Perbedaan antara Kekerasan dan Jihad

Oleh Fadly pada Rabu 11 Juni 2008, 06:44 PM

Print Recommend (0) Comment (24)

Arrahmah.Com Research - Baru-baru ini, aku mendengar seorang wanita bernama Rose Hamid, seorang aktivis hak-hak wanita (feminist) yang terkenal, pada suatu Konferensi Islam di sini, di Charlotte, membicarakan tentang apa sebab adanya pertumbuhan kaum Muslimin di Charlotte yang mendukung "kekerasan" di luar negeri.

Ketika dia mengatakan hal tersebut, banyak para ikhwan melihat ke arahku dan tersenyum. Aku juga ikut tersenyum juga. Ini suatu hal yang memalukan bahwa dia menggunakan kata negatif seperti itu untuk saudara-saudaranya yang sedang membela agamanya di luar negeri. Ini merupakan suatu hal yang memalukan bahwa dia menggunakan kata negatif kepada siapa yang oleh Allah lebih disukai di atas semua orang Islam lainnya.

Dan ini merupakan suatu hal yang memalukan bahwa dia tidak berusaha untuk memahami Mujahidin atau bahkan Jihad itu sendiri. Aku memilih namanya sebab seorang perempuan seperti ini perlu diajari suatu pelajaran dengan sedikit lebih kasar daripada kebanyakan perempuan dalam kaitannya dengan perangainya yang gemar gembar-gembor. Pada akhirnya, aku akan selalu menghormatinya tetapi rasa hormatku tidak akan menghentikanku dari mengkoreksinya.

Ada sebuah perbedaan sepenuhnya antara Jihad dan kekerasan.

Jihad adalah berjuang – membunuh dan dibunuh – demi Allah semata, dalam rangka menjadikan Kalimah-Nya tertinggi. Adalah sebuah kewajiban yang ditahbiskan di dalam Al Qur'an (lihat al Baqarah 2:216). Tentu saja, terdapat istilah spiritual – lebih linguistik – kosakata Jihad, tetapi kami tidak menguraikan tentang itu di sini.

Jihad merupakan tujuan mulia yang mana tidaklah bertujuan duniawi. Jihad bukanlah untuk uang, ketamakan, kekuasaan dan seterusnya. Melainkan, itu untuk memperoleh kenikmatan dari Allah Ta'ala dengan tetap berada dalam ketaatan dan ibadah kepada-Nya sebelum, selama dan setelah berjihad.

Lagipula, melalui ketaatan dan ibadah ini, banyak amal ibadah diharapkan akan tercapai seperti menegakkan Syari'ah di muka bumi, menolong kaum Muslimin yang sedang membutuhkan bantuan (baik itu berupa bantuan keuangan, fisik, dukungan rohani dll.), mengajari kaum Muslimin mengenai agama mereka, menambah pengetahuan mengenai Agama dari Ulama-ulama Islam dan para khatib, dan mendakwahkan agama ini kepada rakyat jelata.

Dan ibadah ini berjalan selangkah lebih jauh. Yaitu dengan mengharapkan dan perjuangan hingga mati sebagai seorang syahid sejak tetes darah yang pertama dari pengorbanannya, semua dosa-dosanya diampuni dan pahalanya di akhirat ditetapkan sedemikian rupa sehingga semua emas di dunia tak akan ada yang mampu untuk menyetarainya (yaitu, kesenangan dan kehormatan yang akan diperoleh oleh orang yang mendapatkannya).

Namun juga, ibadah ini berjalan selangkah lebih jauh. Yaitu untuk memiliki taqwa kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan menahan diri dari kejahatan lisan, tangan dan alat kelamin serta membenci hanya karena Allah, hal-hal yang dibenci Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Qur'an dan Sunnah.

