Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan Menyesatkan?

Oleh Prince of Jihad pada Selasa 03 Juni 2008, 02:53 PM

Print Recommend (0) Comment (28)

International Jihad Analysis - Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”

Ghulam Mirza
Ghulam Mirza Ahmad Bersama Para Pengikutnya, Dia Ditengah, Barisan ke 2 dari Kiri no 4,Laknatullah..


Kini, seseorang kembali mengaku nabi. Namanya Mirza Ghulam Ahmad, lahir di Qodian (India) pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab ‘suci’ yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai’at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.     

Di masa lalu, para Sahahabat, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq segera mengirimkan panglima terbaik dalam Islam, Khalid bin Walid sang pedang Allah untuk menghabisi sang nabi paslu, Musailamah Al Kadzzab. Sebelumnya telah dikirim, panglima Islam lainnya, Usamah bin Zaid yang teryata kewalahan menghadapi nabi palsu tersebut, Musailamah Al-Kadzab dan istrinya, Sajah. Barulah ketika tentara Islam pimpinan Khalid bin Walid ini menyerbu Musailamah Al-Kaddzab di Yamamah, maka sang nabi palsu Musailamah terbunuh bersama 10.000 orang murtad lainnya. Ath-Thabari, seorang  sejarawan Islam menyebutkan bahwa belum pernah ada perang sedahsyat itu dalam memerangi kesesatan, terutama ajaran yang sesat dan menyesatkan.

Tadzkirah Kitab “Suci” yang Menyesatkan

“Apabila engkau (Mirza) berniat untuk mengerjakan pekerjaan yang besar, maka bertawakallah kepada Allah, dan jadikanlah perahu (jema’at di hadapan Kami menurut wahyu Kami). Orang-orang yang mengambil bai’at kepada engkau (yakni murid-murid engkau), mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka”.

(Kitab “Suci” Tadzkirah, hal 163)

Mirza Kafir

Dalam buku Ahmadiyyah & Pembajakan Al-Qur’an karya M.Amin Djamaluddin, disebutkan bahwa kitab “suci” Ahmadiyyah, Tadzkirah telah membajak ayat Al-Qur’an sebanyak 132 ayat. Dalam Tadzkirah sang nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad mencampur-adukkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa Arab, bahasa Urdu, dan bahasa Persia.

Wahyu palsu yang diklaim Mirza Ghulam Ahmad diturunkan padanya sebenarnya adalah bajakan dari potongan beberapa ayat Al-Qur’an dari surat Ali Imran ayat 159, Surat Hud ayat 37 dan surat Al-Fath ayat 10 yang disambung menjadi satu ‘wahyu’. Dengan wahyu rekayasa inilah Mirza Ghulam Ahmad membentuk aliran sesat Ahmadiyyah dengan suatu keyakinan Jama’at Ahmadiyyah itu identik dengan perahu nabi Nuh a.s. Menurut Mirza, barang siapa yang tidak mau masuk dalam Jama’at Ahmadiyyah sama saja dengan orang yang tidak mau naik (masuk) dalam perahu nabi Nuh Nuh dan akan tenggelam semuanya yaitu akan masuk neraka.

Ahmadiyyah juga menganggap kitab “suci” Tadzkirah sama sucinya dengan kitab suci Al-Qur’an, bahkan lebih besar. Jama’at ini juga mempunyai tempat suci tersendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Mereka bahkan memiliki surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan serifikat kavling surga tersebut dijual kepada jama’ahnya dengan harga yang sangat mahal. Parahnya lagi, wanita-wanita Ahmadiyyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyyah, tetapi lelaki Ahmadiyyah boleh kawin dengan perempuan yang bukan Ahmadiyyah. Selain itu, seorang pengikut Ahmadiyyah tidak boleh bermakmum dengan (di belakang) imam yang bukan Ahmadiyyah. Ahmadiyyah juga mempunyai tanggal, bulan, dan tahun sendiri, yang mereka beri nama dengan Hijri Syamsyi atau disingkat menjadi HS.

