Surat Az-Zumar: 9)
Dan Allah Ta'ala berfirman:
"Maka apakah orang yang beriman itu sama seperti orang yang fasiq? Mereka tidaklah sama." (Surat As-Sajdah: 18)
Dan Allah Ta'ala berfirman: "Maka apakah Kami patut menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir)? Mengapa kamu berbuat demikian, bagaimanakah kamu mengambil keputusan?" (Surat Al-Qalam: 35-36)
Dan Allah Ta'ala berfirman:
"Dan anak laki-laki (yang ia nadzarkan itu) tidaklah seperti anak perempuan (yang ia lahirkan)." (Surat Ali Imran: 38)
4. Sistem ini menyebabkan terjadinya perpecahan di kalangan para aktivis dakwah dan jamaah-jamaah Islamiyah, karena terjun dan berkiprahnya sebagian dari mereka ke dalam sistem ini (mau tidak mau) akan membuat mereka mendukung dan membelanya serta berusaha untuk mengharumkan nama baiknya yang pada gilirannya akan memusuhi siapa yang dimusuhi oleh sistem ini dan mendukung serta membela siapa yang didukung dan dibela oleh sistem ini, maka ujung-ujungnya fatwa pun akan simpang-siur tidak memiliki kepastian antara yang membolehkan dan yang melarang, antara yang memuji dan yang mencela.
5. Di bawah naungan sistem demokrasi permasalahan wala' dan bara' menjadi tidak jelas dan samar, oleh karenanya ada sebagian orang yang berkecimpung dan menggeluti sistem ini menegaskan bahwa perselisihan mereka dengan partai sosialis, partai baath dan partai-partai sekuler lainnya hanya sebatas perselisihan di bidang program saja bukan perselisihan di bidang manhaj dan tak lain seperti perselisihan yang terjadi antara empat madzhab, dan mereka mengadakan ikatan perjanjian dan konfederasi untuk tidak mengkafirkan satu sama lain dan tidak mengkhianati satu sama lain, oleh karenanya mereka mengatakan adanya perselisihan jangan sampai merusakkan kasih sayang antar sesama!!
6. Sistem ini akan mengarah pada tegaknya konfederasi semu dengan partai-partai sekuler, sebagai telah terjadi pada hari ini.
7. Sangat dominan bagi orang yang berkiprah dalam kancah demokrasi akan rusak niatnya, karena setiap partai berusaha dan berambisi untuk membela partainya serta memanfaatkan semua fasilitas dan sarana yang ada untuk menghimpun dan menggalang massa yang ada di sekitarnya, khususnya sarana yang bernuansa religius seperti ceramah, pemberian nasehat, ta'lim, shadaqah dan lain-lain.
8. (Terjun ke dalam kancah demokrasi) juga akan mengakibatkan rusaknya nilai-nilai akhlaq yang mulia seperti kejujuran, transparansi (keterusterangan) dan memenuhi janji, dan menjamurnya kedustaan,berpura-pura (basa-basi) dan ingkar janji.
9. Demikian pula akan melahirkan sifat sombong dan meremehkan orang lain serta bangga dengan pendapatnya masing-masing karena yang menjadi ini permasalahan adalah mempertahankan pendapat. Dan Allah Ta'ala telah berfirman:
"Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada di sisi mereka (masing-masing)." (Surat Al-Mukminun: 53)
10. Kalau kita mau mencermati dan meneliti dengan seksama, berikrar dan mengakui demokrasi berarti menikam (menghujat) para Rasul dan risalah (misi kerasulan) mereka, karena al-haq (kebenaran) kalau diketahui melalui suara yang terbanyak dari rakyat, maka tidak ada artinya diutusnya para Rasul dan diturunkannya kitab-kitab, apalagi biasanya ajaran yang dibawa oleh para Rasul banyak menyelisihi mayoritas manusia yang menganut aqidah yang sesat dan menyimpang dan memiliki tradisi-tradisi jahiliyah.
sumber: Almuhajirun
Tulisan Lainnya Tentang
kalau mereka sudah menjabat biasanya lupa dech sama kita2….........rakyat korbannya. Masihkah kita harus memilih…..hidup GOLPUT!!!
tinggalkanlah demokrasi sejauh jauhnya, mungkin itu kata2 yang tepat…...
karena demokrasi bukan sistem kita, jika kita telah memeluk islam maka kita harus siap dengan segala konsekuensinya….
mari bersama sama kita merubah pola pikir dari akarnya, setelah sekian lama kita terjebak dalam sistem kufur ini saatnya kita untuk bangkit melawan dan merubah sistem ini…...
saudara2 kita di timur tengah telah berjuang mati2an untuk mencegah masuknya sistem demokrasi dalam negara mereka tetapi mengapa sebagian besar dari kita yang di indonesia malah berjuang mati2an untuk demokrasi…
kita harus merubah sistem dan pola pikir kembali kepada sistem islam marilah saudara2ku, kita harus berani meruntuhkan sistem iblis yang sedang berdiri kokoh ini dengan cara menggagalkan proses demokrasi ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR….