Ini juga untuk memperkuat ikatan persaudaraan, dan mempercayai serta mencintai demi Allah hal-hal yang dicintai Allah sebagaimana yang dinyatakan dalam Al Qur'an dan Sunnah. Dan ini juga untuk mengikuti Rasulullah, sallallahu 'alaihi wassallam, sebaik mungkin dengan belajar dan menirukan Sunnahnya semaksimal mungkin dengan keikhlasan dari niat yang tulus. Dan ketaqwaan ini akan berangsur semakin dalam dan semakin dalam jika kamu mau merenungkan akan hal ini.

Dan di atas semua ini adalah bahwa mereka yang beriman – dalam hal ini, Mujahid – bekerja keras dengan mengerahkan segenap kemampuannya semaksimal mungkin demi mencapai tingkatan taqwa tertinggi yang telah diraih oleh para sahabat. Mujahid ada dalam keadaan senantiasa cemas tentang apakah Allah akan menerima amal perbuatannya dan pada waktu yang sama dia juga mempunyai harapan kepada Allah. Oleh sebab itu dia bekerja keras sebaik yang ia mampu untuk hidup dan mati demi ridho Allah.

Semua ini dan lebih banyak lagi, ditemukan dalam tujuan berjihad atau berjuang demi kepentingan Allah.

Sebagaimana kamu dapat lihat, Jihad tidak bisa jatuh di bawah kategori "kekerasan" ini. Secara sederhana, dikarenakan Jihad merupakan suatu kategori dengan sendirinya. Jihad terlalu suci untuk dicap sebagai "kekerasan".

Kata negatif kekerasan dapat dihubungkan dengan tiap-tiap perjuangan yang memerlukan peperangan kecuali Jihad. Tujuan orang-orang yang tidak beriman adalah tidak sebanding dengan tujuan-tujuan mulia orang-orang yang beriman; dan ini bahkan berlaku bagi para pengikut perang salib sepanjang waktu kekuasaan Salahudeen al Ayyubi, rahimahullah. Orang-orang yang tidak beriman berperang memperebutkan kekayaan, minyak, status, kekuasaan, uang, ketamakan, nafsu dan lain lain.

Cita-cita tertinggi yang bisa mereka dapatkan adalah ketika mereka membela bangsanya dari invasi asing, tetapi bahkan hal ini dilakukan atas nama nasionalisme. Dalam Islaam, nasionalisme tidaklah hanya terlarang, tetapi hal itu dilambangkan sebagai bentuk kesangsian (ketidakberimanan, pent), dengan berperang dan mati karena sebab kebangsaan sebagai lawan dari sebab keagamaan.

Allah tidak menerima usaha-usaha dari kebangsaan kaum Muslimin karena Dia hanya menetapkan dan mengizinkan satu bentuk peperangan: Jihad untuk kepentingan Allah, demi membuat Firman-Nya menjadi yang tertinggi dan menjadikan kata orang-orang yang tidak beriman menjadi yang paling rendah.

Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah (yaitu, Syirik) dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. (QS Al Anfal 8:39)

Rasulullah, sallallahu 'alayhi wassallam, bersabda,

"...siapapun yang berjuang di bawah panji-panji emosi, menjadi marah karena sikap berat sebelah ('asabiyah), menyeru ke arah 'asabiyah, atau mendukungnya dan kemudian meninggal, maka dia mati dalam keadaan jahiliyyah." [Diriwayatkan oleh Muslim dalam Sahihnya (6/21), dari Abu Hurairah]

Oleh karena itu, dengan menyamakan Jihad dengan kekerasan, hal itu merupakan suatu ketidakadilan yang luar biasa dan suatu penghinaan terhadap amal ibadah terbesar dalam agama Islam. Dengan menghinakan Jihad dengan cara apapun, hal itu juga akan menghinakan Allah Ta'aalaa.

Akhirnya, kamu mungkin setuju dengan hal ini tetapi masih menyebut Jihaad di seluruh dunia pada hari ini dengan sebutan "kekerasan". Dan ini disebabkan oleh apa yang kamu lihat di media sebagai lawan dari dilakukannya penelitian jujur dan menemukan apa yang sedang dikatakan dan dilakukan oleh Mujahidin sendiri (dari sumber mereka).