Keanehan dan penyimpangan-penyimpangan ini barulah sebagian kecil dari pokok-pokok ajaran Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan Ahmadiyyah bisa disebut sebagai sebuah agama baru, dan bukan Islam. Hal ini karena Ahmadiyyah memiliki nabi tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad, kitab “suci” tersendiri yaitu Tadzkirah, dan ajaran-ajaran tersendiri yang menyimpang jauh dari ajaran Islam. Dr. Muhammad Iqbal, ilmuan Islam yang juga berasal dari India mengingatkan :

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) adalah gerakan penentang Nabi Muhammad SAW, dan komplotan penentang Islam dan agama yang terpisah, dari agama Islam, bahwa Qadianisme adalah umat yang berdiri sendiri bukan bagian dari umat Islam”.

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) akan menarik umat nabi Muhammad SAW dan mendirikan umat baru di India. Sesungguhnya Qadianisme lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam Hindia dibangdingkan aliran Spenoza dengan filosof Yahudi yang memberontak dengan peraturan-peraturan Yahudi”.


Ahmadiyyah : Rekayasa dan Konspirasi Musuh Islam

Dalam salah satu kitabnya, Mirza Ghulam Ahmad menulis : “ Aku adalah Imamuzzaman pada abad sekarang dan Allah telah menghimpun tanda-tanda pada diriku”. Mirza mengaku dan menganggap dirinya Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kedatangannya oleh umat Islam seluruh dunia.

Jema’at Ahmadiyyah meyakini bahwa Allah SWT telah membangkitkan seorang utusan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Mirza Ghulam Ahmad sendiri menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa akan hadirnya Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukan dari Jama’atku, yakni jama’at Ahmadiyyah.

Cerita dan klaim konyol seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya yang teryata didalangi oleh musuh-musuh Islam. Musuh-musuh Islam memanfaatkan nubuwah (berita kenabian) diutusnya Imam Mahdi di akhir zaman dengan memanipulasi sosok Al Mahdi dan memunculkan tokoh-tokoh rekayasa untuk dipercaya sebagai Al Mahdi, termasuk Mirza Ghulam Ahmad.

Keyakinan akan turunnya Imam Mahdi telah dimanipulasi oleh musuh-musuh Islam, salah satunya Inggris. Inggris yang pada waktu itu menjajah India, kesal dan putus asa terhadap sikap kaum muslimin yang anti pati dan nonkooperatif terhadap Inggris. Sikap umat Islam ini membuat mereka terpojok dibanding umat Hindu yang bersikap kooperatif. Dalam kondisi lemah dan tertindas inilah muncul gerakan Mahdiisme yang dipelopori Ahmadiyyah yang berorientasikan pada pembaharuan pemikiran. Mirza Ghulam Ahmad tampil sebagai sosok yang mengaku telah diangkat sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih oleh Tuhan, merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dan umat muslim dengan memberi interpretasi baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tuntutan zamannya, sebagai yang diilhamkan Tuhan kepadanya.

Dalam novel The Mahdi karya AJ Quinnel (1981) diceritakan konspirasi antara agen M-16 (Inggris) dengan agen CIA (Amerika) dalam merekayasa kehadiran sosok Al Mahdi, Abu Qadir, seorang sufi asal Saudi. Dalam sinopsis novel tersebut dikatakan : Sebuah cerita spionase spektakuler tentang dinas-dinas rahasia internasional yang merencanakan untuk menguasai kekuatan Islam yang sedang berkembang melalui sebuah mukjizat buatan, di depan mata jutaan umat Islam beriman di Kota Mekah. Menampilkan seorang Mahdi baru : Itulah sasaran yang ingin dicapai setiap agen dinas rahasia Barat. Seorang ‘nabi boneka’ merupakan sebuah kunci yang tak terbayangkan bagi kekuatan internasional. Menampilkan, sudah tentu seorang “nabi” yang tetap berfungsi sebagai boneka.

Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Pelbagai cerita “mukjizat” biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi “mukjizat” palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.

Untuk membuktikan kemahdian Abu Qadir, agen Inggris M-16 membangun instalasi komunikasi rahasia dalam gua yang biasa digunakan sang sufi untuk meditasi. Lewat satelit, diproduksilah visualisasi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, sehingga seolah dia pun menerima ‘wahyu’.

Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menemukan sebuah makam di Srinagar, Punjab, India. Menurutnya makam tersebut adalah makam Yus Asaf yang diyakini sebagai Isa Al-Masih, sesudah pengembaraannya yang panjang dari Palestina ke Kashmir, India. Sesudah penemuan makam tersebut, barulah dicari hadits-hadits mahdiyah (tentang Imam Mahdi) yang relevan sebagai dasar keyakinan Ahmadiyyah. Maka pada tahun 1890, Mirza Ghulam Ahmad pun mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi. Selaku Imam Mahdi ia mendapat wahyu dari Allah SWT, yang berbunyi : “Bangkitlah! Waktu yang ditetapkan untukmu telah tiba…”

Dalam situs resmi Ahmadiyyah Indonesia, terdapat artikel tentang biografi Mirza Ghulam Ahmad yang ditulisnya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih yang ditunggu). Lewat situs ini Ahmadiyyah gencar berpropaganda, bahkan menyiarkan langsung ceramah khalifah mereka di London.

Berikut kutipan dari situs Ahmadiyyah Indonesia tentang tanda-tanda kematian Mirza Ghulam Ahmad :

Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as. mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah. Di dalamnya beliau as. memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati.

Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan :
"Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan."

Lihat, kesesatan Ahmadiyyah yang meyakini pimpinan mereka menerima wahyu (meski diubah kata-katanya menjadi ilham), dan meyakini dengan yakni bahwa pimpinan mereka akan masuk serga.

Selain itu, kucuran dana Ahmadiyyah juga sangat besar. Untuk menggaji pegawainya saja Ahmadiyyah mengeluarkan sekitar 60 juta/bulan. Ahmadiyyah juga setiap bulannya membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan buku-buku yang berisi ajaran Ahmadiyyah secara gratis kepada masyarakat. Semuanya itu dilakukan dari markas besar mereka di Parung Bogor, Jawa Barat di atas tanah seluas 15 ha.
 
Harus Diapakan Ahmadiyyah ?

Sejak kemunculannya, Ahmadiyyah telah ditentang oleh seluruh ulama. Namun, berkat bantuan Inggris yang menjajah India ketika itu, keberadaan Ahmadiyyah tetap langgeng bahkan semakin berkembang cepat. Ketika Pakistan melarang keberadaan Ahmadiyyah, khalifah atau pemimpin tertinggi mereka melarikan diri ke Inggris dan memindahkan markasnya pula ke sana.

Pasca kematian Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1908 M, kepemimpinan Ahmadiyyah berpindah secara estafet kepada seseorang yang kemudian diyakini sebagai khalifah, dan mendapat gelar Hadhrat. Kepemimpinan pertama Ahmadiyyah selepas kematian Mirza adalah Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku khalifah I hingga meninggal tahun 1914 M. Selanjutnya dipilih khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965. Kemudian, ia digantikan oleh khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang.

Ironisnya, di bulan Juni-Juli 2000 M, Ahmadiyyah yang telah difatwakan sesat oleh MUI, dinyatakan sebagai aliran kafir di luar Islam oleh Liga Dunia Islam di Mekkah, justru disambut dengan upacara penting di negeri ini oleh Dawam Rahardjo, Gus Dur, dan Amien Rais. Ketika itu, khalifah ke IV Ahmadiyyah, Taher Ahmad yang bermarkas di London, Inggris berkunjung ke Indonesia. Tentu saja sambutan kepada penerus nabi paslu tersebut akan mengakibatkan kaburnya pandangan umat Islam akan kesesatan dan menyesatkannya Ahmadiyyah. Bisa jadi, Ahmadiyyah akan dianggap sebagai ajaran yang benar, yang perlu juga dibela dan dilindungi sebagaimana pandangan awam saat ini. Padahal sudah jelas sejelas matahari di siang hari bahwa Ahmadiyyah adalah sesat dan menyesatkan!

Prof.KH. Ibrahim Hasan LML, Rektor IIQ Jakarta mewajibkan kaum muslimin untuk berjuang membubarkan Ahmadiyyah. Bahkan hampir seluruh ormas Islam ketika itu telah menandatangani kesepakatan agar Ahmadiyyah dibubarkan, karena telah menodai Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1995.

