Jauhi Ulama Penguasa

Oleh Prince of Jihad pada Jum'at 27 Maret 2009, 10:57 AM

Print Recommend (0) Comment (15)

Berikut adalah beberapa riwayat yang seharusnya membantu menyadarkan umat akan adanya perbedaan antara ulama yang benar dan palsu. Kebanyakan dari ulama yang benar pada hari ini, tidak lain berada di dalam tahanan atau di barisan depan pada medan pertempuran.

‘Abdullah Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Akan ada penguasa yang kamu kenal dari mereka yang baik dan jahat. Siapa saja yang menentangnya akan selamat. Siapa saja yang berlepas dir darinya akan selamat. Dan siapa saja yang bersama dengan mereka akan binasa.”
(Dikoleksi oleh Ibnu Abi Syaibah dan At-Tabarani; Al-Al Bany dalam “Shahih Al-Jaami’”, Hadits No. 3661)

Abul A’war As-Sulami berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

 “Hati-hati terhadap pintu-pintu penguasa; di sana ada kesukaran dan kehinaan.”
 (Dikoleksi Oleh Ad-Dailamii dan At-Tabaraani; Al-Al Bany “As-Silsilah As-Shahiihah, Hadits 1253)

Abu Hurairah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda,

 “Siapa saja yang mendekati pintu-pintu penguasa akan menderita. Siapa dari seorang hamba yang semakin mendekati penguasa, dia hanya memperbesar jarak dari Allah.”
(Dikoleksi oleh Ahmad; Al-Al Bany dalam “Sahiih at-Targhiib wat-Tarhiib”, hadits no. 2241)

Jaabir Ibnu ‘Abdillah berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda, kepada Ka’ab Ibnu Ujrah,

“Wahai Ka’ab Ibnu Ujrah, Aku mencari lindungan Allah untukmu dari kepemimpinan orang bodoh. Akan ada penguasa,  siapa saja yang datang kepada mereka kemudian membantu mereka dalam kezaliman dan membenarkan kebohongan mereka, maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan tidak membantu mereka dalam kezaliman mereka, tidak juga membenarkan kebohongan mereka, maka dia dari golonganku dan aku dari golongannya, dia akan diizinkan menuju ke Haud (Telaga Rosulullah saw. di surga).”
(Dikoleksi oleh Ahmad, Al-Bazzar, Ibnu Hibban; Al-Al Bany dalam “Shahih At-Targhib wat Tarhib”, Hadits No 2243)

Selain itu, ada berbagai riwayat dari perkataan Shahabat, yang dalam hal ini As-Suyuti telah mengumpulkan dari ‘Ali Abi Thalib, Ibnu Mas’ud, Hudzaifah Ibnu Al-Yaman, dan Abi Dzar, riwayat yang memperingatkan mendekati penguasa atau pintu-pitu penguasa. Lihatlah “Maa Rawahul Asaatiin Fii ‘Adam Al Majii’ Ilas Salaatin”.

Ada begitu banyak dengan pengertian yang sama, berikut beberapa contoh:

Ibnu Mas’ud berkata,

“Siapa saja yang menginginkan kemuliaan diennya, maka dia seharusnya tidak datang kepada penguasa.”
(dikoleksi oleh Ad-Daarimi)

Ibnu Mas’ud juga berkata,

“Seorang pria datang kepada penguasa, membawa diennya dengannya, maka pergi tanpa membawa apapun.”
(Dikoleksi oleh Al-Bukhari dalam “Taarikh”nya dan Ibnu Sa’ad dalam “At-Tabaqaat”).

Hudzaifah Ibnu Al-Yaman berkata,

“Sungguh! Seharusnya tidak ada diantara kalian yang jalan walaupun satu hasta ke arah penguasa.”
(Dikoleksi oleh Ibnu Abii Syaibah)

Dia mengumpukan dari ulama setelah Salaf, riwayat yang sama dari Sufyan At-Tsauri, Sa’id Ibnu Al-Musayyib, Hammad Ibnu Salamah, Al-Hasan Al-Basri, Ibnu Al-Mubarak, Abi Haazim, Al-Awzaa’i  dan Al-Fudhail Ibnu Al ‘Iyaad.

Disini adalah beberapa contoh dari Ulama Salaf:

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Jangan pergi, walaupun jika mereka memintamu untuk mengunjungi mereka hanya untuk membacakan ‘qul huwallaahu ahad’.”
(Dikoleksi oleh Al-Baihaqi)

Maalik Ibnu Anas berkata,

“Aku bertemu lebih dari 10 dan beberapa Taabi’in, semua dari mereka berkata, jangan pergi kepada mereka, jangan menegur mereka, yang berat ke penguasa.”
(Dikoleksi oleh Al-Khatib Al-Baghdaadi dalam “Ruwah Maalik”).