Media tidak hanya memiliki sebuah agenda melawan kaum Muslimin di sini di Barat, tetapi mereka bahkan memiliki agenda yang lebih besar melawan Mujahidin yang sedang berjuang demi Allah: yaitu dengan memudarkan citra mereka sedemikian rupa, hingga kaum Muslim tidak mendukung mereka dalam bentuk apapun.

Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
The State of islamic Media

 

Tulisan Lainnya Tentang

. on 13/06/08 06:59 PM said:

Jihad adalah kata kunci dalam kejayaan islam. ketika umat islam mengangkat bendera jihad itulah tanda2 kebangkitan islam, tapi ketika umat islam meninggalkan jihad tunggu aja kehancurannya… dan jangan bermimpi masuk sorga (Qs.Al-imran 3 : 142)

. on 14/06/08 05:53 AM said:

jihad bukanlah kekerasan tapi ketegasan

. on 14/06/08 11:50 PM said:

JIHAD IS THE ONLY SOLUTION

TaLaZuM on 15/06/08 06:21 PM said:

Jihad Forever, Mujahid Never Die!!!

jihadfaried on 16/06/08 06:58 PM said:

jihad adalah jalan hidup..!! jihad adalah pilihan hidup..!!! jihad adalah bagian hidup..!! jihad adalah kekuatan hidup…!! jihad is everything and everything is jihad.. the only way to get ‘izzah.. laa i’zzah ila bil JIHAD… JIHAD IS ISLAM and ISLAM IS JIHAD.. what will you gonna do without JIHAD…??? denay jihad = kuffar.. hi kuffar people in the west.. jihad will come forward to you.. untill you are stoping the war.. you start it and you’ll take it.. our death is in paradise, but yours in hell… take that..!!
.

. on 17/06/08 05:12 PM said:

ALJIHAD adalah IBADAH SEPANJANG MASA DAN TEMPAT.

Barangsiapa menganggap bahwa ibadah jihad itu cukup dengan ‘pernah’ hadir dimedan jihad; atau pernah dipenjara karena alasan jihad; atau pernah menjadi buron karena terlibat amaliyah jihadiyah; kemudian setelah itu dia menganggap persoalan telah selesai dan ‘pertempuran’ sudah dilaksanakan; orang seperti ini tidak memahami tabi’at ibadah jihad.

Jihad adalah ibadah ‘fardlu’ yang dibebankan oleh Allah kepada seseorang sejak ia ‘baligh’ sampai keluarnya nyawa dari raganya. Sebagaimana sholat; seseorang tidak dapat mengatakan bahwa ia sudah melaksanakan sholat selama sepuluh tahun (misalnya), kemudian ia minta cuti tidak melaksanakan sholat selama seminggu ‘saja’. Atau puasa romadlon; seseorang tidak boleh berpuasa tahun lalu, kemudian tahun ini dia minta ‘prei’. Begitu pula jihad. Jihad adalah ‘fariidlotul-‘umur’ (kewajiban selama hayat masih dikandung badan).

Ibadah jihad adalah sebuah perjalanan panjang yang dimulai dengan pemahaman yang baik. Mengenai arti jihad –secara syar’iy-; napaktilas perjalanan para mujahidin terdahulu; memikul beban berat jihad bersama para mujahidin dengan kesabaran tanpa batas; sehingga Allah memberikan kemenangan (an-nashru) atau gugur sebagai ‘syahid’. Jadi akhir perjalanan seorang mujahid adalah diberi kemenangan oleh Allah atau mati syahid (Jika harus ada kemungkinan yang lain yaitu menunggu janji Allah dengan tetap istiqomah)
dikutip dari: brain-news.blogspot.com, edisi ke 6, bab IBRAH aljihad

. on 21/06/08 04:41 AM said:

Jihad bukanlah kita mati demi bangsa dan negara, tetapi jihad adalah mematikan musuh untuk negaranya.

edward salam on 25/06/08 11:22 PM said:

jihad yang paling besar adalah jihad memerangi hawa nafsu.