Syuriah Nahdatul Ulama, melalui Rois (Ketua) dan pelaksana harian syuriyahnya, KH Ma’ruf Amin, memutuskan bahwa Ahmadiyyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Maka sudah seharusnya aliran yang memutar-balikkan Al Qur’an tersebut dilarang. Ahmadiyyah, menurut keputusan Syuriyah memutar-balikkan ayat Al-Qur’an, bahkan mengakui adanya nabi baru setelah nabi Muhammad SAW. Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai nabi. Itu jelas menyimpang dari ajaran Islam dan harus dilarang, uangkap KH Ma’ruf Amin menjawab harian Pelita, Agustus 1995.

Sejak saat itu, kaum muslimin tiada henti menuntut pembubaran Ahamdiyyah di negeri ini. Lebih dari 10 tahun telah berlalu, umat Islam tidak henti dan tidak bosan menyuarakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menolak keberadaan Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Kaum muslimim yakin bahwa Ahmadiyyah adalah sebuah kemungkaran dan kemungkaran harus diingkari menurut kadar kemampuan. Karena jika kemungkaran seperti Ahmadiyyah tidak dihilangkan, maka akan menyebabkan negara dan umat akan binasa, sebagaimana hadits Rosul SAW :

“Maka jika mereka membiarkan mereka berbuat menurut keinginan mereka, niscaya mereka akan binasa, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka semua akan selamat”.

Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” dalam bukunya “Fatwa Mati Buat Penghujat” menyatakan, mencegah dan menjatuhkan sanksi hukuman terhadap pelaku kemungkaran tidaklah bertentangan ataupun berlawanan dengan keadaan Allah yang akan menghukumnya sendiri kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah :

“Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian adzab siksaan (yang besar) dari sisi-Nya, atau (adzab siksaan) dengan tangan-tangan kami.” (QS At Taubah : 52)

Adapun siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka melalui tangan-tangan kita adalah sewaktu mereka menampakkan kepada kita kebatilan dan kekafiran mereka. Sedangkan siksaan yang datang dari sisi Allah adalah kelak nanti pada hari kiamat, hari di mana mereka dibawa menghadap Allah SWT. Lalu, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.

Wallahu’alam bis showab!

By: M. Fachry

International Jihad Analysis
Ar Rahmah Media Network
http://www.arrahmah.com
The State of Islamic Media




    

 

Tulisan Lainnya Tentang

TaLaZuM on 04/06/08 10:22 PM said:

Bubarkan Ahmadiyyah! Bela FPI dan lawan AKK-BB dan kemungkaran lainnya.

Allahu Akbar!

. on 06/06/08 07:42 AM said:

mari kita hancur kan ahmadiyyah sekarang juga.mari kita bersatu kaum muslim diseluruh jagat raya ini. ALLAH AkBAR 2

MediasiKom on 07/06/08 01:00 AM said:

Bubarkan Ahmadiyah dan antek2nya sampai keakar2nya. ALLAHU AKBAR!!!! FPI dan Seluruh Ormas Islam di Indonesia maupun di Dunia Bersatulah…

Acex on 07/06/08 05:40 AM said:

Wahai para pemuka pemerintah, kami menuntut ahmadiyah di bubarkan sebab kalo tidak dibubarkan kerusuhan seperti di Monas bisa terulang kembali. Kenapa anda cepat sekali menyalahkan umat islam yang disakiti sama ahmadiyah dan sekutunya? Kenapa anda tidak menyalahkan ahmadiyah dan sekutunya? Apakah anda tidak mengerti dengan agama anda sendiri?

. on 09/06/08 11:17 PM said:

sudah saatnya umat Islam bersatu satukan tekad satukan langkah untuk membubarkan dan menghancurkan Ahmadiyah jangna bisanya hanya menjelekan sesama umat Islam

. on 11/06/08 04:26 PM said:

pemerintah itu yg mendukung kekafiran, udah bukan muslim lagi, mereka udah murtad. antum tidak perlu lagi mendengar dan ta’at pada pemerintahan kafir. pemrintahan kafir hukumnya diperangi, orang2 sesat dipenggal aja ga papa, udah halal darahnya.

jihadfaried on 16/06/08 06:48 PM said:

ana setuju sma antum abu sayyaf..!! barang siapa tidak mengkafirkan orang kafir setelah jelas kekafirannya.. maka ia menjadi kafir atawa MURTAD..!!! keluar dari dinnul haq..!! .