Sufyan At-Tsauri berkata,

“Memandang penguasa adalah sebuah dosa.”
(Dikoleksi oleh Abi Ali Al Aamudi dalam “Ta’liiq”nya)

Bisyr Al-Haafi berkata,

“Betapa menjijikkan apakah itu permohonan untuk melihat seorang ulama, tetapi kemudian untuk mendapatkan jawaban bahwa dia berada di pintu penguasa.”
(Dikoleksi oleh Al-Baihaqi dalam “Syu’ab Al-Imaan”)

Hal yang masih tersisa adalah masalah bahwa: bukankah berbicara kebenaran di depan penguasa tiran adalah jihad yang paling besar? Jawabnya adalah : ya, tetapi riwayat yang lain menyebutkan mengapa itu adalah jihad yang paling besar dan syahid (bagi pelakunya), karena setelah dia menyerukan kebaikan dan mencegah kemunkaran, penguasa membunuhnya. Ini benar-benar nyata berbicara tentang kebenaran, tidak mengikuti hawa nafsu dan mengunjungi penguasa secara harian sampai ulama tersebut kemudian menjadi penasehat pribadinya.

Orang-orang Salaf takut bahwa kebanyakan orang-orang begitu lemah untuk berdiri tegak di depan penguasa, tetapi malah akan terpengaruh oleh kekuasaannya dan kekayaan, dengan demikian menjustifikasi dan  mengkompromikan dien dengan penguasa, dimana persis dengan apa yang kita lihat di hari ini pada “ulama” kita. Betapa bijaknya orang-orang Salaf dan betapa bodohnya (sebahagian besar) Khalaf (ulama masa kini).

Wallahu’alam bis showab!

source: almuhajirun.net

 

Tulisan Lainnya Tentang

Jauhi Ulama Penguasa

. on 28/03/09 03:05 PM said:

Saya Setujuuuuuuuuu….....

. on 29/03/09 12:43 AM said:

Yg dicintai ALLAH adalah penguasa yg dkt kpd ulama bukanlah ulama yg dkt ke penguasa,hati2lah kpd ulama2"pegawai"spt ini.mrk tdk sgn2 mjual murah diennya demi harta dunia

. on 31/03/09 11:59 PM said:

ada tu kalo ga salah dia mo maju jd capres/cawapres,ciri2nya dkt dgn amerika,yahudi,beberapa kali ke vatikan,selalu mengataka islam tidak mengajarkan kekerasan…itu kalo menurut ana,gmn yg laen stuju?

. on 10/04/09 01:52 AM said:

Carilah pemimpin yang takut kepada Alloh, yang minta di bantu menegakkan kebenaran, yang minta di tegur klo ia bersalah, yang tidak suka mengobral janji manis.

. on 10/04/09 12:58 PM said:

khulafa rasyidin adalah ulama dikalangnya,umar bin abdul azis adalah mujaddid pada masanya, dan nabi yusuf as meminta kekuasaan kepada rajanya

. on 12/04/09 09:30 AM said:

Saya pikir gusdur masuk katagori di atas, atau ulama penguasa!

. on 14/04/09 07:02 PM said:

Dari hadis di atas, tidak berarti semua penguasa di jauhi. yang perlu dijauhi dan dimusuhi adalah penguasa zalim. Sebaliknya penguasa tdk zalim perlu dijadikan “konco”, apalagi penguasa muslim tidak zalim.

. on 19/04/09 06:33 PM said:

emank gusdur ulama ya?aneh?kok baru tau ya?

. on 20/04/09 08:22 AM said:

yg dsebut ulama adl org2 yg takut kepada ALloh dan berlepas diri pada kafirun

. on 24/04/09 07:06 AM said:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.  (Al Isra : 36)

. on 01/05/09 09:31 PM said:

Betul kata dirga, tidak semua penguasa harus dijauhi. Kalo suatu masyarakat tanpa penguasa trus mau bagaimana umat muslimnya?Biar bagaimanapun penguasa itu KEHARUSAN. Tinggal bagaimana kita sebagai umat Islam memilih penguasa yg sesuai dengan Islam.

. on 18/07/09 02:30 PM said:

gulp Ulama sama Umaro hrs kompak dalam kebenaran, bukan sebaliknya buat kejahatan.

Firas Al-Arisy on 11/09/09 04:31 PM said:

MAraknya wabah penyakit WAHN ( cinta dunia dan takut mati ) dikalangan elit negara2 Tim-Teng seperti Arab Saudi, Mesir, dll telah merusak citra Muslimin/Mukminin/Mujahidin

Firas Al-Arisy on 11/09/09 04:34 PM said:

pajabat yg baik = pejabat yg “datang” ke Ulama,
Ulama yg buruk= ulama yg “datang” ke pejabat.
~~~memprihatinkan~~~

Firas Al-Arisy on 11/09/09 04:35 PM said:

lagian Gus Door diikutin,,,
yaah nyasar bareng2,,,
~~~

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?