Prince of Jihad on 26/06/08 05:05 AM said:

ha? jihad melawan hawa nafsu, tu hadis palsu, malahan tidak ada hadis yg mengatakan tentang itu man, smile cek sono…andai logika aja, kok Melawan hawa nafsu lebih besar? emang gede nafsunya yah? hehe…andai jihad melwan hawa nafsu itu besar, kenapa melawan musuh Allah takut? iakan, krn itu jihad kecil..tp biasanya yg ngomong jihad melawan hawa nafsu itu jihad paling besar, itu hanya org pengecut aja, alias libralis..mungkin belum tau lmunya, semoga Allah memberikan hidayah buat yg belum Faham..

abu adillah mubarok on 29/06/08 09:24 PM said:

Pokok perintah adalah Al Islam dan tiangnya adalah sholat dan puncak tertingginya adalah JIHAD FIE SABILILLAH….......

. on 01/07/08 06:02 PM said:

Risalah jihad itu selalu menyertai kehidupan. Dan kewajiban jihad itu sendiri tidak akan berakhir sampai ruh berpisah dengan badan. Jika ragu atas apa yang dikatakan ini, maka berilah jawaban ; “Bagaimana para sahabat Nabi meninggal dunia? Dimana mereka dikuburkan?

. on 01/07/08 06:16 PM said:

Wahai saudaraku, kita harus mengetahui bahwa tugas kita dalam hidup ini adalah menegakkan Dienullah (agama Allah). Dan menegakkan Dienullah dibumi ini merupakan suatu pekerjaan yang mesti disertai jihad, tak pernah lepas darinya untuk selamanya. Dan mesti pula disertai tausiyah bil hak dan tausiyah bish shabr.

Willi_it on 02/07/08 11:29 PM said:

Assalamu’alaikum.Wr.Wb
Kuingin hidupku disibukkan dalam jihad fie sabilillah, Jihad adalah totalitas kita thd Allah Swt, dengan tujuan akhirat buka duniawi, bayak orang2 jahil mendefinisikan jihad dengan macam2 subhat yag hina<<<<<< Jika kita dapat memahami hakekat jihad kita dapat melihat Syaikh Usamah yang rela meninggalkan harta dan perusahaan milyadernya dan rela hidup zuhud dalam naungan jihad fie sabilillah, karena Allah ta’ala,Insya Allah.Wallhu’alam

. on 07/07/08 12:14 AM said:

Sobat, Barang siapa mengaku islam tetapi menolak jihad atau menyamakannya dengan kekerasan semata, maka perlu dipertanyakan keislamannya.
Namun, saat ini yang menjadi perdebatan dalam jihad (yang dalam terminologi ini adalah memerangi musuh secara fisik) adalah masalah siapa yang berhak menyatakan bahwa saat ini waktunya perang(jihad) atau tidak. Itu aja permasalahannya.
Coba bayangkan, kalau tidak ada kejelasan dalam hal ini, apa yang akan terjadi? Coba lihat realitas banyaknya golongan dan mazhab dalam Islam, masing masing pemimpin golongan atau mazhab mengklaim fatwa jihadnya paling benar. Kalu obyeknya adalah benar2 musuh Allah, itu sih gak ada masalah (walaupun kita masih perlu belajar lagi tentang step-step pra jihad), tapi jika fatwa jihad dikeluarkan oleh Ulama salah satu mazhab Islam dan ditujukan untuk memerangi mazhab Islam yang lainnya, ini menjadikan jihad sebagai agama kekerasan.
Setiap yang berbeda dengan mazhabnya akan diperangi secara fisik. itu mah gak dicontohkan oleh Rasulullah. Setahuku, Jihad adalah tahap akhir dari amar makruf nahi mungkar, ada step stepnya. tidak sebentar-bentar jihad. berbeda dikit, jihad.
Ketahuilah bahwa para ulama sekarang tidak ada garansi dari Tuhan bahwa fatwa jihadnya yang paling benar. (bukan berarti saya menolak ada fatwa jihad yang benar. Tapi, untuk menuju pada sebuah kesimpalan bahwa fatwa jihad seorang ulama kita memerlukan seperangkat ilmu yang memadahi.
Sebelum kita menemukan simpul kebenaran tentang permasalahan di atas, tak ada salahnya kalu kita memerangi hawa nafsu kita sendiri terlepas apakah ada atau tidak hadis yang menyatakan bahwa jihad terbesar adalah jihadun nafs.
Yaitu jihad melawan amarah yang salah, syahwat yang salah, sabar yang salah, keinginan untuk menzalimi orang lain dan jihad melawan ketidak adilan diri.
Salam Jihad.