. on 18/06/08 09:14 AM said:

siapapun yang percaya keesaan ALLAH, dan percaya bahwa MUHAMMAD adalah utusan ALLAH itu adalah islam. dan…. nabi bersabda,“barang siapa mengkafirkan seseorang sesama islamnya maka orang itulah yang kafir”... tolong jelaskan hal tersebut mass….....

. on 18/06/08 09:18 AM said:

Wallahu’alam bis showab, itulah yang diucapkan kyai2 sepuh dulu ketika selesai berdebat tentang beberapa topik, karena mereka sendiri tidak tau siapa yang benar dihadapan ALLAH…., seekor anjing yang menurut kita najispun bisa masuk surga…

. on 19/06/08 01:52 AM said:

mas tommy…iblis itu percaya 100% bahwa ALLAH itu ESA, dia lebih percaya dan yakin dengan ke-Esa-an ALLAH daripada kita karena dia (iblis) pernah dialog langsung dengan ALLAH,dia (iblis) dalam dialog itu berkata kepada ALLAH “Engkau Telah Menciptakan Aku dari Api” dan iblis meminta kepada ALLAH agar umurnya dipanjangkan (bukan meminta ke dukun atau paranormal),Iblis juga percaya 100 % bahwa MUHAMMAD dalah utusan ALLAH bahkan bisa dikatakan lebih percaya dan lebih yakin dari kita karena Iblis melihat langsung proses turunnya wahyu yang dibawa oleh Jibril kepada MUHAMMAD Rasulullah.
sekarang saya tanya mas tommy “BERDASARKAN LOGIKA ANDA = (siapapun yang percaya keesaan ALLAH, dan percaya bahwa MUHAMMAD adalah utusan ALLAH itu adalah islam. dan…. nabi bersabda,“barang siapa mengkafirkan seseorang sesama islamnya maka orang itulah yang kafir”… tolong jelaskan hal tersebut mass….....
Dikirim oleh tommy pada 06/19 02:14 AM ),
APAKAH BERARTI IBLIS ADALAH ISLAM?”

. on 19/06/08 08:41 AM said:

iblis “percaya” tapi tidak pernah “meyakini”, dan “mengakui” kemuliaan rosulullah dihadapan ALLAH…, iblis tidak mau ketika disuruh bershahadat, iblis terlalu sombong dengan dirinya, merasa yang paling mulia karena terbuat dari api…., seperti paman rosulullah yang percaya kenabian muhammad, dia yang melindungi, membantu perjuangan nabi muhammad tapi tidak mau bershahadat, tidak mau bersaksi dengan hati.. dia tetap mati bukan sebagai islam…

. on 19/06/08 08:52 AM said:

mas dokka tau al-hallaj Pandangannya banyak dikafirkan oleh para Fuqaha’ yang biasanya hanya bicara soal halal dan haram. belia selalu berkata “Ana al-Haq”, yang berarti, “Akulah Allah”. tapi kematiannya sangat mulia dan sekarang banyak yang percaya kewalian beliau, atau mkn syeh siti djenar dgn ajaran “manunggaling kawula gusti”...
itu hanya contoh mas… bahwa dihadapan TUHAN belum tentu yg salah dihadapan kita benar dihadapan ALLAH,

. on 20/06/08 05:27 AM said:

nah…kelihatan kan kalo mas tommy tidak konsisten dengan tulisannya sendiri, di postingan yang pertama dia tulis “siapapun yang percaya…”,tapi di postingan kedua dia tambahi dengan kata-kata “meyakini” dan “mengakui”. kalo mas tommy bilang iblis tidak mau disuruh bersyahadat maka saya bertanya bagaimana dengan manusia yang mengaku bahwa dia adalah rosul setelah nabi Muhammad wafat 1300 tahun sebelumnya…? apakah anda berani mengatakan bahwa Al-Quran telah berbohong…? atau Al-Quran tidak konsisten…? karena di surat 33 ayat 40 disebutkan bahwa “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu,tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi..”. bagaimana status orang seperti ini..?, saya tahu sejarah al hallaj yang digantung di jembatan itu. sekarang fuqaha anda katakan “yang biasanya hanya bicara halal haram…” lalu anda menginginkan mereka berbicara tentang apa…? tentang bursa efek..? atau tentang berita selebritis..? kalo sekarang banyak yang percaya bahwa al-hallaj adalah wali saya gak heran mas…soalnya sekarang juga banyak yang percaya bahwa nabi Isa a.s adalah Tuhan,malah sekarang ini banyak yang percaya bahwa orang yang pernah mengatakan bahwa AlQuran adalah kitab paling porno sekaligus salah satu pendiri yayasan simon perez itu adalah waliyullah…gila gak itu…