saya setuju tetap perlu ada demokrasi .... yang perlu dilakukan adalah memperkuat barisan islam sendiri yang terpecah-terpecah dan hilangnya kepercayaan bahwa partai2 islam berjuang buat umat bukan golongan mereka
Viva democracy ... non-Muslim akan selalu menang memerangi pemaksaan sistem Islam di Indonesia. Bagi mereka yg mau memaksakan sistem kenegaraan Islam ... Jauh2 deh ke hutan & makan tuh syariat & aqidah2 sampai muntah!
percuma, lha wong punggawa islam sendiri lebih memilih demokrasi,mereka yang lebih tahu agama, di Partai islam tidak pernah membela agama mereka sendiri,mereka lebih mengutamakan kekuasaan dunia daripada akhirat.
demokrasi indonesia kan demokrasi panscasila yg berazazkan slh satunya dan yg pertama adlh ” ketuhanan Yang Maha Esa “, jd kan masih berpedoman dgn agma.beda dgn dmokrasi org brt liberal.
demokcrazy adalah sistem kafir thogut! yg tidak selaras dengan syariat islam, jadi klo kta sebagai muslim harus dukung syri’at islam di muka bumi ini.
Allahu Akbar,,,,,,
Klo gak ada demokrasi, website ini bs gak ada. Demokrasi tetap ada batasannya brp UU dan menurun pd peraturan hukum yg berlaku. AS aja tetap ada batasannya bahkan banyak UU dan hukumnya lbh baik dr Indonesia. Jd tdk perlu alergi thdp DEMOKRASI.
Tulisan Ini argumentasinya kacau. Melalui sistem pemilu, pemimpin justru dinilai oleh rakyat banyak soal kejujuran, transparansi, janji… Kalau dengan sistem khalifah, siapa yang akan menilai integritas pemimpin?
“barangsiapa yg mendapatkan alloh mk ia kan mendapatkan segalanya, barangsiapa yg kehilangan alloh mk ia kan kehilangan semuanya”. tdk ada sistem yg lbh baik drpd sistem yg alloh ajrkan kpd kt, termasuk demokrasi, sistem racikaN yahudi.
perlu diketahui bahwa sistem islam tidak gagal… kalau tau sejarah pasti pernah dengar bahwa sistem islam telah berkuasa selama 13 abad… nggak ada yang keberatan :p
pemahaman yang kurang ckckck :p
Ribet ya ikut urusan politik n pemilu, dagang aja ahhhhh, hahahahahaa…......
TOKO AIRSOFTGUN ONLINE:
http://www.fanannco.com/
Anak cucu Kartosoewiryo banyak juga disini
Demokrasi hanya menawarkan satu kebaikan yaitu dunia saja, sedangkan syariat Islam sudah pasti dua yaitu kebaikan dunia & akhirat.
untuk point no.1
Sistem syariat islam emgnya g menyingkirkan agama yang lain?sedangkan demokrasi bebas mmluk agama yang kita inginkan..trs apa yg kalian permasalahkan..??ask your self..
dalam demokrasi tidak ada sifat mukhlisina lahuddin… mudah2an muslimin cepat kembali ke wadah yang sebenarnya, yaitu khilafah ‘ala minhajinnubuwwah..amin
Anda harus login untuk memberikan komentar
Tulisan Sebelumnya
- Bantahan Reportase Arrahmah.com
- Jihad Pakistan, Mengguncang Dunia
- Jauhi Ulama Penguasa
- Telunjuk yang Bersyahadat
- Pesan Syaikh Usamah: Pertempuran Tetaplah Pertempuran.. Wahai Ksatria Somalia!
- Pesan Syaikh Usamah: "Langkah Nyata Membebaskan Palestina"
- Keutamaan Mati Syahid
- Panggilan Jihad Dari Turkistan Timur
- Darfur dan Air Mata Buaya
- Kalau Seseorang Mati Meninggalkan Kebajikan Sementara Ia Kafir Apakah Kebajikan Itu berguna Baginya?
Tulisan Terbaru
- Mujahid Bukan Khawarij
- Kekalahan Amerika Di Afghanistan, Pasti !
- Gambaran Umat Muhammad Saw
- BEBASKAN TAWANAN MUSLIM ! Oleh : Ummu Zakariya
- Fiqh Mujahid
- Duhai Seandainya Saya Melakukannya (Berjihad)
- Tahun Baru, Sebuah Renungan
- Haram Merayakan Natal & Tahun Baru
- Hijrah Masa Kini
- Tidak Shodaqoh dan Tidak Jihad? Lalu dengan Apa Engkau Masuk Surga?
. on 03/07/09 12:36 PM said:
Mnrt Saya, terjun ke dlm dunia perpolitikan, lbh ke arah mementingkan kpntngn prbadi & golongan
hmpr semua partai meng-klaim bhw mrka berjuang untuk RAKYAT? bnrkh murni utk rkyt? atau ada kpntg lainnya?