. on 04/08/08 06:49 PM said:

Assalamualaikum Mas Dirga dan semua Saudara muslim !!!

Mas Dirga Usah Anda Tunggu Kata Ulama !!! apalagi Ulama Dalam Negri Yang hampir 90 % Ulama Su !!!! kembalikan Semua Ke Al - Qur’an dan Sunnah yang Sahih apakah Sudah Waktunya Jihad Atau Belum !!!! tapi setahu saya Jihad Akan selalu ada di bumi Allah ini selam masih adanya kehidupan !!!! terutama peperangan antara kaum Muslim VS Kuffar !!!!

ass wr wb

. on 17/08/08 04:08 PM said:

Oke, katakanlah sekarang saya setuju dengan pendapat anda bahwa kita tak lagi mengikuti pada satupun ulama. Maka, konsekwensinya, kita berdua yang aan jadi penentu siapa, kapan dan bagaimana jihadnya, setelah kita masing masing memahami al-Quran dan sunnah. Tapi jika ternyata kesimpulan saya bahwa andalah yang harus saya perangi, maka apa yang terjadi? Terus jika semua orang berhak menyimpulkan sendiri dari al-Quran dan sunnah namun dan ternyata masing-masingnya memutuskan saling memerangi, apa yang akan terjadi? Kacau balau mas. coba anda pikirkan lagi….Pernataan saya ini tak berarti menolak jihad.

. on 05/11/08 03:54 AM said:

cool mad jihad forever!!!!
mujahidin soul never die!!!!

. on 16/11/08 04:43 PM said:

Jihad Is My Life… hanya demi satu tujuan “Mati Syahid atau Hidup Mulia mengharap Ridho Alloh SWT.”

vann on 11/12/08 08:59 PM said:

kalimat yang menggetarkan musuh musuh islam

. on 18/01/09 01:08 AM said:

jihad adalah satu kewajiban yang harus dikerjakan seorang muslim sejati,ga usah takut ganjarannya surga koq….......!!!!!!, “HIDUP MULIA ATAU MATI SYAHID”.itulah yang harus ditanamkan dalam jiwa kaum muslimin.

. on 23/01/09 02:56 AM said:

Oh ya…jk nt dunia dikuasai oleh org2 beriman, jihad (perang)nya melawan siapa ya? Jihad yg berarti perang fisik apa msh berarti ya? katanya jihad 4ever…

. on 23/01/09 02:59 AM said:

Atau gini aja, kita bikin intrik agar sebagian org beriman mjd kufur, baru kita perangi mereka, agr motto “jihad 4ever!” tdk basi.

. on 15/08/09 11:24 PM said:

@prince of jihad: nah itu lo ngomongnya aja udah nafsu, gimana mau jihad, jihad harus bersih hati dari niat duniawi, bebas dari kebencian, dan ciri2 orang yang mujahid mesti tawadu tu bisa diliat dari cara ngomongnya ga kaya lu

. on 17/08/09 09:44 AM said:

@london, aku ketawa aja ma lo, nggak usah ku jawab , hehehe…kesian..

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?