. on 21/06/08 02:24 AM said:

kita ga usah bermain dengan kata2 mas… biarlah itu mjd kerjaannya para advokat, krn tulisan kita sangat terbatas… kalo mas pandai dari awal mkn sudah mengerti yg aku maksut yaitu “shahadat”
satu lagi yg bisa aku tangkap dari mas… yaitu tidak percaya kewalian al-hallaj,maupun siti djenar, alm GUS MIK dari ploso yg kerjaannya berjudi, minum alkohol, ke kompleks pelacuran dll, atau mkn yg masih hidup Khalilur rahman cicitnya syaichona kholil bangkalan yg dimata kita tidak bersyariat berti mas memvonis mrk kafir, dan mas ga mkn percaya tentang kalimat “salah dimata manusia tapi benar dihadapan TUHAN” baiklah kita ga usah bahas itu.
kita kembali ke ahmadiyah… saya juga tidak membenarkan aliran ahmadiyah, sekali lagi sy katakan ahmadiyah “salah” tapi saya tidak berani mengkafirkan mrk, krn mereka bersaksi sama dengan shahadat kita… mrk sholat, mrk puasa, urusan mrk dg TUHANnya klo mrka menganggap guru mereka, rosul, nabi, imam mahdi atao apalah… skr saya tanya sama mas.. MANA YANG LEBIH MULIA DIHADAPAN ALLAH ORANG AHMADIYAH YG ISTIKOMAH MENJALANKAN IBADAHNYA, DENGAN ORANG ISLAM KITA YANG TIDAK PERNAH SHOLAT, ZAKAT, PUASA, DSB…??? org spt ini pasti ada disekitar mas, trus apa yg akan anda lakukan terhadap org spt ini, mengusir mrk dari islam krn menistakan agama,dn disuruh buat agama baru…?????
jadi saya paling tidak setuju klo “memaksa” ahmadiyah untuk bubar, dan “memaksa” mrk untuk ikut islam kita, apalgi “mengusir” mrk dari islam… tidak mkn seseorang beragama islam krn terpaksa, karena keyakinan itu ada di hati. islam itu tidak ada paksaan, marilah kita berdakwah dg damai, dg santun, dg sabar untuk menyadarkan ahmadiyah yg dimata kita salah, bkn dg hujatan atau paksaan…

. on 21/06/08 02:46 AM said:

mkn anda setuju dg pidatonya FPI di youtobe dengan judul “khotbah”. yang menghalalkan darah para ahmadiyah…????
dan mengenai gusdur, fiqih itu sangat luas mas..
banyak perbedaannya, para wali songo yg ilmu sama2 tinggi kadang berselisih faham… apa lagi kita, tapi mrk selalu menghargai perbedaan itu, bukan menghujad, apalagi menghina sampai kefisik..AL-Quran itu sangat indah sangat lengkap mengatur kehidupan dunia, ahli tafsir Quraish shihap juga pernah mengatakan ada cerita2 porno di AL-QURAN yaitu ketika nabi yusuf dirayu untuk diajak bersetubuh…,tentang haid, dll… tapi itu menjelaskan untuk kebaikan…
gusdur yang dekat dengan orang “yahudi” yahudi juga punya agama punya kitap suci bukan komunis..
semua agama mengajarkan tentang berkemanusiaan, tapi komunis… mana yang anda pilih dekat dengan komunis atau dengan yahudi.
dan tentang “orang2” yahudi yang selalu menyerang orang palistina gusdur juga mengutuk orang2 tersebut…

Prince of Jihad on 21/06/08 05:33 AM said:

saya setuju tommy, darah ahmadiyah halal, kamu mau juga dihalalkan darah kamu? kalau kamu juga bela ahmadiyah, halal juga…Ini masalah syariat, syariat Islam bukan pakai logika otak kamu aja, Gusdur tu udah murtad, dan halalnya juga darahnya…so, argumen yg kamu berikan diatas tidak kuat? saya nggak mau dengar argumen yg tidak mempunyai dalil yg kuat dari Al Quran dan hadis Nabi, dan argumen yg kamu berikan smeua tomy adalah sampah, kamu tau sampahkan,..begitu aja, just bull shit, so, jika ingin bicara disini, bicara menggunkan Al Quran dan hadis, yg logik, bukan mengikiu pemikiran si a dan si b, ok…kalau dah libral otaknya memang gini…

. on 22/06/08 07:02 AM said:

tuh kan..tipikal orang liberal…,habis bicara panjang lebar ini…itu…berarti ini…berarti itu…trus ditutup dengan enteng “baiklah kita ga usah bahas itu…”. saya tidak sedang bermain kata-kata…saya ini cuma copy paste aja dari tulisan ente sendiri. sekarang ente nulis (“kalo mas pandai dari awal mkn sudah mengerti yg aku maksut yaitu “shahadat”),oo..afwan mas tommy…kalo anda bicara “shahadat” maka ada kisah orang yang hidup di zaman Rasulullah bernama Abdullah bin ubay bin salul,dia mengucapkan shahadat dengan fasih dalam bahasa arab,sholat wajib 5 waktu di masjid nabawi,kalo jum’atan di shaf paling depan,tapi kenapa Allah menyatakan dia Kafir..? di postingan terdahulu anda menulis bahwa “seperti paman rosulullah yang percaya kenabian muhammad, dia yang melindungi, membantu perjuangan nabi muhammad TAPI TIDAK MAU BERSHAHADAT (huruf besar dari saya), tidak mau bersaksi dengan hati.. DIA TETAP MATI BUKAN SEBAGAI ISLAM…”. nah,sekarang ada kejadian orang bershahadat,sholat fardlu 5 waktu di masjid nabawi,shalat jum’at shaf paling depan tapi oleh ALLAH orang ini dinyatakan Kafir… kok gak sama ya dengan tulisan mas tommy bahwa “siapapun yang percaya..” atau sekarang jadi “siapapun yang ber shahadat..” adalah islam ? ana ingin tahu jawaban ente..,jangan ngeles lagi seperti yg kemarin-kemarin yah…

. on 24/06/08 01:05 PM said:

weew.. kk umar pengetahuan na luaas… pembahasan na mantap.. keren..  arrahmah ma acih y info na.. maju terus FPI!!

edward salam on 25/06/08 11:48 PM said:

utk akh abbu sayyaf yang meyatakan :
“pemerintah itu yg mendukung kekafiran, udah bukan muslim lagi, mereka udah murtad. antum tidak perlu lagi mendengar dan ta’at pada pemerintahan kafir. pemrintahan kafir hukumnya diperangi, orang2 sesat dipenggal aja ga papa, udah halal darahnya.”

sedikit mengomentari ” ane setuju dg pendapat antum siapa yg mendukung kekafiran mereka dah dianggap murtad. tapi pendapat antum terlalu menggebu2 mengenai pemerintahan yg kafir yg halal darahnya. kalo begitu sebelum yg lain membunuh para antek2 kafir, lebih baik antum duluan yg buktiin menghalalkan darah mereka.baru insya Allah kita2 semua yg lakuin semua..jadi jgn terlalu nafsu, nanti antum mau tanggung jwb kalo ada di forum ini tmn kita yg bersemangat melakukan penghalalan thd darah mereka, hanya krn ada statemen antum.antum mau tanggung jwb semua ini.Ana pribad, kita berjihad jgn terburu2, ini bukan negeri syariat Islam, tp sy amat mendukung syariat Islam, ini bukan tanah palestina,afganistan dll. kita serahkan semua kpd para Alim ulama kita. mereka adlh panutan kita, kalo mereka semuanya (se-Indonesia) kompak menyatakan seperti itu baru deh kita lakukan penghalalan seperti itu. “jihad yg paling besar adalah melawan hawa nafsu”. ingat Allah itu Ghofurur rohim wa ‘afuwun karim. Allahu Akbar.

. on 26/06/08 05:33 AM said:

edward salam..ana cuma mau tanya ke antum, kata-kata “jihad yg paling besar adalah melawan hawa nafsu” itu peribahasa atau motto atau pantun atau kata-kata bikinan antum sendiri atau gimana..? itu aja pertanyaan ana

Prince of Jihad on 26/06/08 06:00 AM said:

nafsu nya gede sekali mungkin, sampai harus diperangi..smile hehe..tuh hadis palsu, dan bukan Sabda nabi, sabda org yg nggak suka jihad..heheh

edward salam on 27/06/08 01:38 AM said:

jazkmlah khair dah ngingetin, pas ane cek haditsnya dhaif.smoga selalu manfaat buat ane pribadi khususnya.smile
diriwayatkan oleh Khatib Al-Baghdadi, dari
Jabir, yang menyebutkan, Ketika Rasulullah s.a.w pulang dari medan
perang, beliau bersabda: “Kita baru saja kembali dari tempat yang terbaik, dan kalian telah
kembali dari perang kecil menuju perang besar. Para sahabat bertanya, apa maksud Jihad besar itu wahai Rasulullah s.a.w? beliau menjawab: “Jihadnya seseorang melawan hawa nafsunya ” (Tarikh Al-Baghdadi 13/493). Hadits ini terrmasuk Dha’ief (lemah), karena dalam sanadnya terdapat perawi (periwayat) bernama Khalaf bin Muhammad bin Ismail bin Khiyam, yang menurut Al-Hakim: ‘Haditsnya tidak dapat dipakai’. Sedangkan menurut Abu Ya’la Al-Khalil: “Ia kadang berdusta, meriwayatkan hadits dari sumber yang tidak diketahui” (Masyaari’ul Asywaaq Ilaa Mashaa-ri’il Usysyaaq 1/31)
smile.

Prince of Jihad on 27/06/08 01:45 AM said:

Alhamdulillah..smile

. on 27/06/08 01:59 AM said:

Alhamdulillah.. smile

mujahidah_syahidah on 27/06/08 05:51 PM said:

oh jadi hadits itu dha’if yh….
alhamdulilah disini sy menemukn kebenaran
sy emg pernah mendengat hadits itu dn slama
ini sy meyakini nya
skrg sy tau kl hadits itu ga bener

. on 29/06/08 11:58 PM said:

saya bingung sama mas tommy, dia bilang
“seekor anjing yang menurut kita najispun bisa masuk surga…” ohh
darimana dalilnya (Al-Qur’an dan Sunnah) atau cuma perkirannya dia saja?

. on 05/07/08 05:36 AM said:

nah loh, semangat jihad udah mantep. tapi hadis nya ketemu nya yg dhoif, tapi Alhamdulillah dah paham, yaa ini penting nya menuntup ilmu, jadi ilmu dulu baru beramal. jadi kita harus tahu juga syarat2 jihad sebelum berjihad. buat ikhwan semua jika kita ingin membantah pendapat sebaik nya pake dalil jangan pake akal

sayidin on 12/07/08 07:19 AM said:

assalamualikum
semoga kita dirahmati Allah karena telah berdiskusi tentang agama
semoga diskusi kita dijadikan amal yang baik disisi-Nya
Pahala akan bercucuran kepada kita seperti hujan yang turun baik siang,malam,dan pagi hari, amiin

saya sangan setuju bahwa ahmadiyah harus segera dihancurkan,dikawatirkan penerus yang tidak tahu tentang agama islam akan menjadi antek dari ahmadiah dan memiliki syariat yang tidak sesuai dengan islam yang dibawa oleh baginda Rosululloh

mari kibarkan bendera islam untuk memerangi kedzoliman dimuka bumi ini.

semua yang benar datang dari Allah dan salah selalu datang dari hawa nafsu kita.

semoga allah memaafkan kita dan memeringatkan kita bahwa kita salah dan bukan sebaliknya agar kita tidak sombong dan naif.

peringatkanlah seseorang yang salah dengan penuh sabar,tawakal,hati-hati dengan hukum syariat dan jangan pernah mendahulukan hawa nafsu dan setiap perkataan harus dijaga agar tidak menyimpang dari al quran dan al hadits

wassalam<sayidin_re@yahoo.com>

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?